PROHABA.CO, BANDA ACEH - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, resmi melantik Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh untuk periode kedua (2026–2030).
Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat di Operation Room Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026) sore pukul 15.30 WIB.
Pelantikan ini disaksikan langsung oleh jajaran pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Agama serta pimpinan UIN Ar-Raniry yang bertolak dari Banda Aceh.
Momen ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan Prof. Mujiburrahman untuk melanjutkan estafet transformasi di kampus peradaban tersebut hingga empat tahun mendatang.
Penetapan ini merupakan hasil dari rangkaian proses seleksi yang panjang.
Baca juga: Sebanyak 1.488 Guru Profesional Dikukuhkan UIN Ar-Raniry, AI Tak Akan Gantikan Sentuhan Hati Guru
Sebelum keputusan final diturunkan oleh Menteri Agama, panitia di tingkat kampus telah menyaring empat nama akademisi terbaik yang mengikuti proses tersebut, yaitu:
Prof. Dr. Muhammad Siddiq, MH, Ph.D.
Prof. Dr. Saifullah, S.Ag., M.Ag.
Prof. Dr. Inayatillah, S.Ag., M.Ag.
Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag.
Setelah melalui tahap verifikasi dan penilaian berkas di Kementerian Agama RI, rekam jejak serta kepemimpinan Prof. Mujiburrahman kembali dipercaya untuk membawa UIN Ar-Raniry ke arah yang lebih maju.
Putra daerah asal Aceh Besar yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry ini pertama kali dilantik sebagai rektor pada tahun 2022.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Buka Kelas Bahasa Turki, Siapkan Mahasiswa Raih Peluang Studi dan Karier Internasional
Selama periode pertama kepemimpinannya, ia dinilai sukses membawa berbagai perubahan fundamental di lingkungan kampus.
Pada periode 2026–2030 ini, Prof. Mujiburrahman berkomitmen melanjutkan sejumlah fokus strategis, antara lain:
Penguatan Tata Kelola Kampus: Mewujudkan birokrasi perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan efisien.
Digitalisasi Layanan Akademik: Memodernisasi sarana pembelajaran dan administrasi berbasis teknologi informasi.
Peningkatan Akreditasi: Mendorong program studi serta institusi meraih predikat unggul secara berkelanjutan.
Reputasi Internasional: Akselerasi UIN Ar-Raniry menuju perguruan tinggi berkelas dunia (world class university).
Kembalinya Prof. Mujiburrahman di tampuk kepemimpinan diharapkan mampu menjaga stabilitas dan kesinambungan program pembangunan akademik di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
(Serambinews.com/Muhammad Nasir)
Baca juga: Empat Nama Bakal Calon Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Diajukan ke Menteri Agama
Baca juga: HUT ke-53 Bank Aceh, Momentum Memperkuat Amanah, Menumbuhkan Keberkahan bagi Aceh
Sumber: SerambiNews.com