Dua Legenda Timnas Indonesia Dukung Soekarno Cup 2026, Bidik Bintang Baru Sepak Bola Nasional
Samsul Arifin August 07, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Yusuf Ekodono dan Anang Maruf, Dua legenda Timnas Indonesia resmi bergabung dalam kepanitiaan Soekarno Cup 2026, turnamen sepak bola kelompok usia U-17 yang akan mempertemukan 400 talenta muda dari 16 provinsi di Indonesia.

Turnamen yang digelar pada 10–24 Agustus 2026 tersebut akan berlangsung di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.

Selain bertugas sebagai juru bicara, Yusuf Ekodono dan Anang Maruf juga akan memantau penampilan para pemain muda untuk menentukan penghargaan Man of the Match di setiap pertandingan.

Keterlibatan dua mantan pemain Timnas Indonesia itu didasari komitmen terhadap pembinaan sepak bola usia muda.

Mereka menilai Soekarno Cup memiliki konsistensi dalam membuka ruang bagi lahirnya talenta baru sejak pertama kali digelar pada 2023 di Jakarta, kemudian berlanjut pada 2025 di Bali, dan kini memasuki edisi ketiga di Jawa Timur.

Baca juga: Perkuat Ekosistem Sepak Bola Usia Muda, Soekarno Cup Diikuti 16 Provinsi di Seluruh Indonesia

Pembinaan Usia Muda Jadi Investasi Masa Depan

Sebagai Juru Bicara Soekarno Cup 2026, Anang Maruf menegaskan masa depan sepak bola Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pembinaan pemain sejak usia dini.

Menurut mantan bek kanan Timnas Indonesia yang mencatatkan 31 penampilan bersama skuad Garuda itu, masih banyak pemain muda berbakat di berbagai daerah yang belum memiliki kesempatan tampil di kompetisi yang berkualitas.

"Saya bergabung di Soekarno Cup karena saya percaya pembinaan usia muda adalah investasi terbesar bagi masa depan sepak bola Indonesia. Masih banyak anak-anak bertalenta di pelosok-pelosok Tanah Air yang membutuhkan kesempatan untuk tampil dan berkembang. Soekarno Cup menjadi wadah untuk itu," kata Anang.

Ia berharap turnamen seperti Soekarno Cup dapat menjadi ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju jenjang pembinaan yang lebih tinggi.

Yusuf Ekodono Apresiasi Regulasi Turnamen

Senada dengan Anang, Yusuf Ekodono mengaku tertarik bergabung karena melihat keseriusan penyelenggara dalam menjaga semangat pembinaan pemain muda.

Salah satu aturan yang mendapat apresiasi adalah pembatasan peserta hanya bagi pemain yang belum pernah tampil di Liga 1, Liga 2, Liga 3, maupun Elite Pro Academy (EPA).

"Aturan itu menurut saya sangat baik karena benar-benar memberikan ruang kepada pemain yang belum pernah mendapatkan panggung. Mereka inilah yang perlu kita dorong agar kepercayaan dirinya tumbuh dan kemampuannya bisa dilihat lebih banyak pihak," kata Yusuf.

Legenda Timnas Indonesia yang turut mempersembahkan medali emas SEA Games 1991 di Manila itu menilai regulasi tersebut memberikan kesempatan lebih luas kepada pemain-pemain potensial yang selama ini belum terpantau kompetisi resmi.

Dukung Ekosistem Pembinaan Sepak Bola Nasional

Yusuf menegaskan Soekarno Cup tidak hadir untuk menjadi pesaing kompetisi resmi yang telah dijalankan federasi sepak bola Indonesia.

Menurutnya, turnamen tersebut justru menjadi pelengkap dalam memperkuat ekosistem pembinaan pemain usia muda.

"Soekarno Cup saling mendukung dengan kompetisi yang didorong federasi, seperti Piala Soeratin maupun Elite Pro Academy. Semakin banyak kompetisi pembinaan yang berkualitas, semakin luas pula proses pencarian bakat. Karena kami menyadari betapa besarnya potensi anak muda yang belum termonitor kompetisi formal federasi," ujarnya.

Ia berharap semakin banyak kompetisi usia muda yang digelar agar proses pencarian bakat tidak hanya terpusat di daerah tertentu.

Jadi Jembatan Menuju Timnas Indonesia

Yusuf berharap Soekarno Cup mampu menjadi jembatan bagi lahirnya pemain-pemain berbakat dari berbagai daerah yang selama ini belum mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan.

Menurutnya, pengalaman yang dimiliki para mantan pemain Timnas Indonesia diharapkan dapat menjadi motivasi sekaligus inspirasi bagi generasi muda.

"Saya ingin pengalaman yang pernah saya miliki di sepak bola bisa bermanfaat bagi generasi berikutnya. Kalau kita ingin Timnas Indonesia semakin kuat di masa depan, pembinaan harus dimulai dari sekarang dan harus menjangkau seluruh daerah. Soekarno Cup menjadi salah satu jalannya," tutur Yusuf.

Baik Yusuf Ekodono maupun Anang Maruf berharap Soekarno Cup 2026 mampu melahirkan pemain-pemain muda yang kelak memperkuat Timnas Indonesia di berbagai level usia hingga tim senior.

”Kami berharap, dari turnamen ini muncul talenta muda yang kelak mengenakan jersey Garuda kebanggaan Timnas Indonesia,” ujar Yusuf.
 
 
 

 

 

Dua legenda Timnas Indonesia, Yusuf Ekodono dan Anang Maruf, bergabung dalam kepanitiaan Soekarno Cup 2026, turnamen sepak bola U-17 yang diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi se-Indonesia dan digelar di Surabaya, Gresik, serta Bangkalan pada 10-24 Agustus 2026. Selain sebagai juru bicara, keduanya juga akan memonitor permainan para talenta muda untuk dipilih menjadi man of the match di setiap laga.

Komitmen dan konsistensi terhadap pembinaan pemain usia muda menjadi alasan utama Yusuf dan Anang bergabung dalam penyelenggaraan Soekarno Cup U-17, karena turnamen ini telah memasuki penyelenggaraan ketiga sejak digelar pada 2023 di Jakarta, 2025 di Bali, dan tahun ini di Jatim.

Keduanya menilai turnamen ini memiliki visi yang sejalan dengan upaya memperluas pembinaan talenta sepak bola nasional melalui kompetisi yang inklusif dan berkualitas.

Sebagai Juru Bicara Soekarno Cup, Anang Maruf mengatakan, masa depan sepak bola Indonesia sangat bergantung pada keberhasilan membangun fondasi pembinaan sejak usia dini. Menurut pemilik 31 penampilan bersama Timnas Indonesia tersebut, banyak pemain berbakat di berbagai daerah yang belum memiliki akses ke kompetisi resmi, sehingga membutuhkan wadah untuk menunjukkan kemampuan.

"Saya bergabung di Soekarno Cup karena saya percaya pembinaan usia muda adalah investasi terbesar bagi masa depan sepak bola Indonesia. Masih banyak anak-anak bertalenta di pelosok-pelosok Tanah Air yang membutuhkan kesempatan untuk tampil dan berkembang. Soekarno Cup menjadi wadah untuk itu," kata Anang yang dulu merupakan bek kanan tangguh di Timnas Indonesia.

Senada dengan Anang, Yusuf Ekodono mengaku tertarik bergabung di turnamen Soekarno Cup karena melihat keseriusan penyelenggara dalam menjaga semangat pembinaan. Salah satunya melalui regulasi yang hanya memperbolehkan pemain yang belum pernah tampil di Liga 1, Liga 2, Liga 3 maupun Elite Pro Academy (EPA).

"Aturan itu menurut saya sangat baik karena benar-benar memberikan ruang kepada pemain yang belum pernah mendapatkan panggung. Mereka inilah yang perlu kita dorong agar kepercayaan dirinya tumbuh dan kemampuannya bisa dilihat lebih banyak pihak," kata Yusuf yang ikut mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina, prestasi yang baru bisa diulang kembali oleh Timnas 32 tahun kemudian pada 2023. Saat final melawan Thailand pada SEA Games 1991, Yusuf turut menjadi eksekutor adu penalti dan mampu menaklukkan kiper lawan.

Yusuf menegaskan, Soekarno Cup tidak hadir untuk menjadi pesaing kompetisi resmi yang telah diselenggarakan federasi, melainkan saling dukung untuk ekosistem pembinaan talenta muda sepak bola nasional.

"Soekarno Cup saling mendukung dengan kompetisi yang didorong federasi, seperti Piala Soeratin maupun Elite Pro Academy. Semakin banyak kompetisi pembinaan yang berkualitas, semakin luas pula proses pencarian bakat. Karena kami menyadari betapa besarnya potensi anak muda yang belum termonitor kompetisi formal federasi," ujarnya.

Mantan penyerang Timnas Indonesia itu berharap Soekarno Cup mampu menjadi jembatan bagi lahirnya pemain-pemain baru dari berbagai daerah yang selama ini belum tersentuh sistem pembinaan formal.

"Saya ingin pengalaman yang pernah saya miliki di sepak bola bisa bermanfaat bagi generasi berikutnya. Kalau kita ingin Timnas Indonesia semakin kuat di masa depan, pembinaan harus dimulai dari sekarang dan harus menjangkau seluruh daerah. Soekarno Cup menjadi salah satu jalannya," tutur Yusuf.

Bagi Anang Maruf dan Yusuf Ekodono, pengalaman panjang sebagai mantan pemain Timnas menjadi bekal untuk ikut menginspirasi generasi muda. Mereka berharap Soekarno Cup dapat menghubungkan pemain-pemain muda potensial menuju jenjang yang lebih tinggi dan pada akhirnya melahirkan pesepak bola yang mampu memperkuat Indonesia di masa depan.

”Kami berharap, dari turnamen ini muncul talenta muda yang kelak mengenakan jersey Garuda kebanggaan Timnas Indonesia,” ujar Yusuf.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.