TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG — Perhelatan olahraga berbasis sport tourism makin terbukti ampuh menggerakkan roda ekonomi daerah.
Ajang lari tahunan Pancasakti Run 2026 yang digelar di BSD City, Tangerang, dicatat sukses menyuntikkan nilai ekonomi hingga Rp18 miliar bagi Provinsi Banten.
Temuan tersebut terungkap dalam riset Katadata Insight Center (KIC) bertajuk "Lebih dari Sekadar Lari: Menakar Dampak Ekonomi Pancasakti Run 2026".
Selain memutar roda perekonomian, perhelatan ini terbukti efektif mendongkrak omzet, memperluas jaringan pelanggan, hingga mendorong penambahan modal bagi para pelaku usaha lokal.
Deputy Head Katadata Insight Center, Satria Triputra, menjelaskan bahwa dampak ekonomi yang masif ini lahir dari tingginya antusiasme peserta dan pengunjung yang memadati kawasan BSD City.
Dengan pendekatan multiplier effect, sekitar 5.000 pelari yang berpartisipasi membelanjakan rata-rata Rp788 ribu per orang.
Angka ini menghasilkan dampak langsung sebesar Rp3,9 miliar dan dampak lanjutan mencapai Rp10,4 miliar.
Sementara itu, kehadiran sekitar 8.500 pengunjung dengan rata-rata belanja Rp338 ribu per orang turut menyumbang dampak langsung Rp2,9 miliar serta dampak lanjutan sebesar Rp7,6 miliar.
Nilai multiplier acara ini berada di angka 2,63, yang berarti setiap satu rupiah yang dibelanjakan peserta dan pengunjung berpotensi melipatgandakan pendapatan ekonomi lokal hingga lebih dari dua setengah kali lipat.
Sektor kuliner menjadi penerima manfaat terbesar dari aliran dana tersebut, menyerap 30,9 persen pengeluaran pelari dan 54 persen pengeluaran pengunjung.
Baca juga: Keberlanjutan dan Krisis Iklim Jadi Bahasan Utama di Pameran Arsitektur di ICE BSD
Selain memanjakan lidah, para pelari banyak mengalokasikan anggaran untuk penginapan, hiburan wisata, dan transportasi lokal, sedangkan para pengunjung mendominasi belanja untuk kebutuhan transportasi dan cenderamata.
Dampak manis ini mengalir langsung ke kantong para pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.
Seluruh pelaku usaha yang disurvei mengaku mengalami lonjakan jumlah pelanggan hingga lebih dari dua kali lipat.
Tiga perempat di antaranya mencatatkan kenaikan omzet harian sebesar 20 persen, dan mayoritas pedagang berhasil meningkatkan modal usaha hingga menambah tenaga kerja lokal demi melayani tingginya permintaan pasar.
Satria menegaskan bahwa hasil riset ini membuktikan ajang lari bukan lagi sekadar acara olahraga semata, melainkan instrumen strategis sport tourism yang nyata dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Tingginya dampak ini juga sejalan dengan kepopuleran acara, di mana tingkat pengenalan publik terhadap Pancasakti Run mencapai 93,3 persen, tertinggi di antara sejumlah ajang lari nasional sejenis.
Menanggapi keberhasilan ini, CEO Pancasakti Group, Suwandy Tasmadi, mengungkapkan bahwa Pancasakti Run 2026 merupakan simbol transformasi perusahaan yang terus bertumbuh dan makin dipercaya masyarakat.
Ia meyakini bahwa perusahaan yang sehat berawal dari masyarakat yang sehat.
Oleh karena itu, selain membangun gaya hidup aktif dan mempererat kolaborasi, perhelatan ini juga menyalurkan kepedulian terhadap lingkungan melalui komitmen aksi penanaman pohon.