TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Kondisi meja dan kursi belajar yang mulai lapuk menjadi salah satu tantangan yang dihadapi SMA Negeri Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu.
Kepala SMA Negeri Bulutaba, Sumardi, mengatakan sebagian besar mebel yang digunakan saat ini merupakan fasilitas lama yang telah digunakan bertahun-tahun sejak sekolah berdiri pada 2006.
Seiring usia pemakaian, sejumlah meja dan kursi mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan peremajaan secara bertahap.
Baca juga: Gadis 15 Tahun di Mamuju Hamil 3 Bulan usai Dirudapaksa Belasan Pria, 2 Pelaku Pamannya Sendiri
Baca juga: Belum Ditangkap, Polisi Kumpulkan Bukti soal Anggota DPRD Torut di Tambang Ilegal di Mamuju
"Memang dari dulu ada meja dan kursi, tetapi banyak yang sudah lapuk karena usia pemakaian," kata Sumardi saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, kerusakan mebel terjadi secara bertahap setiap tahun. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan pengadaan meja dan kursi terus bertambah.
Saat ini SMA Negeri Bulutaba memiliki 15 ruang kelas. Namun, tidak seluruh ruang belajar memiliki fasilitas meja dan kursi yang memadai.
Bahkan, masih terdapat lima ruang kelas yang belum memiliki kelengkapan mebel sehingga siswa harus menyesuaikan kondisi saat mengikuti proses belajar mengajar.
Sumardi menjelaskan pihak sekolah selama ini berupaya melakukan pengadaan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Namun, pengadaan dilakukan secara bertahap karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran sekolah serta kebutuhan operasional lainnya.
Selain itu, sekolah juga rutin mengajukan proposal bantuan kepada Dinas Pendidikan guna memenuhi kebutuhan sarana belajar.
"Kami sudah beberapa kali mengusulkan pengadaan meja dan kursi. Informasi yang kami terima ada rencana bantuan untuk dua ruang kelas," ujarnya.
Dalam usulan yang diajukan, sekolah mengharapkan bantuan pengadaan mebel untuk 10 ruang kelas agar kebutuhan belajar siswa dapat terpenuhi secara bertahap.
Menurut Sumardi, peremajaan mebel menjadi kebutuhan penting mengingat usia sekolah yang telah memasuki dua dekade dan jumlah siswa yang terus bertambah setiap tahunnya.
Ia berharap upaya yang dilakukan sekolah bersama berbagai pihak dapat membantu pemenuhan sarana belajar sehingga proses pendidikan berjalan lebih optimal.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan