BGN Temukan Dugaan Penyebab Keracunan Massal MBG di Jayapura: Tempe Bacem Dimasak Terlalu Dini
Paul Manahara Tambunan August 08, 2026 11:29 AM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan hasil penelusuran awal terkait kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan penerima manfaat di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.

Dugaan sementara mengarah pada penurunan kualitas salah satu menu makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel Papua.

Wakil Kepala BGN, Trenggono, menjelaskan menu tempe bacem yang disajikan kepada para siswa diduga menjadi penyebab utama karena dimasak terlalu cepat sebelum dibagikan.

Baca juga: Buntut Kasus Dugaan Keracunan Makanan MBG di Jayapura, Bupati Sebut Yayasan Tak Punya Itikad Baik

"Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini," kata Trenggono dalam keterangan pers resminya, Jumat (7/8/2026).

Meski demikian, Trenggono menegaskan pihak BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi untuk memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut.

"Seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi," tegasnya.

Kepala SPPG Dicopot, Operasional Dihentikan

Menindaklanjuti insiden tersebut, BGN mengambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara (suspend) operasional SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua serta mencopot kepala SPPG dari jabatannya.

Pangkah ini diambil guna mempermudah proses investigasi dan mengevaluasi seluruh rantai pasok serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyediaan makanan.

"Sementara kita suspend dulu, kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada SOP atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kita semua," ujar Trenggono.

Nantinya, hasil evaluasi menyeluruh akan dijadikan dasar penyempurnaan sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan pada seluruh tahapan pelaksanaan Program MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

219 Korban Ditangani Medis

Berdasarkan data BGN hingga Jumat (7/8/2026) pukul 15.45 WIT, tercatat sebanyak 219 orang korban keracunan telah mendapatkan penanganan medis intensif di sembilan fasilitas kesehatan yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Jayapura.

Baca juga: Update Keracunan MBG di Jayapura: Korban Capai 527 Orang, Dapur Yayasan Kasih Iman Samuel Ditutup

KERACUNAN MBG - Sebanyak 80 siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, mendadak dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Tampak sejumlah anak ditangani di tenda kawasan RSUD Yowari Jayapura, Sentani.
KERACUNAN MBG - Sebanyak 80 siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, mendadak dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Tampak sejumlah anak ditangani di tenda kawasan RSUD Yowari Jayapura, Sentani. (Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita)

Adapun rincian sebaran pasien perawatan meliputi:

  • RSUD Yowari: 83 pasien
  • Puskesmas Depapre: 61 pasien
  • RS Abepura: 24 pasien
  • RS Kementerian Kesehatan: 21 pasien
  • RS Dian Harapan: 20 pasien
  • Puskesmas Sentani: 14 pasien
  • RS Dok II Jayapura: 4 pasien
  • Puskesmas Komba: 2 pasien
  • Puskesmas Kampung Harapan: 1 pasien

Dari total 219 pasien yang ditangani, sebanyak delapan orang di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya dinyatakan membaik oleh tim medis.

Sementara itu, tiga pasien yang sebelumnya dirawat di RSUD Yowari harus dirujuk ke RS Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

"Kami memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan," pungkas Trenggono. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.