Gara-gara Kekurangan Staf ATC, 150 Penerbangan Terlambat di Bandara Sydney Australia
Edi Sumardi August 08, 2026 03:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Lebih dari 150 penerbangan mengalami keterlambatan di Bandara Sydney, Australia, akibat kendala operasional dan kekurangan staf pengatur lalu lintas udara atau ATC.

Gangguan tersebut berdampak pada penerbangan domestik maupun internasional di bandara tersibuk di Australia itu.

Dari total penerbangan yang terdampak, sebanyak 95 merupakan penerbangan dalam jaringan maskapai Qantas.

Sejumlah penerbangan Virgin Australia juga mengalami keterlambatan.

Juru bicara Bandara Sydney mengatakan, Airservices Australia, lembaga yang bertanggung jawab atas pengendalian lalu lintas udara, tengah menerapkan pembatasan pergerakan pesawat akibat berkurangnya jumlah petugas.

Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada jaringan penerbangan secara luas dan menyebabkan keterlambatan.

Airservices Australia mengatakan telah menerapkan sejumlah langkah pengaturan arus lalu lintas udara, termasuk mengatur jarak waktu keberangkatan pesawat.

Langkah tersebut dilakukan karena keterbatasan dalam penjadwalan petugas.

Juru bicara Airservices Australia mengakui kebijakan tersebut dapat menimbulkan gangguan penerbangan.

Namun, pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan maskapai untuk meminimalkan dampaknya terhadap perjalanan penumpang.

"Airservices sedang meningkatkan proses pelatihan untuk menambah jumlah pengendali lalu lintas udara dan memperkuat ketersediaan petugas. Kami juga berupaya mengatasi masalah penjadwalan yang mengurangi fleksibilitas tenaga kerja kami," ujarnya.

CEO Airlines for Australia and New Zealand, Stephen Beckett, mengatakan kepada ABC bahwa Airservices Australia tidak mampu menyediakan jumlah staf yang cukup selama tiga hari berturut-turut.

"Mereka terus mengatakan kepada kami bahwa mereka telah merekrut cukup banyak orang untuk memenuhi kebutuhan operasional. Jika demikian, mengapa masalah ini terus terjadi?" kata Beckett.

Menurutnya, persoalan kekurangan petugas di menara pengawas penerbangan telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ia menilai kondisi tersebut sudah membuat para pengguna jasa penerbangan Australia frustrasi karena keterlambatan tersebut sebenarnya dapat dicegah.

Beckett mendesak Airservices Australia mengidentifikasi akar persoalan dan menjelaskan langkah yang akan dilakukan untuk mengatasinya.

"Kami membutuhkan Airservices Australia untuk mendukung para pekerjanya dan memastikan mereka memiliki sumber daya manusia serta sumber daya lainnya yang cukup agar menara pengawas dapat beroperasi dengan jumlah staf yang memadai," ujarnya.

Gangguan penerbangan juga terjadi di Bandara Sydney pada Jumat (7/8/2026) kemarin.

Saat itu, lebih dari 120 penerbangan mengalami keterlambatan.

Sejumlah penumpang bahkan harus menunggu di dalam pesawat di landasan selama lebih dari satu jam.

Airservices Australia sebelumnya menyatakan bahwa para pengendali lalu lintas udara menjalankan tugas yang berat dan penuh tanggung jawab.

Lembaga tersebut menegaskan akan terus memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan psikososial para petugas.

Airservices juga meminta agar penilaian terhadap kinerja operasional tetap mempertimbangkan profesionalisme dan komitmen para pengendali lalu lintas udara yang setiap hari bertugas menjaga keselamatan masyarakat pengguna jasa penerbangan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.