Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warta humaniora kemarin, Jumat (7/8), masih menarik dibaca hari ini, mulai dari Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan 66 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia yang menjabat sebagai kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga update soal penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo.

Berikut rangkuman berita yang masih menarik dibaca pagi ini:

BGN berhentikan 66 kepala dapur MBG atas tindakan tidak disiplin

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan pihaknya telah memberhentikan 66 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjabat sebagai kepala dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) per hari ini atas tindakan tidak disiplin.

Baca selengkapnya di sini.

KPPPA: Kepemimpinan ASN perempuan harus ditopang kemampuan komunikasi

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menekankan pentingnya kemampuan komunikasi sebagai salah satu kompetensi utama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan, khususnya pada jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).

Baca selengkapnya di sini.

Keracunan MBG di Bogor, BGN bakal beri label batas waktu konsumsi

Badan Gizi Nasional (BGN) akan memberikan label batas waktu konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk merespons kasus keracunan yang masih terjadi di berbagai wilayah, termasuk yang terbaru di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca selengkapnya di sini.

Balai Besar TNBTS duga kebakaran di Bromo karena aktivitas manusia

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menduga kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo bukan karena faktor alam tetapi dari aktivitas manusia.

Baca selengkapnya di sini.

Khofifah: BNPB kirim satu helikopter "water bombing" tambahan ke Bromo

​​​​​​​Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengirimkan satu unit helikopter pengebom air atau water bombing tambahan untuk mempercepat pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo, pada Sabtu (8/8).​​​​​​​

Baca selengkapnya di sini.