TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lonjakan tajam titik panas (hotspot) terjadi di Provinsi Riau.
Dalam sehari, jumlah hotspot melonjak dari 25 titik menjadi 143 titik berdasarkan data BMKG yang diperbarui Sabtu (8/8/2026) pukul 07.00 WIB.
Angka tersebut berarti terjadi penambahan 118 titik panas hanya dalam sehari.
Lonjakan ini juga membuat Riau menjadi salah satu provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi di Sumatera, setelah Sumatera Selatan yang mencatat 254 titik.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Indah DN menyampaikan, hotspot Riau tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 48 titik.
Selanjutnya Kabupaten Bengkalis mencatat 24 hotspot, Indragiri Hulu 14 titik, Pelalawan 13 titik, Rokan Hulu 13 titik, Kota Dumai 11 titik, Siak tujuh titik, Kampar lima titik, Indragiri Hilir lima titik, dan Kuantan Singingi tiga titik.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 804 titik. Selain Sumatera Selatan dengan 254 titik, Jambi mencatat 123 titik, Bangka Belitung 119 titik, Lampung 71 titik, Sumatera Utara 54 titik, Sumatera Barat 30 titik, Bengkulu lima titik, dan Kepulauan Riau lima titik.
Lonjakan hotspot di Riau ini patut menjadi perhatian, terutama karena terjadi peningkatan yang sangat signifikan dalam waktu 24 jam.
Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan apabila titik-titik panas berkembang menjadi kebakaran terbuka.
Di sisi lain, BMKG masih memprakirakan hujan di sejumlah wilayah Riau, termasuk Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, Siak, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hulu pada malam hingga dini hari.
Masyarakat tetap diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan jika menemukan titik api. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)