Selamat Jalan Rudizon Doko Paty, Si Pemimpin Berhati Mulia Memberi Beasiswa Ke Cleaning Service
OMDSMY Novemy Leo August 08, 2026 04:19 PM

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Rudizon Budiman Doko Paty alias Rudi Doko Paty, tidak hanya membangun kampus, ia membangun masa depan orang-orang di dalamnya.

Jika sebuah lembaga pendidikan diukur dari gedungnya, maka STIKes Nusantara Kupang adalah gedung yang kokoh. Tapi jika ia diukur dari manusia-manusia yang tumbuh di dalamnya, maka namanya adalah Rudizon Budiman Dokopaty.

Kabar duka itu, Rabu (5/8) malam datang dan menyisakan lubang yang besar bagi Keluarga Besar Nusantara Project. Pimpinan, orang tua, sahabat, dan saudara mereka telah berpulang. Bukan sekedar kehilangan seorang ketua, melainkan kehilangan sosok yang selama 16 tahun merangkul mereka dengan hati.

Di tenda duka yang dihadiri Keluarga Besar Dokopati, Ratu Edo, Sudrajat, Mama Asni, Mama Tabita, kerabat Almarhum Rudizon Doko Paty, rekan-rekan seperjuangan Kampus Nusantara, mahasiswa hingga alumni, satu kalimat berulang kali terdengar lirih: beliau memimpin dengan hati.

Dari Kelas Paralel di Jalan El Tari Perjalanan itu tidak dimulai dari kemegahan. Para senior masih ingat betul tahun 2008. Di sebuah ruko sederhana di Jalan El Tari Kupang, kelas paralel Surabaya dibuka. Panas, keterbatasan, dan ketidakpastian menjadi menu harian. 

Rudizon Doko Paty 3
RUDIZON - Suasana rumah duka almh. Rudizon Budiman Doko Paty alias Rudi Doko Paty, di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Provinsi NTT.

Di masa sulit itulah Rudizon Budiman Doko Paty bersama Almarhum Bapak Marzuki merintis kampus itu. Tidak banyak yang percaya sebuah sekolah tinggi kesehatan bisa lahir dari sebuah kelas paralel. Tapi Rudizon Budiman Doko Paty percaya pada orang-orangnya.

Kerja keras itu berbuah. Pada tahun 2009-2010, Surat Keputusan pendirian STIKES Nusantara Kupang resmi terbit. Sebuah mimpi yang dibangun dari nol di tanah Flobamora itu akhirnya berdiri tegak.

“Bagi beliau, membangun lembaga bukan soal bagaimana gedung itu berdiri, tapi bagaimana orang-orang di dalamnya bisa berkembang dan punya masa depan,” ujar Niron, perwakilan Keluarga Besar Nusantara Project dalam sambutan dukanya, dengan suara bergetar, Sabtu (8/8) siang.

*Beasiswa yang Tak Memandang Seragam

Di sinilah kisah Rudizon Budiman Doko Paty menjadi berbeda dari pemimpin kebanyakan.

Di banyak institusi, beasiswa adalah hak dosen atau mahasiswa berprestasi. Namun, di STIKES Nusantara Kupang, dibawah kepemimpinan Rudizon Budiman Doko Paty, beasiswa juga sampai ke tangan cleaning service dan pegawai honorer.

Bapak Erwin, Bapak Defri, dan beberapa nama lain yang hari ini sudah menyandang gelar sarjana, dulunya adalah staf dengan seragam yang sering tak terlihat.

Rudizon Budiman Doko Paty melihat mereka. Ia memanggil, ia memberi kesempatan, ia membiayai kuliah mereka sampai selesai.

rudizon doko paty 4
RUDIZON - Suasana rumah duka almh. Rudizon Budiman Doko Paty alias Rudi Doko Paty, di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Provinsi NTT.

“Itu bukan sekedar beasiswa. Itu investasi seorang pemimpin terhadap masa depan orang-orangnya,” kenang Niron, kolega almarhum Rudizon Budiman Doko Paty.

Bagi para penerima, ijazah itu bukan hanya kertas. Itu adalah tiket untuk mengangkat derajat keluarga. Dan bagi Rudizon Budiman Doko Paty, itulah esensi pendidikan yang sesungguhnya, memanusiakan manusia.

Tak heran jika selama periode 2017 hingga 2023, ketika ia dipercaya sebagai Ketua Yayasan Kunci Ilmu NTT, gaya kepemimpinannya tetap sama. Merangkul, memahami, memberi kesempatan, dan tetap berdiri bersama saat kesulitan datang. Ia adalah pemimpin yang sosial, suka memberi dan membantu tanpa melihat perbedaan.

*Luka yang Ditinggalkan untuk yang Paling Dicintai

Kepergian Rudizon Budiman Doko Paty meninggalkan duka yang paling dalam bagi mereka yang paling dekat.

Untuk Ibu Asni, sang istri, ia bukan hanya suami. Ia adalah teman hidup, tempat berbagi keluh kesah, dan jangkar rumah tangga selama puluhan tahun.

Untuk Lani dan Radit, ia adalah ayah yang mungkin tak banyak bicara tentang cinta, tapi membuktikan cinta itu lewat kerja keras dan nilai-nilai yang ia wariskan.

Dan untuk Mama Tabita, luka ini adalah luka yang tak terukur. Tidak ada seorang ibu pun di dunia yang siap mengantarkan kepergian anak yang pernah ia gendong, ia besarkan, dan ia doakan sepanjang hidupnya.

“Kita tidak bisa membayangkan betapa dalam luka yang Mama rasakan hari ini. Tapi percayalah, anak yang Mama lahirkan itu telah meninggalkan begitu banyak kebaikan dalam hidup orang lain,” ucap Niron.

rudizon doko paty 5
RUDIZON - Suasana rumah duka almh. Rudizon Budiman Doko Paty alias Rudi Doko Paty, di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Provinsi NTT.

Warisan yang Tidak Pernah Pergi

STIKES Nusantara Kupang hari ini telah meluluskan ribuan perawat, bidan, dan tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh NTT dan Indonesia Timur. Mereka adalah warisan fisik dari kerja Rudizon Budiman Doko Paty.

Namun warisan terbesarnya bukanlah gedung atau SK pendirian STIKES Nusantara.

Warisan terbesarnya adalah sebuah budaya, bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang membuat orang lain tumbuh.

Siang itu, setelah sambutan selesai,  para pegawai, dosen, cleaning service, mahasiswa, dan alumni tidak langsung bubar. 

Mereka merasa kehilangan keluarga, bukan atasan. 

Hari ini, bersama istri, anak, keluarga dan kerabat, mereka terus bersama mengantar kepergian Rudizon Budiman Doko Paty ke peristirahatan terakhir di TPU Kapadala Kupang.

Selamat jalan, Bapak Rudizon Budiman Dokopaty. Istirahatlah dalam damai Tuhan. Langkah, jejak, dan kebaikan yang Bapak tanamkan tidak akan pernah kami lupakan.

Rudizon Budiman Doko Paty akan terus hidup, di setiap sarjana yang dulunya adalah cleaning service, di setiap mahasiswa yang ia rangkul, dan di setiap hati yang pernah merasakan kebaikan tanpa syarat darinya dan di setiap cinta istri, anak dan keluarganya. (novemy leo)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.