Gagal dengan Pemain Naturalisasi, Timnas Indonesia Ulangi Era Gelap 2012-2014
Dwi Widijatmiko August 08, 2026 10:33 AM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Timnas Indonesia mengulangi performa terburuk pada 2012-2014 dengan dua kali berturut-turut gagal lolos dari fase grup ASEAN Championship.

BOLASPORT.COM - Timnas Indonesia mengulangi performa terburuk di ASEAN Championship dengan dua kali berturut-turut gagal lolos dari fase grup.

Hasil imbang 1-1 melawan tuan rumah Singapura pada Jumat (7/8/2026) membuat Indonesia hanya finis di peringkat 3 Grup A ASEAN Championship 2026 sehingga gagal lolos ke semifinal.

Apa yang dicapai tim asuhan John Herdman sama dengan Shin Tae-yong dua tahun lalu.

Di ASEAN Championship 2024, langkah Skuad Garuda juga terhenti di fase grup.

Ini berarti Timnas Indonesia mengulangi performa terburuk di turnamen paling bergengsi Asia Tenggara.

Sebelum ini, hanya ada satu periode hitam di mana Indonesia dua kali gagal melewati fase grup ASEAN Championship atau Piala AFF secara berturut-turut.

Momen tersebut terjadi pada turnamen edisi 2012 dan 2014.

Yang menarik, isu pemain naturalisasi menjadi latar belakang cerita empat kegagalan dalam dua periode tersebut.

Pada 2024, Shin Tae-yong memang gagal dalam upayanya membawa Justin Hubner dan Ivar Jenner, yang tidak dilepas klub mereka.

Akan tetapi, masih ada Rafael Struick sebagai pemain naturalisasi yang mengisi skuad.

Empat kali tampil, dua kali sebagai starter, Struick gagal mencetak gol di saat Timnas Indonesia berturut-turut mengalahkan Myanmar 1-0, ditahan Laos 3-3, lalu takluk  dari Vietnam 0-1 dan Filipina 0-1.

Di edisi 2026, John Herdman dipersenjatai amunisi pemain naturalisasi yang lebih masif.

Hubner dan Jenner, yang batal dibawa pada 2024, kini mengisi skuad.

Juga ada Jordi Amat, Sandy Walsh, Mitchell Baker, Ragnar Oratmangoen, Eliano Reijnders, Thom Haye, Shayne Pattynama, Marc Klok, Jens Raven, dan Tim Geypens.

Skuad ini sempat membuat publik Indonesia bermimpi bahwa Tim Merah Putih akhirnya akan bisa memutus puasa menjadi juara ASEAN Championship.

Sayangnya, penantian 30 tahun itu harus berlanjut karena laju Indonesia lagi-lagi terhenti di fase grup.

Isu pemain naturalisasi juga mewarnai kegagalan tim 2012 dan 2014.

Skuad 2012 diisi oleh antara lain oleh Raphael Maitimo dan Jhon van Beukering.

Nama yang disebut terakhir adalah sosok yang mendapatkan sorotan tetapi dalam konotasi negatif.

Van Beukering membawa masalah obesitas alias kelebihan berat badan saat membela Skuad Garuda di Piala AFF 2012.

Dengan tinggi badan 186 cm, berat badannya kala itu sempat mencapai 95 kg padahal bobot idealnya adalah 85 kg.

Bisa ditebak, Van Beukering tidak memberikan kontribusi saat Indonesia ditahan Laos 2-2, menang 1-0 atas Singapura, dan dikalahkan Malaysia 0-2.

Maitimo masih ada kontribusinya dengan mencetak gol pertama Timnas Indonesia di turnamen tersebut.

Pada 2014, Maitimo masih memperkuat tim.

Dia ditemani pemain naturalisasi lainnya seperti Victor Ignonefo, Cristian Gonzales, dan Sergio van Dijk.

Namun, pasukan naturalisasi Indonesia ternyata kalah sakti dari Filipina.

Ketika itu, Filipina rupanya menyimpan kekuatan tersembunyi dengan barisan pemain naturalisasinya sendiri yaitu Younghusband Bersaudara, Manuel Ott, Martin Steuble, dan Rob Gier.

Setelah menahan Vietnam 2-2 di pertandingan pertama, Indonesia dikejutkan oleh Filipina pada laga kedua.

Philip Younghusband, Ott, Steuble, dan Gier membombardir gawang Indonesia untuk membawa Filipina menang telak 4-0.

Kemenangan 5-1 atas Laos pada pertandingan terakhir tidak cukup untuk membawa Timnas Indonesia lolos ke semifinal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.