Berita Populer Kalteng: Tuntut PLN soal Kejelasan Kompensasi Pemadaman Listrik hingga 70 Telur Piton
Haryanto August 08, 2026 10:50 AM

Karhutla di Kalteng, BMKG Sebut Fenomena El Nino Kuat saat Musim Kemarau Berpotensi Lebih Kering



 

MEMADAMKAN - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Barat, Kamis (6/8/2026).
MEMADAMKAN - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Barat, Kamis (6/8/2026).(Istimewa)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Karhutla di Kalteng, fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memperkuat kondisi musim kemarau di Kalimantan Tengah. 

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ihsan mengatakan, berdasarkan indeks ENSO Nino 3.4, kondisi El Nino saat ini menunjukkan kategori kuat. 

"Nilai terakhir pada dasarian III Juli 2026 berada di angka 1,59 yang menunjukkan kondisi El Nino kuat," ujar Ihsan, Jumat (7/8/2026). 

Ia menjelaskan, El Nino merupakan anomali suhu muka laut yang terjadi di wilayah Pasifik Timur.  

Kondisi tersebut dapat memengaruhi pola cuaca, termasuk berkurangnya suplai uap air menuju wilayah Indonesia. 


Baca Selengkapnya



Bikin Merinding, Warga Jalan Anggrek Palangka Raya Bongkar Lantar Dapur Temukan 2 Piton dan 70 Telor



 

EVAKUASI - Dua ekor ular piton berukuran besar yang bersarang di bawah lantai saat pemilik rumah bersama seorang tukang batu membongkar keramik dapur rumah yang berada di seberang Terminal W.A. Garra, Kamis (6/8/2026).
EVAKUASI - Dua ekor ular piton berukuran besar yang bersarang di bawah lantai saat pemilik rumah bersama seorang tukang batu membongkar keramik dapur rumah yang berada di seberang Terminal W.A. Garra, Kamis (6/8/2026).(Tribunkalteng.com)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pembongkaran lantai dapur rumah di kawasan Jalan Anggrek, Lingkar Luar Palangka Raya, berujung penemuan keberadaan dua ekor ular piton berukuran besar yang bersarang di bawah lantai yang bikin merinding. 

Kedua ular tersebut ditemukan saat pemilik rumah bersama seorang tukang batu membongkar keramik dapur rumah yang berada di seberang Terminal W.A. Garra, Kamis (6/8/2026). 

Ketua BPK Kamboja Sucipto mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait temuan ular piton tersebut dan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. 

"Ular piton yang ditemukan memiliki panjang sekitar 3,5 meter dengan diameter sekitar 3,5 inci," kata Sucipto saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026) 

Ia menjelaskan, keberadaan ular pertama diketahui ketika pemilik rumah dan tukang batu membongkar lantai keramik seluas sekitar 2 meter persegi. 


Baca Selengkapnya



Karhutla di Desa Camba Belum Padam sejak Senin, Satgas Kerahkan Helikopter hingga Alat Berat PBS



 

KARHUTLA DI KOTIM - Kepulan asap masih membumbung dari kawasan Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (7/8/2026).
KARHUTLA DI KOTIM - Kepulan asap masih membumbung dari kawasan Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (7/8/2026).(BPBD Kotim)

 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kepulan asap masih membumbung dari kawasan Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (7/8/2026).  

Sejak kebakaran lahan terjadi pada Senin (3/8/2026), api hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan meski upaya penanganan terus dilakukan dari darat maupun udara.

Desa Camba menjadi salah satu titik prioritas penanganan karena luasnya area terdampak serta banyaknya titik panas yang terpantau di wilayah tersebut. 

Operasi pemadaman melibatkan Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kotim, masyarakat, pemerintah desa, hingga perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit yang berada di sekitar lokasi. 

Tiga perusahaan yang turut membantu penanganan yakni PT Nusantara Sawit Persada (NSP), PT Mulia Agro Permai (MAP), serta eks PT Globalindo Alam Perkasa (GAP), yang kini dikelola PT Agrinas Palma Nusantara. 


Baca Selengkapnya



Demo di Kantor PLN Palangka Raya, GPG Tuntut Kejelasan Pemadaman Listik Bergilir dan Kompensasi



 

MENUNTUT - Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya, Jumat (7/8/2026).(Tribunkalteng.com)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG), kembali menggelar aksi unjuk rasa menyikapi persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. 

Aksi tersebut berlangsung di depan Kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya, Jumat (7/8/2026). 

Massa aksi membawa sejumlah tuntutan terkait layanan kelistrikan yang dinilai belum memberikan kepastian kepada masyarakat.  

Mereka menilai pemadaman bergilir masih terus berlangsung meski sebelumnya PLN telah menyampaikan komitmen untuk menghentikan kondisi tersebut. 

Koordinator Aksi GPG, Joseph mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena PLN dinilai belum memenuhi janji terkait penghentian pemadaman bergilir. 


Baca Selengkapnya



Gerakan Palangka Raya Gelap Ajukan RDP ke DPR RI Bahas Pemadaman Listrik Kalteng, Desak PLN



 

MENUNTUT - Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya, Jumat (7/8/2026).(Tribunkalteng.com)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di Kalimantan Tengah mendorong Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) membawa tuntutan ke tingkat pusat.

Diketahui, GPG telah mengirimkan surat kepada DPR RI untuk meminta digelarnya rapat dengar pendapat (RDP) terkait persoalan kelistrikan di Kalteng.

Baca juga: Tingkatkan SDM, Pemkab Lamandau Kerja Sama dengan ITB Asia Malang Perluas Akses Pendidikan Tinggi

Perwakilan massa aksi, Fiteli Waruwu mengatakan, surat permintaan RDP tersebut telah disampaikan sejak 3 Agustus 2026. Saat ini, pihaknya masih menunggu jadwal pelaksanaan rapat bersama DPR RI.

"Per tanggal 3 Agustus kami telah mengirimkan surat kepada DPR RI untuk meminta dilaksanakannya rapat dengar pendapat (RDP). Saat ini kami menunggu jadwal pelaksanaannya terkait persoalan pemadaman listrik di Kalimantan Tengah," kata Fiteli, Jumat (7/8/2026).


Baca Selengkapnya



Rasa Kecewa Peternak Ayam ke PLN, Warga Tak Minta Ganti Ayam Mati tapi Kejelasan Kompensasi



 

MASSA AKSI - Pendemo menumpahkan bangkai ayam sebagai bentuk protes pemadaman listrik yang dilakukan PLN di depan kantor PLN di Palangka Raya, Rabu (29/7/2026) lalu
MASSA AKSI - Pendemo menumpahkan bangkai ayam sebagai bentuk protes pemadaman listrik yang dilakukan PLN di depan kantor PLN di Palangka Raya, Rabu (29/7/2026) lalu(Tribunkalteng.com/Ahmad Supriandi)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kekecewaan terhadap pelayanan PT PLN (Persero) disampaikan peternak ayam, Satrio, saat mengikuti aksi Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jumat (7/8/2026).

Dengan suara tegas dan nada penuh kekecewaan, Satrio menyoroti janji PLN terkait penghentian pemadaman listrik serta kejelasan kompensasi bagi masyarakat yang terdampak.

Baca juga: Gerakan Palangka Raya Gelap Ajukan RDP ke DPR RI Bahas Pemadaman Listrik Kalteng, Desak PLN

Ia menegaskan, kedatangan masyarakat dalam aksi tersebut bukan untuk menuntut sesuatu yang berlebihan, melainkan meminta PLN memenuhi komitmen yang sebelumnya telah disampaikan.

"Pada dasarnya kami hanya menuntut janji yang telah disampaikan PLN. Mereka menjanjikan bahwa pemadaman listrik akan berhenti pada tanggal 5 Agustus," kata Satrio.


Baca Selengkapnya



UPDATE Mati Listrik Kaltengteng: PLN Ungkap Biang Kerok Pemicu Gangguan di Palangka Raya



 

BANGKAI AYAM - Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) Kalimantan Tengah menyegel Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya.
BANGKAI AYAM - Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) Kalimantan Tengah menyegel Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya.(Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik yang masih terjadi setelah PT PLN (Persero) sebelumnya menjanjikan kondisi kelistrikan kembali normal mulai 5 Agustus 2026 mendapat penjelasan dari pihak PLN.

PLN menyebut, pasokan daya sempat bertambah setelah PLTU SLK Gunung Mas beroperasi, namun sistem kembali terbatas akibat gangguan kebocoran boiler di PLTU-DPI pada 6 Agustus 2026.

Baca juga: Rasa Kecewa Peternak Ayam ke PLN, Warga Tak Minta Ganti Ayam Mati tapi Kejelasan Kompensasi

Asisten Manager Bidang Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Palangka Raya, Sesen mengatakan, pengoperasian PLTU SLK Gunung Mas menjadi salah satu upaya memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Menurutnya, operasional pembangkit tersebut bahkan dapat dilakukan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.


Baca Selengkapnya



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.