Meriahkan Bulan Kemerdekaan, Lomba Layang-layang Hadir di Kota Malang, Perebutkan Hadiah Rp15 Juta
Alga W August 08, 2026 03:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Semarak bulan kemerdekaan di Kota Malang akan dimeriahkan dengan festival pertandingan layang-layang.

Festival bertajuk Malang Solidarity Sky Fest 2026 akan digelar di Kelurahan Gadang, Kota Malang, pada 8-9 Agustus 2026.

Baca juga: Said Abdullah: Soekarno Cup Sekaligus Membangun Pesepak Bola Jatim Berkarakter

Ketua Pelaksana MSSF 2026, Deny Rahmawan, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut bertujuan untuk menghadirkan ruang interaksi sosial.

Dengan mengusung tema 'Bersatu di Langit, Melayangkan Kreativitas', festival ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, serta kebanggaan masyarakat terhadap tradisi bermain layang-layang.

Deny menjelaskan, permainan layang-layang adalah permainan yang dilakukan oleh semua kalangan masyarakat.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, menurutnya permainan layang-layang perlu diselenggarakan.

"Ini tidak saja sebagai ajang perlombaan, tapi juga sebagai wadah silaturahmi. Interaksi langsung masyarakat dari segala kelompok akan terjadi dalam festival ini," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Deny menyebut, puluhan peserta dari berbagai klub se-Malang Raya siap berkompetisi pada lomba sambit dengan hadiah total mencapai 15 juta rupiah.

Agenda makin seru dengan hadirnya pameran layangan hias dari komunitas Surabaya dan Tulungagung.

Panitia juga menyediakan ruang untuk pelaku UMKM.

Penyelenggaraan festival tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Malang.

Deny bahkan menyebut dapat menjadi dorongan sport tourism.

Kehadiran pelaku UMKM serta berbagai komunitas diyakini dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat selama pelaksanaan acara.

"Malang Solidarity Sky Fest 2026 juga sejalan dengan program Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang bertajuk 1.000 event, yang bertujuan menjadikan Kota Malang sebagai destinasi wisata berbasis event yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan," lanjutnya.

Seorang warga Kelurahan Gadang, M Andik, menyambut antusias festival tersebut.

Menurut Andik, lomba layang-layang akan membawa banyak orang datang ke kelurahannya.

"Jadi tempat ini akan menjadi ramai," katanya.

Dikatakan Andik, bentang sawah yang berada di kelurahannya memang kerap dijadikan tempat bermain layang-layang oleh warga.

Para pemain tidak hanya berasal dari anak kecil, justru sebagian besar adalah orang dewasa.

"Yang banyak bermain itu malah bapak-bapak. Ini akan menjadi menarik kalau ada perlombaan karena biasanya hanya main biasa saja setiap sore," kata Andik.

Menurut Andik, bermain layang-layang di masa kini mengingatkan ia akan masa kecilnya dulu.

Saat ia kecil, bermain layang-layang hanya sekadar untuk bermain, tapi kini bisa menjadi perlombaan.

"Menjadi perlombaan dan ada hadiahnya, jadi kan semakin seru kalau begitu. Semoga ini juga menjadi hiburan warga," harapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.