SERAMBINEWS.COM - Nama negara ternyata tidak hanya dikenal sebagai identitas suatu wilayah di dunia, tetapi juga banyak digunakan sebagai nama penduduk di Indonesia.
Hal itu terungkap berdasarkan data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Semester I Tahun 2026 per 30 Juni 2026 yang dirilis melalui Instagram @dukcapilkemendagri, Jumat (7/8/2026).
Dalam data tersebut, Oman menjadi nama negara yang paling banyak digunakan sebagai nama penduduk di Indonesia, yakni mencapai 28.818 orang.
Posisi berikutnya ditempati Yunani dengan 12.288 penduduk, disusul Yaman sebanyak 10.103 penduduk.
Selanjutnya, nama Suriah digunakan oleh 7.127 penduduk, sementara Saudi tercatat dimiliki oleh 6.689 penduduk.
Tak hanya itu, Ditjen Dukcapil juga mencatat terdapat 3.562 penduduk bernama Iran, 2.082 penduduk bernama Rusia, 1.622 penduduk bernama Timor, 1.511 penduduk bernama Ghana, serta 1.325 penduduk bernama Bahrain.
Baca juga: Berapa Jumlah Penduduk Aceh Sekarang? Ini Data Terbaru Dukcapil, Laki-laki Masih Mendominasi
Data tersebut menunjukkan bahwa inspirasi dalam pemberian nama di Indonesia sangat beragam. Selain dipengaruhi oleh nama tokoh, agama, maupun budaya, sebagian masyarakat juga menggunakan nama negara sebagai identitas bagi anak mereka.
Ditjen Dukcapil menyebut fenomena ini menjadi gambaran menarik tentang keberagaman budaya dan inspirasi dalam tradisi penamaan masyarakat Indonesia.
Nama bukan sekadar identitas, tetapi juga dapat mencerminkan harapan orang tua, kedekatan dengan suatu budaya, sejarah, hingga inspirasi dari berbagai belahan dunia.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Ditjen Dukcapil juga mengajak masyarakat berbagi cerita apabila memiliki nama yang terinspirasi dari nama suatu negara atau mengenal seseorang dengan nama serupa.
Fenomena tersebut menjadi salah satu potret unik data kependudukan Indonesia yang terus diperbarui setiap semester.
Baca juga: Viral! Ratusan Warga Indonesia Bernama Naruto, Sasuke hingga Nobita, Ini Data Resmi Dukcapil
Kini, data kependudukan Semester I 2026 kembali menghadirkan fakta unik lainnya, yakni ribuan penduduk Indonesia yang memiliki nama terinspirasi dari berbagai negara di dunia.
Fenomena budaya populer Jepang ternyata tidak hanya memengaruhi dunia hiburan di Indonesia, tetapi juga merambah hingga ke pemberian nama anak.
Hal tersebut terungkap dari data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Semester I Tahun 2026 per 30 Juni 2026.
Dalam data tersebut, terdapat ratusan penduduk Indonesia yang menggunakan nama yang terinspirasi dari tokoh-tokoh anime populer.
Nama Uzumaki menjadi yang paling banyak digunakan, dengan jumlah mencapai 190 penduduk. Disusul Nobita sebanyak 181 penduduk, Sasuke sebanyak 158 penduduk, serta Naruto yang digunakan oleh 157 penduduk.
Selain itu, nama Uchiha juga tercatat dimiliki oleh 152 penduduk di Indonesia.
Tak hanya tokoh dari serial Naruto, sejumlah karakter anime dan manga lainnya juga menjadi inspirasi penamaan. Dukcapil mencatat terdapat 79 penduduk bernama D. Luffy, 65 penduduk bernama Shinchan, dan 60 penduduk bernama Boruto.
Kemudian, nama Usopp digunakan oleh 37 penduduk, Inuyasha sebanyak 23 penduduk, Doraemon sebanyak 16 penduduk, serta Suneo yang dimiliki oleh 8 penduduk.
Dalam unggahannya dikutip Kamis (6/8/2026), Ditjen Dukcapil menyebut fenomena tersebut menunjukkan bahwa nama bukan sekadar identitas, tetapi juga dapat mencerminkan inspirasi, harapan, hingga pengaruh budaya populer yang berkembang di tengah masyarakat.
Tren ini menjadi bukti bahwa karakter-karakter anime yang dikenal luas di berbagai generasi telah memberikan pengaruh tersendiri, bahkan dalam pilihan nama yang disematkan kepada anak di Indonesia.
Dukcapil pun mengajak masyarakat untuk berbagi nama tokoh anime favorit yang belum masuk dalam daftar tersebut melalui kolom komentar media sosial mereka. (Serambinews.com/Firdha)