Tingkatkan Keamanan Pasar
Hari Widodo August 08, 2026 08:47 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- JUMAT 7 Agustus 2026 jadi hari ujian mental dan keimanan bagi sejumlah warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Mereka adalah penyewa dan atau pemilik 17 kios yang terbakar Pasar Teluk Dalam Jalan Sutoto S, Kecamatan Banjarmasin Tengah, pada musibah kemarin pagi.

Jumlah kerugian dan penyebab kebakaran masih dalam perhitungan dan penyelidikan pihak kepolisian. Namun perlu jadi perhatian, ini merupakan kejadian keempat sepanjang tahun 2026.

Berdasar bank data Banjarmasin Post, sebelumnya ada kebakaran di Pasar Ujung Murung Banjarmasin pada Jumat 13 Maret 2026. Terjadi menjelang waktu berbuka puasa sekitar pukul 18.50 Wita.

Dua bulan berselang, 4 Mei 2026, kios-kios pedagang bawang dan sembako di area Pasar Baru ambruk dan ludes dilalap api pada Senin dini hari.

Dua bulan kemudian, Jumat 10 Juli 2026, kebakaran besar terjadi pada dini hari sekitar pukul 03.00 Wita di kawasan Pasar Lima Banjarmasin. Sebanyak 162 kios dan ruko ludes.

Setelah bulan berikutnya, Sabtu 25 Juli 2026,  api kembali berkobar di pasar legendaris di Banjarmasin tersebut. Kali ini siang saat warga pasar beraktivtas.

Dari lima kejadian kebakaran pasar di Banjarmasin  hingga Agustus 2026 ini, ada beberapa hal yang perlu disikapi Pemerintah Kota Banjarmasin melalui dinas terkait.

Secara garis besar hal ini terbagi dua, yakni pencegahan teknis dan infrastruktur, serta

peningkatan kesiapsiagaan. Untuk pencegahan teknis dan infrastruktur bisa dilakukan melalui tiga upaya. Pertama,

Memeriksa jaringan kabel dan meteran listrik secara rutin untuk mencegah korsleting yang sering menjadi pemicu utama. Terlebih di pasar tradisional yang merupakan bangunan lama dan belum tersentuh teknologi terkini.

Kedua terkait akses evakuasi dan jalur darurat. Dinas pasar dan instansi terkait perlu

memastikan lorong antarkios tidak sempit atau tertutup barang dagangan agar kendaraan dan petugas pemadam mudah masuk.

Terakhir, terkait ketersediaan sumber air. Perlu pemetaan dan menjaga fungsi titik air alternatif seperti sungai atau gorong-gorong di sekitar kawasan pasar. Hal ini tetap perlu jadi perhatian, meskipun Banjarmasin dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.

Sedangkan dari sisi peningkatan kesiapsiagaan, juga ada tiga upaya yang perlu dilakukan.

Pertama, mengadakan sosialisasi kontinyu dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Ringan Ringan (APAR) bagi para pedagang pasar; kedua, pemasangan alat pemadam; terakhir, memasyarakatkan nomor panggilan darurat, seperti layanan call center 112 Pemko Banjarmasin, untuk respons cepat saat insiden terjadi.

Di luar itu, tetaplah perlu kehati-hatian dari pemilik/penyewa kios pasar. Terutama terkait listrik dan sumber api. Selain itu, wakar pasar juga perlu lebih waspada. Terlebih saat malam.

Kalau semua upaya dan usaha sudah dilakukan, tinggal berdoa kepada Yang Maha Kuasa, meminta agar dihindarkan dari musibah dan marabahaya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.