TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelita, renungan Pria Kaum Bapa (P/KB) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dalam sepekan mulai 9 -15 Agustus 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Filipi 2:12-18.
Tema perenungan adalah Lakukanlah Segala Sesuatu dengan Tidak Bersungut-Sugut dan Berbantah-bantahan.
Khotbah:
Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan,
Menarik sekali di dalam surat ini terdapat ungkapan sukacita dan bersukacita yang muncul berulang kali disampaikan
rasul Paulus meskipun dirinya sedang berada di penjara, kemungkinan sekitar tahun 60-62 Masehi.
Tidak heran surat Filipi sering disebut sebagai -Surat Sukacita.
Jemaat Filipi adalah jemaat pertama yang terbentuk di benua Eropa atas pelayanan Paulus dalam perjalanan misi keduanya. Kota Filipi didiami oleh banyak pensiunan tentara Romawi.
Jemaat ini sangat mengasihi dan mendukung Paulus dalam misi pekabaran Injil. Walaupun demikian jemaat ini diperhadapkan dengan berbagai tantangan, berupa penganiayaan dari pihak luar, potensi perpecahan di dalam jemaat dan kecendurungan mementingkan diri sendiri.
Paulus kemudian mengajarkan tentang kerendahan hati Kristus (2:5-11) supaya menjadi patokan jemaat untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan,
Perikop Alkitab saat ini mengajarkan beberapa hal bagi kita. Pertama: orang yang diselamatkan hidup dalam ketaatan
kepada Allah (ayat 12-13). Kita adalah orang-orang yang telah diselamatkan Allah oleh iman kita kepada Yesus Kristus.
Dan keselamatan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kita bekerja karena Allah lebih dahulu bekerja di dalam kita. Mari kita bekerja dan melayani dengan integritas atau ketulusan hati.
Kedua: orang percaya dipanggil meninggalkan sikap-sikap mengeluh dan kebiasaan untuk bertengkar (ayat 14).
Karena sikap mengeluh menunjukkan hati yang kurang percaya kepada pemeliharaan Allah.
Sedangkan sikap berbantah-bantah berpotensi menghancurkan keluarga, persekutuan jemaat, lingkungan kerja dan masyarakat.
Kita sebagai P/KB GMIM hendaknya giat dan tulus melakukan segala pekerjaan yang baik.
Mulai dari tanggung jawab sebagai suami, ayah maupun sebagai kepala keluarga terlebih fungsi kita sebagai imam, nabi dan raja untuk kebaikan seisi rumah tangga kita.
Salah cara terbaik untuk terhindar dari sikap-sikap mengeluh dan berbantah-bantahan adalah setiap hari kita belajar bersyukur kepada Tuhan, sebab bangun di pagi hari saja sudah sangat bersyukur.
Belajar bersyukur dengan berkat yang Tuhan beri dari usaha kerja kita. Bersyukur dengan apa yang Tuhan beri membuat kita tenang dan tidak gampang stres.
Bersyukur dengan apa yang kita miliki dan hasilkan secara positif akan membuat kita tidak iri hati dan dengki terhadap orang lain yang mungkin memiliki berkat-berkat yang lain.
Cara lain adalah mari bangun relasi yang intim dengan Tuhan lewat doa yang senantiasa mengucap syukur, bukan selalu doa yang berisi pergumulan pribadi atau keluarga.
Kemudian bangun hubungan positif dengan sesama mulai dari keluarga masing-masing. Mari kita P/KB menjadi pelopor pembawa damai bukan pembawa konflik.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan,
Hal yang ketiga adalah kita sebagai orang percaya terpanggil menjadi terang di tengah dunia (ayat 15-16).
Dunia yang penuh godaan dosa sekarang ini membutuhkan figur-figur teladan hidup.
Terang menggambarkan keteladanan Kristus yang nampak dalam diri dan perilaku kita sebagai P/KB GMIM, yaitu kerendahan hati, kesabaran, perkataan yang membangun dan kesetiaan melakukan firman Tuhan.
Ketika tempat kita diwarnai keluh-kesah kita dipanggil memancarkan pengharapan yang teguh di dalam Kristus.
Hal keempat: Orang percaya melayani dengan sukacita sekalipun harus berkorban (ayat 17-18). Paulus rela menjadi
persembahan bagi Kristus.
Pelayanan bukan beban tetapi ungkapan syukur kepada Allah.
Firman Tuhan saat ini memberi kita hikmat untuk memahami bahwa kualitas iman tidak hanya diukur dari seberapa rajin kita beribadah tetapi juga dari bagaimana kita menjalani hidup, kerja dan pelayanan sehari-hari tanpa ada
sungut-sungut bahkan pertengkaran.
Sebaliknya kita terus memancarkan terang Kristus melalui sikap syukur, kerendahan hati dan sukacita. Amin.
Pertanyaan untuk PA:
1. Apa yang saudara pahami tentang maksud rasul Paulus menyoroti soal keselamatan dan sikap bersungut-sungut
bahkan berbantah-bantahan?
2. Bagaimana P/KB GMIM mewujudkan gaya hidup yang senantiasa bersyukur, bersukacita dan membawa damai
di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat?
Sumber: Komisi P/KB Sinode GMIM edisi Agustus-September 2026