Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah akibat musim kemarau.
Satu langkah yang dilakukan, yakni pompanisasi dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran, Indra, mengatakan pompanisasi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di wilayah yang terdampak kekeringan.
"Langkah-langkah untuk menanggulangi dampak kekeringan, kami bekerja sama dengan BBWS Citanduy untuk mengadakan pompanisasi," ujar Indra kepada Tribun Jabar di Parigi, Sabtu (8/8/2026) pagi.
Menurutnya, pompanisasi saat ini difokuskan di wilayah Kecamatan Padaherang, khususnya Desa Ciganjeng, serta Kecamatan Mangunjaya.
Baca juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Lansia di Pangandaran Sulap Dudukuy Jadi Atribut Karnaval Merah Putih
Untuk wilayah Mangunjaya, penanganan dilakukan oleh beberapa pihak sesuai kewenangan pengelolaan sumber daya air. Sebagian jaringan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Indra mengklaim pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan bidang SDA Provinsi Jawa Barat melalui UPTD terkait di kawasan Citanduy.
"Hasil koordinasi, SDA Provinsi sudah menurunkan satu unit pompa di daerah Mangunjaya," katanya.
Namun, kebutuhan pompa di lapangan masih belum sepenuhnya terpenuhi. Pemkab Pangandaran terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menambah dukungan sarana pompanisasi.
"Untuk kekurangannya kami sedang berusaha dan berupaya untuk berkoordinasi lagi dengan SDA Provinsi," ucap Indra.
Indra menegaskan, penanganan dampak kekeringan di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya saat ini melibatkan pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta BBWS Citanduy.
"SDA dan BBWS Citanduy sedang menangani dampak kekeringan di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya," ujarnya.
Sementara itu, Indra menyebut kondisi jaringan irigasi yang menjadi kewenangan Pemkab Pangandaran relatif tidak mengalami persoalan.
Karena, sebagian besar wilayah pertanian kini sudah memasuki masa panen. "Untuk wilayah Kabupaten Pangandaran memang hampir semua sedang panen. Jadi irigasi kewenangan kabupaten itu tidak bermasalah," katanya.
Menurut Indra, persoalan utama saat ini berada pada sumber daya air yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan BBWS Citanduy.
"Yang menjadi permasalahan dan sedang ditangani itu SDA Provinsi dan BBWSC," ucapnya.(*)