Cing Abdel Bangga Putrinya Lolos Jadi Mahasiswa ITB, Ingatkan Orang Tua Jadi Partner Anak
Seli Andina Miranti August 07, 2026 02:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Presenter dan komedian, Abdel Achrian, bangga putrinya diterima sebagai mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2026.

Bagi pria yang akrab disapa Cing Abdel ini, keberhasilan anaknya berkuliah di ITB menjadi pencapaian bersejarah tersendiri bagi keluarga besarnya.

“Pasti saya senang banget ya, bisa diterima anaknya di ITB. Ini jadi membanggakan buat keluarga besar saya juga, karena kayaknya ini 'pecah telur' keluarga besar saya ada yang masuk ITB, dan itu anak saya,” ujar Abdel di ITB Kampus Ganesha, Kota Bandung, Jawa Barat, dalam keterangan yang diterima, Jumat (7/8/2026).

Baca juga:  ITB Kembangkan Rumah Bambu Modular, Hunian Knock-Down Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan

Menanggapi pola pendampingan anak di jenjang perguruan tinggi, Abdel menyoroti pentingnya keterlibatan dan pemantauan dari orang tua secara bijak. 

Menurutnya, meski mahasiswa sudah beranjak dewasa dan dituntut mandiri, sistem monitoring perkembangan akademik yang disediakan pihak kampus tetap memiliki peran vital.

Abdel membandingkan pengalaman masa lalunya saat menjadi mahasiswa dengan sistem pendidikan modern saat ini. Ia menilai, pemantauan bertahap dari semester ke semester memicu rasa tanggung jawab moral serta akademik yang lebih tinggi pada diri mahasiswa.

“Dulu waktu kita dilepas begitu aja sama orang tua, saya sih ngerasain jadi mahasiswa ya terserah saya, enggak ada monitor perkembangan semester ke semester. Akhirnya bisa bikin kita sebagai mahasiswa kurang tanggung jawab ke orang tua, padahal orang tua masih membiayai. Jadi, ada fasilitas pemantauan seperti ini bukan buat ikut campur urusan kuliah, tapi untuk memonitor perjalanannya. Kita jadi partner anak,” katanya.

Selain memberikan apresiasi atas sistem pemantauan perkembangan akademik kampus, Abdel juga membagikan pandangannya mengenai peran Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB.

Abdel mengatakan, IOM ITB yang sudah ada selama 58 tahun ini membawa misi sosial yang sangat besar, yaitu saling menopang antar sesama keluarga mahasiswa. Data menunjukkan bahwa hampir separuh dari total mahasiswa ITB membutuhkan bantuan subsidi pendidikan.

Baca juga: Menikmati Wisata Edukasi Imersif di Museum ITB Sabuga, Buka Selasa-Minggu dengan Tiket Rp50 Ribu

Sekitar 80 hingga 90 persen kegiatan IOM difokuskan pada penggalangan dana dan penyaluran beasiswa. Tujuannya untuk memastikan mahasiswa yang berpotensi tinggi namun menghadapi kendala finansial dapat menyelesaikan studi mereka hingga tuntas tanpa hambatan biaya.

“Ini tempat yang bagus buat kita yang merasa punya kemampuan untuk berbagi. Besarnya berapa itu relatif, tapi kepedulian kita sebagai orang tua supaya anak-anak yang ada di ITB bisa selesai kuliah tanpa perlu pusing memikirkan kendala biaya, ini perlu banget,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.