Bidik Seribu Pelari,  Sleman Temple Run 2026 Jelajahi Lima Candi
Hari Susmayanti August 08, 2026 12:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Setelah sempat hampir ditiadakan, Sleman Temple Run (STR) tahun 2026 akhirnya dipastikan bakal terselenggara pada Minggu (23/8/2026).

Even Sport tourism yang menjadi kebanggaan Kabupaten Sleman ini, mengusung konsep Running Around Temple atau lari lintas alam dari candi ke candi. 

"Even ini hanya dimiliki oleh Kabupaten Sleman dan menjadi satu-satunya event sport tourism lari di dunia dengan rute melewati candi-candi yang dilengkapi dengan menyuguhkan pemandangan yang indah serta kekayaan budaya dan kesenian tradisi masyarakat lokal," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Edy Winarya, Jumat (7/8) kemarin. 

Menurut dia, pada penyelenggaraan yang ke-11 ini, panitia menargetkan 1.000 pelari, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan disuguhi perpaduan antara olahraga, wisata alam dan kekayaan budaya. Terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni 7 kilometer, 15 kilometer dan 30 kilometer untuk kategori putra dan putri.

Sepanjang rute tersebut, pelari akan melewati sejumlah situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Hindu - Budha, antara lain Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ratu Boko, Candi Miri dan Candi Ijo.

Menariknya lagi, even ini akan membawa peserta melewati sejumlah destinasi wisata yang terkenal di wilayah Prambanan seperti Taman Wisata Tebing Breksi, Spot Riyadi, serta Kawasan Arca Gupala.

Edy menjelaskan, STR 2026 adalah even lari yang telah mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia dan terdaftar di International Trail Running Association (ITRA).

Even tahunan ini juga sudah terdaftar di kalender lari internasional. 

"Titik start dan finishnya berada di Kompleks Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan," terang dia.

Baca juga: Mulai Sakit Hari Selasa? Begini Maknanya Menurut Primbon Jawa

Event ini juga menjadi salah satu rangkaian memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. 

Pelaksanaan Sleman Temple Run juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mempromosikan destinasi wisata melalui event.

Masyarakat lokal yang dilalui rute STR akan dilibatkan. Mereka akan menampilkan berbagai kesenian tradisional sebagai bentuk penyambutan dan hiburan bagi para pelari.

Kesenian tersebut antara lain Jathilan Kudho Song Pace dari Sambirejo, Tari Sembagi Aruntala dari Wukirharjo, Tari dan Karawitan Sanggar Jagadhita dari Madurejo, Tari Edan-Edanan dari Bokoharjo, Tari Jaran Gaul dan Menak Koncar dari Gayamharjo, serta Tari Sasmito Manunggal dari Sumberharjo.

Melalui konsep tersebut, Sleman Temple Run tidak hanya menjadi perlombaan lari, tetapi juga sebagai etalase potensi budaya, sejarah, alam dan ekonomi masyarakat di wilayah Sleman timur. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Abu Bakar mengatakan, event STR di Sleman terus tumbuh setiap tahun.

Ia bercerita, ketika pertama kali digelar, target jumlah peserta Sleman Temple Run masih berada di kisaran 300 hingga 400 orang.

Namun, seiring perkembangan berbagai event olahraga berbasis wisata, apalagi semakin kuatnya tren sport tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta, membuat minat masyarakat untuk menjadi peserta terus bertambah.

"Dulu itu dari Jawa Promo masih 300, masih 400 peserta. Tapi sekarang sudah meningkat karena sport tourism banyak digemari masyarakat luas," kata dia.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.