Inilah Sosok 8 Dokter dan Perawat Tulis Komentar Menohok ke Yurizal, Pasien BPJS Meninggal Dunia
Rita Lismini August 07, 2026 01:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Kasus Yurizal, pasien BPJS yang sempat mengeluhkan sulit mendapat ruang perawatan sebelum meninggal dunia, masih menjadi sorotan publik.

Tak hanya soal pelayanan rumah sakit, perhatian warganet juga tertuju pada sejumlah komentar dari akun yang disebut sebagai tenaga kesehatan (nakes) terkait kisah Yurizal.

Komentar-komentar tersebut ramai dibahas karena dinilai sebagian warganet tidak pantas disampaikan kepada pasien yang sedang mengalami kondisi sulit.

Berikut deretan 8 dokter dan perawat yang namanya ikut terseret dan menjadi sorotan setelah komentar mereka beredar di media sosial.

1. dr. Benny Christian Sihombing

DOKTER PEMBULLY - Kolase dokter Benny Christian (kiri) dan Foto Yurizal (kanan). dr Benny Christian Sihombing, dokter di RSUD Ruteng yang dicap sebagai dokter pembully karena komentar jahatnya ke pasien BPJS Kesehatan.
Kolase foto dokter Benny Christian (kiri) dan Foto Yurizal (kanan). 

Jabatan: Dokter Umum / Praktisi Medis Rumah Sakit

Komentar yang disorot: "Kalo full, mau dipindahkan kemana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah."

2. Widhiyarini Pangestika (Widya Rini Pangestika)

VIRAL DI MEDSOS - Widyarini akhirnya klarifikasi usai komentarnya soal almarhum Yurizal tuai hujatan, Rabu (5/8/2026).
VIRAL DI MEDSOS - Widyarini akhirnya klarifikasi usai komentarnya soal almarhum Yurizal tuai hujatan, Rabu (5/8/2026).

Jabatan: Perawat Profesional / Tenaga Keperawatan (Ners)

Komentar yang disorot: "Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dpet ruangan."

3. dr. Renanda Maulidya Fadyla (RM)

dr. Renanda Maulidya Fadyla (RM)
Foto dr. Renanda Maulidya Fadyla (RM)

Jabatan: Dokter Jaga IGD (Instalasi Gawat Darurat)

Instansi: RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda

Status: Disebut telah dinonaktifkan sementara dari pelayanan medis oleh pihak manajemen rumah sakit terkait kasus tersebut.
Komentar yang disorot: "Bacot nih pasien."

4. dr. Elda Putri Rahardini (@erudarahaadini)

dr. Elda Putri Rahardini (@erudarahaadini)
Foto dr. Elda Putri Rahardini (@erudarahaadini)

Jabatan: Dokter Residen / Dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis)

Komentar yang disorot: "PP (photo profile) nya kayak orang Have tapi aslinya Haven't kah? haven't some brain cells."

5. Akun @1amdika (Dika)

Dika Lulusan Profesi Keperawatan (Ners)
Dika Lulusan Profesi Keperawatan (Ners)

Jabatan: Lulusan Profesi Keperawatan (Ners)

Komentar yang disorot: "Serangan jantung mas nek pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal ICU."

6. Norma Zahara (@Normazzaharah)

VIRAL DI MEDSOS - Perawat dengan akun Threads @nouzzha_kim akhirnya menyampaikan klarifikasi setelah komentarnya terhadap almarhum Yurizal viral dan menuai kecaman dari warganet, Rabu (5/8/2026).
Foto Norma Zahra menyampaikan klarifikasi setelah komentarnya terhadap almarhum Yurizal viral dan menuai kecaman dari warganet, Rabu (5/8/2026).

Jabatan: Staf Rumah Sakit

Komentar yang disorot: "Yuriz org miskin harta miskin ilmu miskin akal tp pgn diistimewain..."

7. Hilda Clarissa Theopilus

Norma Zahara (@Normazzaharah)
Foto Norma Zahara (@Normazzaharah)

Jabatan: Tenaga Kesehatan / Pegawai Layanan Medis

Instansi: RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Sumba Timur

Komentar yang disorot: "Ya itu artinya kamarnya full diisi sama orang sakit, semuanya sakit bukan cuma lo doang..."

8. dr. Herdiana

dr. Herdiana
Foto dr. Herdiana didampingi suaminya menyampaikan permintaan maaf sudah menulis komentar menohok ke almarhum Yurizal.

Jabatan: Dokter Umum / Pemilik Akun Medis

Komentar yang disorot: "Yurizal yurizal, kau masuklah ke triase merah dulu zal, nanti cepat kau dapat kamar..."

Tanggapan Keluarga Yurizal 

Keluarga almarhum Yutrizal Tri Chaerawan akhirnya menyampaikan pernyataan resmi setelah peristiwa yang menimpa almarhum menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.

Diketahui, nama Yurizal sebelumnya menjadi sorotan setelah curhatnya sebagai pasien BPJS yang mengaku menunggu hingga delapan jam tanpa mendapatkan ruang perawatan viral di media sosial.

Peristiwa tersebut kemudian memicu berbagai respons publik hingga menjadi perbincangan luas.

Pernyataan resmi keluarga itu diunggah ulang oleh akun Threads @yanifiltania pada Rabu (5/8/2026), lalu kembali menjadi perhatian publik.

Dalam unggahannya, Yanifiltania mengajak masyarakat menghormati keputusan keluarga.

"Teman-teman, berikut pernyataan resmi dari keluarga Alm @yurizaltrich. Mohon kita hargai keputusan keluarga yaaa. Terimakasih," tulis Yanifiltania, dikutip TribunBengkulu.com, Kamis (6/8/2026).

Unggahan tersebut turut membagikan surat pernyataan resmi keluarga yang bersumber dari akun @maulidyayusthikach.

Melalui surat itu, keluarga menyampaikan bahwa mereka menganggap seluruh proses terkait peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik telah selesai.

Karena itu, keluarga berharap persoalan tersebut tidak lagi menjadi pembahasan di ruang publik.

"Kami, keluarga besar almarhum Yutrizal Tri Chaerawan, menyampaikan bahwa seluruh proses terkait peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik telah kami anggap selesai. Oleh karena itu, kami berharap persoalan ini tidak lagi menjadi bahan pembahasan di ruang publik," tulis keluarga.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa mereka masih berusaha melewati masa-masa sulit setelah kehilangan orang yang mereka cintai.

Mereka meminta masyarakat, termasuk rekan media dan berbagai pihak lainnya, memberikan ruang agar keluarga dapat menjalani masa berkabung dengan tenang.

"Saat ini, kami masih berada dalam suasana duka dan memerlukan waktu serta ketenangan untuk menjalani masa berkabung. Dengan segala hormat, kami memohon kepada rekan-rekan media maupun pihak-pihak lainnya agar tidak lagi menghubungi anggota keluarga kami melalui berbagai saluran komunikasi," lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, keluarga turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan, perhatian, dan simpati sejak kabar duka Yurizal tersebar.

"Kami juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, perhatian, dan simpati kepada almarhum serta kepada keluarga kami. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa."

Di akhir pernyataan, keluarga kembali meminta agar keputusan mereka dihormati dan privasi keluarga tetap dijaga selama menjalani masa berkabung.

"Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Atas pengertian dan penghormatan terhadap privasi keluarga kami, kami ucapkan terima kasih."

Pernyataan tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet.

Mayoritas menyatakan akan menghormati permintaan keluarga untuk tidak lagi membahas persoalan tersebut.

Meski demikian, sebagian warganet berharap proses penindakan terhadap pihak-pihak yang dinilai melakukan pelanggaran tetap berjalan sesuai aturan.

"Kita tetap kawal para pelakunya sampai dapat sanksi yang sesuai tanpa mengganggu ketenangan keluarga almarhum Yurizal," tulis seorang warganet.

Warganet lainnya turut menyampaikan doa agar keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi masa duka.

"Semoga keluarga dilapangkan, diberikan ikhlas dan penghiburan dalam melewati masa dukanya. Semoga Mas Yurizal mendapatkan pahala atas kesabarannya. Untuk pelaku harapannya tetap ditindak tegas dan diberi efek jera," tulis warganet lainnya.

Sementara itu, ada pula warganet yang menilai keputusan keluarga untuk tidak memperpanjang persoalan patut dihormati. Namun, menurutnya, pihak yang terbukti bersalah tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Sebenarnya bisa saja keluarga almarhum membawa para penghujat ke jalur hukum. Tapi mungkin keluarga memilih berlapang dada dan tidak ingin memperpanjang masalah. Yang bersalah tetap harus dihukum. Walaupun keluarga sudah memaafkan, kalau tidak ada sanksi atau hukuman, kejadian serupa bisa saja terulang lagi di kemudian hari," tulis warganet.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.