Risiko Bencana Tertinggi di Bali, Karangasem Lantik Enam Analis Kebencanaan 
Ida Ayu Suryantini Putri August 07, 2026 12:37 PM

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM -  Kabupaten Karangasem kembali memperkuat barisan aparatur yang menangani urusan kebencanaan.

Enam ASN resmi menempati jabatan fungsional Analis Kebencanaan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem.

Pengangkatan enam pejabat tersebut berlangsung di Aula Kantor BKPSDM Karangasem, Jumat (7/8/2026). 

Pelantikan dipimpin Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata dan dihadiri Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, Sekda I Ketut Sedana Merta, serta jajaran pejabat Pemkab Karangasem.

Baca juga: Kronologi Pickup Terjun Ke Laut di Dermaga Tanah Ampo Karangasem, Lepas Kendali Usai Lepas Kopling

Penambahan tenaga fungsional ini untuk memperkuat kapasitas BPBD,  karena Karangasem memiliki tingkat risiko bencana yang cukup tinggi.

Bupati I Gusti Putu Parwata meminta jabatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perubahan status kepegawaian.

Para pejabat yang baru dilantik dituntut mampu menerapkan keahlian mereka untuk mendukung kerja-kerja kebencanaan di lapangan.

Menurutnya, penanggulangan bencana membutuhkan aparatur yang tidak hanya memahami persoalan teknis, tetapi juga mampu membaca potensi risiko, berkomunikasi dengan berbagai pihak, serta mengambil langkah secara cepat ketika terjadi kondisi darurat.

Baca juga: Hantam Mobil, Pelajar 14 Tahun di Karangasem Tewas di Tempat

“Jadikan pelantikan ini sebagai suntikan semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bekerjalah dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tunjukkan prestasi dalam setiap tugas,” kata Parwata.

Parwata menyoroti posisi Karangasem yang memiliki indeks risiko bencana tertinggi di Bali. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber daya manusia di bidang kebencanaan menjadi kebutuhan penting.

Ia berharap para Analis Kebencanaan dapat ikut memperkuat upaya sebelum bencana terjadi, bukan hanya bekerja ketika masyarakat sudah berada dalam situasi darurat.

Karena itu, tiga hal ditekankan kepada pejabat yang baru dilantik, yakni profesionalisme, integritas, dan kemampuan membangun kolaborasi.

Baca juga: Tersiram Air Panas, Anak 2 Tahun di Karangasem Jalani Operasi Lanjutan Hari Ini

“Karangasem memiliki indeks risiko bencana tertinggi di Bali. Karena itu saya menekankan tiga hal penting, yakni profesionalisme, integritas, dan kolaborasi,” ujarnya.

Menurut Parwata, persoalan kebencanaan tidak bisa ditangani hanya oleh BPBD. Koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah desa, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih terukur.

Ia juga meminta para pejabat segera beradaptasi dengan tanggung jawab barunya. Pendekatan yang komunikatif dan responsif dinilai penting, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Sementara Kepala BKPSDM Kabupaten Karangasem, Tjok Alit Surya Prabawa, menjelaskan, enam pejabat tersebut diangkat melalui mekanisme penyesuaian jabatan yang merupakan bagian dari program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurutnya, mekanisme tersebut memberikan kesempatan bagi ASN yang memenuhi ketentuan untuk menempati jabatan fungsional Analis Kebencanaan tanpa melalui uji kompetensi.

“Pengangkatan ini dilakukan melalui mekanisme penyesuaian tanpa proses uji kompetensi. Ini juga menjadi pengangkatan pertama untuk jabatan fungsional Analis Kebencanaan di Kabupaten Karangasem,” jelas Tjok Alit.

Enam ASN yang dilantik yakni Ketut Suardana, SH sebagai Analis Kebencanaan Ahli Madya, kemudian I Made Sumeka Regen, ST., MAP, Ni Putu Cintya Devi Widyaningsih, SIP, Ni Wayan Ayu Primayuli Mahayani, S.Sos, Ni Made Widyayanti, S.Sos, dan Desak Made Supraba Dewi, S.Sos. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.