WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) akan menggelar Simposium Nasional Guru Besar Humaniora 2026 di Kampus UI Depok pada 11-13 Agustus 2026.
Forum akademik berskala nasional ini menjadi wadah para guru besar untuk merumuskan arah pengembangan ilmu humaniora yang relevan dengan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Simposium mengusung tema "Trajektori dan Urgensi Humaniora Masa Depan" dan dijadwalkan dibuka Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Sementara Menteri Kebudayaan Fadli Zon akan hadir sebagai pembicara utama.
Ketua Dewan Guru Besar FIB UI, Agus Aris Munandar, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan era digital.
"Simposium ini diselenggarakan untuk menghimpun pemikiran para guru besar mengenai arah perkembangan ilmu humaniora di Indonesia agar tetap relevan dengan tantangan zaman," ujar Agus, Jumat (7/8/2026).
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari humaniora digital, ekologi, mitigasi budaya, kolaborasi multihelix, hingga hilirisasi riset humaniora.
Hasil pembahasan nantinya akan dirumuskan dalam dua policy brief yang ditujukan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Kebudayaan sebagai rekomendasi penguatan kebijakan di bidang humaniora.
Selain itu, simposium juga akan menginisiasi pembentukan Perhimpunan Guru Besar Humaniora sebagai forum komunikasi nasional antarguru besar dari berbagai perguruan tinggi.
Agus menjelaskan, setiap kampus memiliki kekhasan dalam mengembangkan kajian humaniora sesuai karakter wilayah masing-masing. Karena itu, dibutuhkan wadah bersama agar beragam perspektif tersebut dapat disinergikan.
Menurutnya, Universitas Indonesia lebih banyak mengkaji isu perkotaan dan nasionalisme, sementara kampus lain memiliki fokus berbeda, seperti pelestarian budaya maupun pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Melalui forum tersebut, FIB UI berharap ilmu humaniora mampu berperan lebih besar dalam mendukung kebijakan publik, pelestarian budaya, hingga pengembangan teknologi yang tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.