Gen Alfa Dicap 'Manja' karena Tak Tahan Panas, Pakar IPB Soroti Pola Asuh
GH News August 08, 2026 09:08 AM
Jakarta -

Gen Alfa tengah dicap sebagai 'Anak AC' karena tidak tahan panas saat upacara bendera. Di balik fasilitas yang memudahkan kehidupan, ahli pengasuhan dan perkembangan anak IPB University, Prof Dwi Hastuti, mengatakan kondisi ini dipengaruhi lingkungan dan pola asuh.

Gen Alfa yang lahir pada 2010-2025 adalah generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi informasi, digitalisasi, serta beragam fasilitas yang memberikan kenyamanan. Sejak kecil, mereka sudah berkenalan dengan pendingin ruangan (AC).

"Dari perspektif psikologis, kondisi tersebut membuat anak-anak gen Alfa cenderung terbiasa memperoleh kemudahan sehingga karakter kegigihan, ketahanan mental, dan daya juang mereka berpotensi tidak sekuat generasi sebelumnya," ujar Prof Tuti, demikian dia disapa, dalam laman IPB University, Jumat (7/8/2026).

Kemudahan fasilitas juga membentuk kebiasaan berpikir serba instan. Saat anak kepanasan, mereka cenderung langsung menyalakan AC tanpa mencoba alternatif lain seperti menggunakan kipas tangan atau mencari tempat sejuk.

Minimnya Aktivitas Fisik

Pola hidup yang minim aktivitas fisik (sedentary life) juga menjadi salah satu karakter gen Alfa. Kondisi tersebut bisa muncul karena lingkungan keluarga, sekolah, dan budaya yang mengutamakan kepraktisan.

Jika dahulu anak biasa berjalan kaki ke sekolah, kini mereka diantarkan kendaraan pribadi atau jemputan sekolah.

Peran Orang Tua

Tuti mengingatkan peran penting orang tua dalam membangun ketangguhan anak. Orang tua perlu memberikan teladan dan menjelaskan alasan di balik setiap pilihan sehingga anak terbiasa berpikir, menganalisis, dan mengambil keputusan.

"Ajak anak untuk mengalami juga bagaimana jika ia harus jalan kaki, bagaimana jika tiba-tiba tidak punya uang, tidak punya aneka fasilitas yang membantu mereka. Hal ini agar anak terbiasa dengan manajemen risiko, sehingga ia tidak bermental 'lembek', mudah menyerah serta mudah putus asa," jelasnya.

Selain itu, orang tua bisa mengajak anak melihat berbagai kondisi sosial di sekitarnya untuk melatih empati, berdiskusi, dan belajar menghadapi berbagai kondisi dalam kehidupan.

Tuti mengingatkan, anak yang terlalu bergantung pada fasilitas dan selalu dilayani bisa mengalami kesulitan saat menghadapi tantangan. Oleh karena itu, anak perlu dibiasakan melakukan berbagai hal secara mandiri.

"Hal ini karena salah satu kunci keberhasilan anak di masa depan adalah individu yang agile, mudah beradaptasi, dan menyelesaikan masalah serta kreatif," jelasnya.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.