Jalan Amblas dan Tanah Wakaf Tergerus, Komisi C DPRD DIY Tinjau Kerusakan Talud Sungai Opak
Hari Susmayanti August 07, 2026 12:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kerusakan talud Sungai Opak di Padukuhan Pagergunung, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul. 

Kerusakan talud yang dipicu banjir berulang dikhawatirkan terus memicu abrasi dan mengancam fasilitas umum maupun aset warga.

Kunjungan lapangan dipimpin Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiantoro, didampingi Wakil Ketua Komisi C Amir Syarifudin, sejumlah anggota Komisi C, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Rombongan meninjau langsung titik-titik kerusakan di sepanjang bantaran Sungai Opak yang mengalami abrasi cukup parah. 

Berdasarkan laporan warga, beberapa kali banjir yang melanda kawasan tersebut menyebabkan talud sungai rusak sehingga mengikis badan jalan hingga amblas, menggerus area pemakaman, serta menggerus ribuan meter persegi tanah wakaf milik masjid di Padukuhan Pagergunung.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan segera agar kerusakan tidak semakin meluas saat memasuki musim penghujan.

Tokoh masyarakat Sitimulyo, Yanto dan Sutiyar, menjelaskan warga Pagergunung 1 dan Pagergunung 2 sebenarnya telah berupaya melakukan penanganan secara swadaya melalui gotong royong.

Masyarakat membangun talud darurat menggunakan ribuan ban bekas truk yang dipadukan dengan batu dan pasir sebagai penahan arus sungai.

Baca juga: UAJY Dorong Gerakan Pilah Sampah Berbasis Masyarakat, Perkuat Program MAS JOS di Yogyakarta

Namun, upaya tersebut belum mampu menahan derasnya arus Sungai Opak ketika debit air meningkat saat musim hujan.

"Setiap musim penghujan datang, talud darurat yang dibuat warga kembali rusak diterjang banjir. Karena kemampuan masyarakat terbatas, kami berharap pemerintah segera turun tangan agar abrasi tidak semakin meluas," ujar perwakilan warga.

Warga khawatir apabila tidak segera dilakukan penanganan permanen, abrasi akan terus menggerus bantaran sungai dan mengancam keselamatan lingkungan permukiman maupun fasilitas umum di sekitarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro menyatakan akan mengawal penanganan kerusakan talud agar segera memperoleh solusi melalui koordinasi dengan instansi teknis terkait.

" Kami ke sini merespon aduan warga mengenai adanya kerusakan talud sungai opak yang telah megakibatkan jalan amblas, makam dan tanah wakaf tergerus," ungkap Nur Subiyantoro, disela-sela peninjauan, Kamis ( 6/8/2026).

Nur Subiantoro menambahkan komisi C juga mengundang perwakilan BBWSSO instansi yang berwenang menangani masalah sungai. 

Sementara itu pihak BBWSSO menyampaikan kesiapan memberikan dukungan awal berupa bantuan bronjong sebagai pengaman sementara bantaran sungai.

Dicky Maulana PPK Sungai Pantai BBWSO menyatakan telah menerima surat permohonan bronjong dari warga dan siap membantu. 

BBWSSO juga mengapresiasi warga Pagergunung 1 dan 2 yang telah gotongroyong swadaya merawat sungai.

Selain itu, BBWSSO juga siap meminjamkan alat berat untuk mendukung pekerjaan normalisasi Sungai Opak sehingga aliran sungai dapat kembali lebih terkendali.

"Kami siap membantu bronjong sesuai permintaan warga untuk penanganan jangan pendek," ungkap Dicky.

Wakil Ketua Komisi C Amir Syarifudin menyatakan penanganan talud yang rusak ini harus segera dilakukan karena kerusakan telah meluas.

Ribuan meter persegi tanah warga dan tanah wakaf hilang tergelur abrasi sungai opak.

"Warga sudah lama menderita sehingga perlu penanganan segera," ujarnya.

Anggota Komisi C Aslam Ridlo mengatakan penanganan kerusakan talud Sungai Opak di Pagergunung ini bisa dilakukan seperti yang dilakukan di Wirokerten banguntapan Bantul. 

"Seperti di Wirokerten untuk bronjong disediakan oleh BBWSSO sedangkan material dari Pemerintah Kabupaten Bantul sedangka masyarakat tenaga gotong royong," jelasnya.

Komisi C DPRD DIY menilai sinergi antara pemerintah, BBWSSO, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi langkah penting agar penanganan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menghasilkan solusi permanen dalam mengurangi risiko abrasi di kawasan Pagergunung.

Melalui kunjungan tersebut, DPRD DIY berharap proses penanganan dapat segera direalisasikan sebelum intensitas hujan kembali meningkat, sehingga kerusakan tidak meluas dan aset masyarakat dapat terlindungi. (hda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.