TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Karhutla di Kalteng, fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memperkuat kondisi musim kemarau di Kalimantan Tengah.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ihsan mengatakan, berdasarkan indeks ENSO Nino 3.4, kondisi El Nino saat ini menunjukkan kategori kuat.
"Nilai terakhir pada dasarian III Juli 2026 berada di angka 1,59 yang menunjukkan kondisi El Nino kuat," ujar Ihsan, Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan, El Nino merupakan anomali suhu muka laut yang terjadi di wilayah Pasifik Timur.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi pola cuaca, termasuk berkurangnya suplai uap air menuju wilayah Indonesia.
Baca Selengkapnya
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pembongkaran lantai dapur rumah di kawasan Jalan Anggrek, Lingkar Luar Palangka Raya, berujung penemuan keberadaan dua ekor ular piton berukuran besar yang bersarang di bawah lantai yang bikin merinding.
Kedua ular tersebut ditemukan saat pemilik rumah bersama seorang tukang batu membongkar keramik dapur rumah yang berada di seberang Terminal W.A. Garra, Kamis (6/8/2026).
Ketua BPK Kamboja Sucipto mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait temuan ular piton tersebut dan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
"Ular piton yang ditemukan memiliki panjang sekitar 3,5 meter dengan diameter sekitar 3,5 inci," kata Sucipto saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026)
Ia menjelaskan, keberadaan ular pertama diketahui ketika pemilik rumah dan tukang batu membongkar lantai keramik seluas sekitar 2 meter persegi.
Baca Selengkapnya
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kepulan asap masih membumbung dari kawasan Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (7/8/2026).
Sejak kebakaran lahan terjadi pada Senin (3/8/2026), api hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan meski upaya penanganan terus dilakukan dari darat maupun udara.
Desa Camba menjadi salah satu titik prioritas penanganan karena luasnya area terdampak serta banyaknya titik panas yang terpantau di wilayah tersebut.
Operasi pemadaman melibatkan Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kotim, masyarakat, pemerintah desa, hingga perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit yang berada di sekitar lokasi.
Tiga perusahaan yang turut membantu penanganan yakni PT Nusantara Sawit Persada (NSP), PT Mulia Agro Permai (MAP), serta eks PT Globalindo Alam Perkasa (GAP), yang kini dikelola PT Agrinas Palma Nusantara.
Baca Selengkapnya
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG), kembali menggelar aksi unjuk rasa menyikapi persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Aksi tersebut berlangsung di depan Kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya, Jumat (7/8/2026).
Massa aksi membawa sejumlah tuntutan terkait layanan kelistrikan yang dinilai belum memberikan kepastian kepada masyarakat.
Mereka menilai pemadaman bergilir masih terus berlangsung meski sebelumnya PLN telah menyampaikan komitmen untuk menghentikan kondisi tersebut.
Koordinator Aksi GPG, Joseph mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena PLN dinilai belum memenuhi janji terkait penghentian pemadaman bergilir.
Baca Selengkapnya
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di Kalimantan Tengah mendorong Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) membawa tuntutan ke tingkat pusat.
Diketahui, GPG telah mengirimkan surat kepada DPR RI untuk meminta digelarnya rapat dengar pendapat (RDP) terkait persoalan kelistrikan di Kalteng.
Baca juga: Tingkatkan SDM, Pemkab Lamandau Kerja Sama dengan ITB Asia Malang Perluas Akses Pendidikan Tinggi
Perwakilan massa aksi, Fiteli Waruwu mengatakan, surat permintaan RDP tersebut telah disampaikan sejak 3 Agustus 2026. Saat ini, pihaknya masih menunggu jadwal pelaksanaan rapat bersama DPR RI.
"Per tanggal 3 Agustus kami telah mengirimkan surat kepada DPR RI untuk meminta dilaksanakannya rapat dengar pendapat (RDP). Saat ini kami menunggu jadwal pelaksanaannya terkait persoalan pemadaman listrik di Kalimantan Tengah," kata Fiteli, Jumat (7/8/2026).
Baca Selengkapnya
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kekecewaan terhadap pelayanan PT PLN (Persero) disampaikan peternak ayam, Satrio, saat mengikuti aksi Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jumat (7/8/2026).
Dengan suara tegas dan nada penuh kekecewaan, Satrio menyoroti janji PLN terkait penghentian pemadaman listrik serta kejelasan kompensasi bagi masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Gerakan Palangka Raya Gelap Ajukan RDP ke DPR RI Bahas Pemadaman Listrik Kalteng, Desak PLN
Ia menegaskan, kedatangan masyarakat dalam aksi tersebut bukan untuk menuntut sesuatu yang berlebihan, melainkan meminta PLN memenuhi komitmen yang sebelumnya telah disampaikan.
"Pada dasarnya kami hanya menuntut janji yang telah disampaikan PLN. Mereka menjanjikan bahwa pemadaman listrik akan berhenti pada tanggal 5 Agustus," kata Satrio.
Baca Selengkapnya
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik yang masih terjadi setelah PT PLN (Persero) sebelumnya menjanjikan kondisi kelistrikan kembali normal mulai 5 Agustus 2026 mendapat penjelasan dari pihak PLN.
PLN menyebut, pasokan daya sempat bertambah setelah PLTU SLK Gunung Mas beroperasi, namun sistem kembali terbatas akibat gangguan kebocoran boiler di PLTU-DPI pada 6 Agustus 2026.
Baca juga: Rasa Kecewa Peternak Ayam ke PLN, Warga Tak Minta Ganti Ayam Mati tapi Kejelasan Kompensasi
Asisten Manager Bidang Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Palangka Raya, Sesen mengatakan, pengoperasian PLTU SLK Gunung Mas menjadi salah satu upaya memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Menurutnya, operasional pembangkit tersebut bahkan dapat dilakukan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.
Baca Selengkapnya