TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) resmi membuka kegiatan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Kepulauan Sitaro, Jumat (7/8/2026), dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sitaro, Drs. Eddy S. Salindeho, M.Si, mewakili Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas, SE, MM.
Dalam kesempatan tersebut, Eddy Salindeho bertindak sebagai Inspektur Upacara Pembukaan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Tahun 2026.
Pemusatan pendidikan dan pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan para putra-putri terbaik daerah yang akan bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.
Selama mengikuti pelatihan, para calon anggota Paskibraka akan mendapatkan pembinaan secara intensif yang mencakup kedisiplinan, ketahanan fisik, keterampilan baris-berbaris, wawasan kebangsaan, hingga pembentukan karakter dan jiwa nasionalisme.
Pemerintah Kabupaten Sitaro berharap para peserta tidak hanya mampu menjalankan tugas pengibaran bendera dengan baik, tetapi juga menjadi generasi muda yang memiliki integritas, disiplin, tanggung jawab, serta semangat cinta tanah air.
“Jadilah generasi muda Sitaro yang disiplin, tangguh, berkarakter dan mampu mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab, sebagai wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Salindeho.
Pemkab Sitaro juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan dan pelatihan Paskibraka, termasuk para pelatih, pembina, unsur TNI-Polri, serta perangkat daerah yang mendukung kelancaran kegiatan.
Pembukaan Diklat Paskibraka Tahun 2026 ditandai dengan prosesi penyematan tanda peserta kepada perwakilan calon anggota Paskibraka. (Edu)
Baca juga: Pemkab Sitaro Raih Juara III NSIF 2026, Usung Proyek Masadada Park
Jarak antara Kepulauan Sitaro (Siau Tagulandang Biaro) dan Manado adalah sekitar 84 mil laut atau sekitar 155 km.
Perjalanan laut dari Sitaro ke Manado ini biasanya ditempuh dalam waktu 4 hingga 7 jam menggunakan kapal ferry cepat.
Sitaro sangat terkenal sebagai salah satu produsen buah pala terbaik dengan kualitas nomor satu di dunia.
Selain komoditas pertaniannya, wilayah kepulauan ini juga dijuluki "Bumi Karamando" dan tersohor karena kekayaan alamnya yang ekstrem sekaligus eksotis.
Salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia terletak di Pulau Siau, yakni Gunung Karangetang.
Gunung ini dikenal dengan kubah lavanya yang sering kali menyala di malam hari, menyajikan pemandangan magis sekaligus menantang bagi para pencinta petualangan alam.
Fakta lainnya tentang Sitaro, di sini ada Tarsius Tumpara yakni Satwa endemik langka yang hanya bisa ditemukan di Pulau Siau.
Primata mini bermata besar ini hidup secara nokturnal dan sering dijumpai di kawasan hutan sekitar Danau Kapeta.
Sitaro juga memiliki lebih dari 50 titik penyelaman dengan terumbu karang dan biota laut yang masih sangat perawan.
Salah satu destinasi yang paling terkenal secara internasional adalah Pulau Mahoro, pulau kecil tak berpenghuni dengan pantai pasir putih halus dan air laut sejernih kristal.
Secara administratif, nama lengkap kabupaten ini (Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro) memegang rekor sebagai nama daerah terpanjang di Indonesia.