TRIBUN-MEDAN.COM,- Di tengah musim kemarau, bukan cuma air saja yang bakal sulit didapatkan.
Suhu udara di rumah pun bisa terasa panas.
Ketika hendak beristirahat di dalam rumah, kita akan merasa tidak nyaman lantaran udara panas langsung menyengat ke kulit.
Baca juga: 5 Cara Menyimpan Air di Rumah saat Musim Kemarau untuk Kebutuhan Harian
Untuk menyiasati persoalan ini, Tribun-medan.com berusaha menyuguhkan informasi seputar cara membuat rumah sejuk saat cuaca panas.
Tips ini sebenarnya sangat simpel sekali dan mudah dilakukan di rumah.
Bila kamu ingin mencobanya di rumah, kamu bisa ikuti langkah-langkah berikut ini.
Rumah yang terasa panas sebenarnya bisa disiasati dengan beberapa cara sederhana.
Baca juga: Cara Mengatasi Tabung Gas Bocor Agar Tidak Memicu Kebakaran
Mulai dari mengatur waktu membuka jendela, memasang tirai, memaksimalkan ventilasi, menanam pohon hingga menggunakan kipas angin secara tepat.
Cara-cara tersebut juga dapat membantu membuat rumah terasa lebih nyaman sekaligus menghemat penggunaan listrik. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat menghadapi cuaca panas di musim kemarau.
Salah satu cara membuat rumah sejuk saat cuaca panas yang paling mudah adalah mengatur kapan jendela dan ventilasi dibuka atau ditutup.
Baca juga: Cara Mengatasi Susah Tidur Tanpa Obat, Dijamin Ampuh dan Aman
Pada malam hingga pagi hari, misalnya sekitar pukul 22.00 hingga 08.00, buka jendela yang berada di sisi berlawanan, seperti jendela bagian depan dan belakang rumah.
Cara ini memungkinkan terjadinya cross ventilation, yaitu aliran udara dari satu sisi rumah ke sisi lainnya.
Udara malam yang biasanya lebih sejuk dapat masuk, sementara udara panas yang tersimpan di dalam ruangan terdorong keluar.
Sementara itu, ketika matahari mulai terik, terutama sekitar pukul 10.00 hingga 16.00, sebaiknya jendela dan pintu yang terkena sinar matahari langsung ditutup.
Baca juga: Cara Mengatasi Susah Tidur Tanpa Obat, Dijamin Ampuh dan Aman
Perhatian khusus perlu diberikan pada jendela yang menghadap ke arah timur dan barat karena lebih banyak menerima paparan sinar matahari.
Jika masih membutuhkan sirkulasi udara, cukup buka ventilasi kecil yang berada di sisi rumah yang teduh.
Sinar matahari yang masuk langsung melalui jendela dapat membuat suhu ruangan meningkat.
Karena itu, penggunaan tirai atau gorden bisa menjadi solusi sederhana untuk menjaga rumah tetap sejuk.
Baca juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Periode Juli - September 2026, Gunakan NIK KTP
Gunakan gorden yang cukup tebal, tirai blackout, atau penutup jendela lainnya pada bagian rumah yang terkena sinar matahari langsung.
Tirai dapat ditutup terutama saat matahari sedang terik, sekitar pukul 11.00 hingga 15.00.
Dengan begitu, panas dari radiasi matahari tidak langsung masuk ke dalam ruangan.
Jika menggunakan jalusi atau venetian blind, atur kemiringannya sehingga cahaya alami masih dapat masuk, tetapi sinar matahari langsung tidak mengenai bagian dalam rumah.
Ventilasi memiliki peran penting dalam menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.
Baca juga: Cara Pindah KK atau Kartu Keluarga di Medan Secara Online dan Offline
Pastikan lubang angin, kisi-kisi, dan ventilasi tidak tertutup oleh lemari, perabot, maupun gorden yang terlalu panjang.
Rumah dengan plafon tinggi atau memiliki void juga dapat memanfaatkan ventilasi bagian atas.
Saat malam hingga pagi hari, ventilasi tersebut dapat dibuka agar udara panas yang berkumpul di bagian atas ruangan dapat keluar.
Pada saat yang sama, udara yang lebih sejuk dari luar dapat masuk melalui bagian bawah rumah.
Sirkulasi seperti ini membantu mengurangi penumpukan udara panas di dalam ruangan.
Tanaman juga dapat membantu menciptakan lingkungan rumah yang terasa lebih sejuk.
Baca juga: Cara Mengurus KTP Hilang di Medan dengan Mudah dan Praktis
Beberapa tanaman dapat ditempatkan di dekat jendela, teras, atau area rumah yang mendapatkan sirkulasi udara.
Selain memberikan suasana yang lebih asri, tanaman melepaskan uap air melalui proses penguapan dari daun.
Kehadiran tanaman juga dapat membantu menciptakan kondisi mikro yang lebih nyaman di sekitar rumah.
Jika memiliki halaman atau teras, pertimbangkan untuk menanam pohon, perdu, atau tanaman merambat di sisi rumah yang banyak terkena sinar matahari, terutama bagian timur dan barat.
Peneduh alami tersebut dapat membantu mengurangi paparan langsung sinar matahari ke dinding dan jendela rumah.
Kipas angin tidak selalu harus digunakan dengan cara mengarahkannya langsung ke tubuh.
Baca juga: Cara Mengatasi IG Error, Tidak Bisa Login, Force Close, hingga Feed Tidak Muncul
Penempatan dan arah kipas juga dapat disesuaikan dengan kondisi ruangan.
Pada siang hari, kipas dapat digunakan untuk meningkatkan pergerakan udara sehingga tubuh terasa lebih sejuk meskipun suhu ruangan sebenarnya tidak banyak berubah.
Sementara pada malam hari, kipas dapat dimanfaatkan untuk membantu mengeluarkan udara panas dari rumah.
Arahkan kipas ke jendela yang terbuka sehingga udara panas dari dalam ruangan terdorong ke luar.
Jika terdapat dua bukaan yang berseberangan, kombinasi jendela dan kipas juga dapat membantu mempercepat pergantian udara di dalam rumah.
Membuat rumah tetap sejuk saat musim kemarau tidak selalu membutuhkan AC atau perangkat pendingin mahal.
Baca juga: 8 Cara Melindungi Anak dari Konten Dewasa di TikTok, Orang Tua Wajib Tahu
Hal terpenting adalah mengatur bagaimana panas masuk dan bagaimana udara panas keluar dari rumah.
Mulailah dengan menutup jendela yang terkena matahari saat siang hari, memanfaatkan ventilasi pada waktu yang tepat, menggunakan tirai, menambah tanaman peneduh, dan mengatur penggunaan kipas angin.
Dengan kebiasaan sederhana tersebut, rumah bisa terasa lebih nyaman meskipun cuaca di luar sedang panas.
Selain itu, strategi ini juga berpotensi membantu mengurangi ketergantungan terhadap pendingin ruangan sehingga penggunaan listrik dapat lebih efisien.(tribun-medan.com)