5 Fakta Terbaru Dugaan Skandal Dua Oknum Guru SMKN 1 Mempawah Hilir dari Demo Hingga Klarifikasi
Faiz Iqbal Maulid August 08, 2026 06:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Dunia pendidikan Kalimantan Barat (Kalbar) tengah dihebohkan dengan dugaan skandal dua oknum guru SMKN 1 Mempawah Hilir di Hotel Patoka, Sungai Pinyuh, Mempawah baru-baru ini.

Dugaan skandal itu sampai membuat ratusan siswa SMKN 1 Mempawah Hilir menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu 5 Agustus 2026 pagi WIB.

Berikut fakta-faktanya:

1). 700 Siswa Unjuk Rasa

Sekitar 700 siswa SMK Negeri 1 Mempawah Hilir menggelar aksi penyampaian aspirasi di lingkungan sekolah pada Rabu 5 Agustus 2026 pagi.

Aksi berlangsung tertib dengan pendampingan Komite Sekolah.

• Klarifikasi Lengkap Oknum Guru di Mempawah Soal Video Viral di Hotel Patoka Sungai Pinyuh

Dalam aksi itu, para siswa menyampaikan tuntutan agar kedua guru yang menjadi sorotan dalam video tersebut tidak lagi mengajar di SMKN 1 Mempawah Hilir.

Kapolsek Mempawah Hilir, Iptu Edi Marwan, mengatakan pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Polisi juga mengimbau para siswa agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik sekolah.

"Kami mengimbau seluruh siswa agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik sekolah," ujarnya.

2). Polres Mempawah: Belum Ada LP

Kasatreskrim Polres Mempawah, Iptu Eric Ibrahim Pattimura, menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait video viral yang diduga melibatkan dua oknum guru SMKN 1 Mempawah Hilir, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurutnya, belum adanya laporan membuat kepolisian belum dapat melakukan proses hukum terhadap perkara tersebut.

Ia menegaskan masyarakat diminta tetap tenang, menghormati asas praduga tak bersalah, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Apabila nantinya ada laporan resmi yang masuk, kepolisian akan menindaklanjutinya sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

3). Disdikbud Kalbar Panggil Dua Guru SMKN 1 Mempawah Hilir

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar memastikan persoalan tersebut telah ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan pihaknya telah memanggil kedua guru tersebut ke Kantor Disdikbud Kalbar untuk dimintai keterangan.

“Sudah kita lakukan pemanggilan keduanya ke Kantor Dikbud Kalbar,” ujar Faisal kepada TribunPontianak, Kamis 6 Agustus 2026.

Faisal menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan formal terkait dugaan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN).

“Jadi sekarang sedang kita tangani untuk pemeriksaan formal dan dugaan pelanggaran disiplin ASN. Status keduanya adalah PPPK,” tegasnya.

• Guru SMKN 1 Mempawah Hilir Bantah Tuduhan Perselingkuhan, Ungkap Kronologi Video Viral

4). Klarifikasi Oknum Guru SN

SN, oknum guru yang tersandung dugaan skandal tersebut akhirnya buka suara.

Ia menegaskan tidak pernah melakukan perselingkuhan sebagaimana yang ramai diperbincangkan

Dalam pernyataan tertulisnya, SN menyebut tuduhan yang beredar telah membentuk opini publik yang tidak sesuai dengan fakta dan berdampak besar terhadap kehidupan pribadi maupun profesinya sebagai tenaga pendidik.

"Saya dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa saya tidak pernah melakukan perbuatan perselingkuhan sebagaimana yang telah dituduhkan, diisukan, maupun disebarluaskan oleh pihak-pihak tertentu belakangan ini," ujar SN dalam pernyataan klarifikasinya, yang dikirimkan Penasihat Hukumnya, Jumat 7 Agustus 2026.

"Tuduhan tersebut tidak benar dan telah menimbulkan persepsi negatif yang merugikan diri saya," tegas SN.

SN menjelaskan bahwa hubungannya dengan guru berinisial US selama ini hanya sebatas hubungan profesional sebagai rekan sesama tenaga pendidik di SMKN 1 Mempawah Hilir.

"Hubungan saya dengan Saudara US semata-mata merupakan hubungan profesional sebagai rekan kerja dan sesama tenaga pendidik di SMK Negeri 1 Mempawah. Tidak pernah ada hubungan di luar kepentingan pekerjaan maupun kedinasan sebagaimana yang dituduhkan," katanya.

Ia juga membantah adanya bukti yang menunjukkan dirinya melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan.

"Sepanjang pengetahuan saya, tuduhan tersebut tidak didukung oleh bukti yang dapat membuktikan adanya perbuatan sebagaimana yang dituduhkan kepada saya. Oleh karena itu, saya menolak seluruh tuduhan yang menyatakan bahwa saya telah melakukan perselingkuhan," tegasnya.

5). Kronologi Dugaan Skandal

SN memaparkan kronologi peristiwa yang menurutnya menjadi awal munculnya video viral.

Ia mengaku bertemu secara tidak sengaja dengan US di kawasan depan Aming Coffee saat hendak menuju Indomaret.

"Saya melihat Saudara US keluar dari Aming Coffee. Saya bertanya hendak ke mana, lalu beliau menjawab akan ke Sungai Pinyuh untuk menemui seorang teman. Saat itu saya spontan mengatakan ikut dan tidak mengetahui bahwa tujuan berikutnya adalah Hotel Patoka," jelasnya.

Sesampainya di hotel, SN mengaku tidak ikut masuk ke dalam bangunan.

"Saya tetap berada di dalam mobil yang terparkir di halaman hotel, sedangkan Saudara US menuju lobi hotel untuk menemui rekannya. Tidak lama kemudian saya didatangi oleh istri Saudara US bersama adiknya. Peristiwa itu direkam dan kemudian videonya beredar luas di media sosial," ungkapnya.

Menurut SN, beredarnya video tersebut memunculkan berbagai asumsi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya hingga berdampak pada dirinya.

"Beredarnya video tersebut telah memunculkan berbagai asumsi dan kesimpulan yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Tuduhan yang beredar telah merugikan kehormatan, martabat, nama baik, kehidupan keluarga, serta profesi saya sebagai tenaga pendidik. Kondisi psikologis saya dan keluarga juga ikut terdampak," tuturnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.