Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berjalan di sekolah-sekolah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kali ini cerita datang dari Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Kemendikdasmen menetapkan sekolah-sekolah di Pulau Miangas masuk sebagai sasaran prioritas program ini. Bagaimana tidak, sekolah-sekolah di wilayah tersebut sudah berusia puluhan tahun.
Bahkan, ada sekolah yang kini berusia 50 tahun namun belum pernah sedikit pun mendapat bantuan revitalisasi. Sekolah tersebut adalah SD Negeri Miangas.
Ditargetkan Rampung Agustus
Diketahui, SD Negeri Miangas berdiri pada 1976 dan belum pernah menerima bantuan untuk memperbaiki berbagai fasilitas yang terus dimakan usia. Setelah lima dekade menanti, Kepala SD Negeri Miangas, Melati Sulastri Mangole mengaku bersyukur sekolahnya mendapatkan dana bantuan lebih dari Rp 1,9 miliar.
"Dana tersebut seluruhnya digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, rumah dinas guru, toilet, pembangunan ruang UKS, dan penataan lingkungan sekolah," ungkap Melati dikutip dari keterangan resmi Kemendikdasmen, Jumat (7/8/2026).
Sekolah kedua di Miangas yang juga berusia puluhan tahun dan akhirnya mendapat bantuan revitalisasi adalah SMP Negeri 2 Nanusa. Sekolah yang berdiri sejak 1987 itu kini berusia 39 tahun.
Kepala SMP Negeri 2 Nanusa, Yan Parenta menyebut sekolahnya belum pernah menjalani perbaikan gedung dalam skala besar. Sekolah yang hanya memiliki 37 murid itu kini mendapat dana bantuan lebih dari Rp 2,4 miliar.
"Dengan dana bantuan lebih dari Rp 2,4 miliar kami mendapatkan menu ruang administrasi, ruang keterampilan, laboratorium IPA, dan rumah dinas guru," kata Yan.
Meninjau langsung pembangunan SD Negeri Miangas dan SMP Negeri 2 Nanusa, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut kedua sekolah ditargetkan rampung Agustus mendatang. Proses pembangunan telah memakan waktu satu setengah bulan yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
"Tentunya kami sangat berterima kasih kepada TNI, warga sekolah, dan masyarakat yang sudah berusaha maksimal agar pembangunan berjalan dengan lancar dan tepat waktu," tutur Mendikdasmen.
Tingkatkan Kepercayaan Orang Tua
Selain SD Negeri Miangas dan SMP Negeri 2 Nanusa, ada satu sekolah lagi di Pulau Miangas yang mendapat bantuan revitalisasi satuan pendidikan. Sekolah tersebut adalah SMK Negeri 2 Talaud Miangas.
Berdiri sejak 2004, sekolah ini menjadi satu-satunya satuan pendidikan kejuruan di Pulau Miangas. Jadi tumpuan pendidikan vokasi di sana, sarana dan prasarana sekolah sudah mengalami kerusakan, mengingat sekolah itu sudah berusia 21 tahun.
Berbagai kerusakan itu terlihat dari toilet, atap ruang kelas yang bocor, jendela rusak, dinding retak, hingga instalasi listrik yang sudah tidak layak. Kepala SMK Negeri 2 Talaud Miangas, Patriarti G Urendeng bersyukur sekolahnya mendapat bantuan program revitalisasi sebesar Rp 977 juta.
Dana ini digunakan untuk merehabilitasi tiga ruang kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), satu ruang laboratorium komputer, satu ruang UKS, satu unit toilet, dan satu ruang BK. Bukan hanya kondisi fisiknya yang berubah, sekolah yang kini bagus juga memberikan dampak positif lainnya, dari kualitas lingkungan belajar yang meningkat hingga mengubah stigma orang tua.
"Hebatnya hasil revitalisasi ini adalah selain mengubah fisik sekolah kami, juga mengubah stigma para orang tua menjadi lebih percaya menyekolahkan anaknya di sini. Dalam dua tahun terakhir kami mendapatkan jumlah murid yang masuk lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya," ucap Patriarti.
Mengetahui hal tersebut, Mendikdasmen berharap bantuan yang diberikan bisa digunakan dengan baik. Mu'ti menyatakan hal ini merupakan upaya dalam menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Semoga seluruh bantuan yang diberikan baik berupa pembangunan sarana prasarana dan peralatan digital menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan wujud nyata upaya membangun generasi Indonesia yang hebat, unggul, cerdas, dan berkarakter," tandas Mendikdasmen.





