Ibu dan Anak Korban Dugaan Kekerasan di Tanjungpinang Ditempatkan di Rumah Aman, Diawasi 24 Jam
Dewi Haryati August 08, 2026 09:40 PM

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id -  Kasus dugaan kekerasan ibu terhadap anak di Tanjungpinang yang videonya sempat memicu kemarahan publik, kini memasuki tahap perlindungan dan pemulihan. 

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kepulauan Riau (Kepri), memastikan ibu beserta kedua anaknya kini telah berada di rumah aman Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kepri.

Mereka akan mendapatkan perawatan dan pendampingan penuh dari petugas.
 
Meski begitu, Kepala DP3AP2KB Kepri Burhanuddin mengatakan, kamar anak dan terduga pelaku dipisahkan, demi keamanan dan ketenangan. Pengawasan ketat dilakukan selama 24 jam.

Pemisahan ini pun disesuaikan dengan kebutuhan khusus, mengingat salah satu anak masih berusia satu tahun dan masih dalam masa menyusui.
 
“Kami pisahkan kamarnya sementara waktu, tapi tetap diawasi 24 jam. Perhatian tetap menyeluruh, terutama karena satu anaknya masih butuh ASI dari ibunya. Kami pastikan kebutuhan fisik dan psikis mereka terpenuhi dengan baik,” kata Burhanuddin, Sabtu (8/8/2026).
 
Pihaknya tak hanya fokus pada perlindungan fisik, tetapi juga berupaya mencari tahu akar permasalahan yang melatarbelakangi kejadian tersebut. 

Tim akan melakukan asesmen mendalam terhadap kondisi ibu, untuk melihat apakah terdapat gangguan kesehatan mental seperti depresi atau beban lain yang memicu perbuatan itu.
 
“Kami harus cek kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Penanganan harus tepat sasaran agar tidak ada trauma berulang dan peristiwa serupa tidak terulang,” ujarnya.
 
DP3AP2KB juga akan berkoordinasi erat dengan Dinas Sosial, baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten Lingga, terkait rencana pemulangan nantinya. 

"Dukungan penuh akan disiapkan demi masa depan kedua anak tersebut," katanya.
 
Selain bantuan psikolog, pihak berwenang sangat mengharapkan kehadiran keluarga inti. 

Dukungan kerabat dinilai sangat penting untuk mempercepat pemulihan kondisi Ri selaku ibu sekaligus menjaga kenyamanan tumbuh kembang anak-anak.
 
“Bantuan tenaga ahli sudah kami siapkan, tapi kehadiran keluarga adalah pelengkap yang paling berharga. Semoga beban yang sedang dihadapi bisa lebih ringan dibawa bersama,” kata Burhanuddin.

Tak hanya DP3AP2KB Kepri, pendampingan juga dilakukan hingga ke pihak kepolisian. 

"Kami juga bekerja sama dengan polisi untuk mendalami kasus ini dengan baik," pungkasnya.

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.