Diawali dengan meninggalnya pengacara M Sholeh yang juga mantan aktivis PRD dan dikenal dengan gerakannya 'No Viral No Justice'.
Baca juga: Jatim Terpopuler: Eks Kades Bantah Rekam Istri Tetangga hingga Dokter Hina Pasien BPJS Dinonaktifkan
Selanjutnya sosok Cak Sholeh yang dikenal sebagai pengacara yang vokal dalam mengawal berbagai perkara.
Terakhir, ibu rumah tangga berinisial K (54) ditemukan tewas di gudang belakang rumahnya.
Berikut selengkapnya:
Kabar duka menyelimuti dunia peradilan di Surabaya pada Jumat (7/8/2026).
Itu setelah pengacara M Sholeh yang juga mantan aktivis PRD dan juga dikenal dengan gerakannya ‘No Viral No Justice’ dikabarkan meninggal dunia.
"Assalamualaikum wr wb "INNALILLAHI WAINNALILLAHI ROJIUN" telah berpulang ke rahmatullah suami, ayahanda kami tercinta.
"H, Muhammad Sholeh, SH" Pada hari Jumat 07 Agustus 2026. Mohon dimaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan beliau semasa hidupnya, Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
"Almarhum dimakamkan di Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin Prigen-Pasuruan. Rumah duka Jl. Lebak Rejo Utara II no 49-51 Surabaya Wassalamualaikum wr wb," begitu bunyi pesan yang ada di status WhatsApp Cak Sholeh hari ini.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Semasa hidupnya, Cak Sholeh dikenal sebagai sosok pengacara yang vokal dalam mengawal berbagai perkara.
Ia juga merupakan mantan aktivis PRD dan dikenal luas lewat gerakan No Viral No Justice.
No Viral No Justice merupakan slogan yang disuarakan Cak Sholeh sebagai kritik terhadap penegakan hukum yang dinilai baru bergerak setelah suatu kasus tersebut menjadi viral di media sosial.
Dedikasi dan kiprahnya dalam mendampingi masyarakat menjadikan namanya cukup dikenal di dunia advokasi dan peradilan.
Muhammad Sholeh merupakan salah satu advokat yang cukup dikenal di Surabaya.
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya ini memiliki perjalanan hidup yang panjang, mulai dari dunia aktivisme hingga menjadi pengacara yang kerap menangani berbagai perkara publik.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Peristiwa tragis menggemparkan warga Dusun Pudak, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Seorang ibu rumah tangga berinisial K (54) ditemukan tewas di dalam gudang belakang rumahnya pada Kamis (6/8/2026) pagi.
Korban yang menderita penyakit stroke diduga kuat meninggal dunia akibat penganiayaan secara brutal oleh anak kandung sendiri, DN (38), menggunakan benda tumpul di bagian kepala.
Satreskrim Polres Ngawi bergerak cepat mengamankan pelaku.
BACA SELENGKAPNYA >>>