TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN.COM, NUNUKAN – Suasana Gedung Olahraga (GOR) Dwikora Nunukan dipenuhi keceriaan, ratusan bocah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) antusias mengikuti festival seni dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kamis (6/8/2026).
Anak-anak tampak antusias mengikuti lomba menggambar dan mewarnai sebagai bagian dari peringatan HAN sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia, mengatakan kegiatan lomba seni dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi wadah untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki anak-anak sejak usia dini.
Menurutnya, melalui kegiatan menggambar, mewarnai, hingga fashion show, anak-anak diberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas, imajinasi, serta keberanian mereka dalam menampilkan kemampuan di hadapan orang lain.
"Di sinilah kita bisa melihat potensi anak-anak yang dapat terus dikembangkan apabila mereka memiliki cita-cita di bidang seni," ujar Andi Annisa Muthia, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Hari Anak Nasional, DSP3A Nunukan Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak
Ia menjelaskan, bakat yang mulai terlihat sejak usia dini perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar, terutama orang tua.
Menurutnya dengan pendampingan yang tepat, potensi anak dapat terus diasah sehingga berkembang menjadi kemampuan yang lebih baik di masa mendatang.
"Orang tua juga dapat melihat bakat yang dimiliki anak-anak mereka sehingga dapat memberikan dukungan agar potensi tersebut terus berkembang," katanya.
Andi Annisa berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang kreatif, percaya diri, dan memiliki karakter positif.
Ia berpendapat, pembinaan terhadap minat dan bakat anak sejak dini sangat penting agar setiap potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.
Penanggung jawab lomba menggambar, Juliani, menjelaskan bahwa kedua perlombaan memiliki konsep dan penilaian yang berbeda.
Menurutnya, lomba menggambar memberikan kebebasan kepada peserta untuk menuangkan ide, imajinasi, dan kreativitas ke dalam sebuah karya.
Sementara pada lomba mewarnai, peserta diminta memberi warna pada gambar yang telah disediakan panitia dengan penilaian lebih menitikberatkan pada perpaduan warna dan ekspresi yang ditampilkan.
"Kalau menggambar itu anak-anak mengapresiasikan imajinasi dan kreativitas mereka secara bebas.
Sedangkan mewarnai lebih menitikberatkan pada penjiwaan melalui perpaduan warna," jelas Juliani.
Tingginya minat peserta terlihat dari jumlah pendaftar. Sebanyak 65 anak dari 43 lembaga PAUD dan TK mengikuti lomba menggambar dengan durasi pengerjaan selama 90 menit.
Sedangkan lomba mewarnai diikuti 89 peserta dengan waktu pengerjaan selama 60 menit.
Selain menjadi ajang kompetisi, festival tersebut juga menjadi sarana mengembangkan kreativitas, melatih keberanian tampil di depan umum, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat seni sejak usia dini.
Panitia juga menggelar berbagai perlombaan lain seperti balap karung dan gerak lagu "7 Kain" untuk memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional.
Pengumuman pemenang lomba menggambar dan mewarnai akan dilakukan pada puncak peringatan HAN 2026.
(adv)
Penulis: Fatimah Majid