TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat mengalami tujuh kali erupsi sepanjang Sabtu (8/8/2026). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tertinggi terjadi pada pukul 06.18 WITA dengan kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak gunung.
Data PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat erupsi pertama pada Sabtu dini hari pukul 01.58 WITA. Saat itu, kolom abu teramati setinggi sekitar 700 meter di atas puncak atau 2.284 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14,8 milimeter dan durasi 205 detik.
Erupsi berikutnya terjadi pukul 06.18 WITA dengan kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak atau sekitar 2.384 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik teramati berwarna kelabu tebal bergerak ke arah barat.
Baca juga: Gunung Lewotobi di Flores Timur Dua Kali Erupsi Sabtu Pagi, Kolom Abu Capai 800 Meter
Sepanjang siang hingga sore hari, aktivitas erupsi kembali terjadi pada pukul 09.57 WITA, 12.29 WITA, 14.21 WITA, dan 15.31 WITA. Namun, visual letusan tidak teramati karena kondisi cuaca yang tidak mendukung pengamatan.
Pada pukul 17.14 WITA, Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.084 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya dan barat. Letusan tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi 89 detik.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berstatus Level III (Siaga). PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi guna menghindari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Baca juga: BMKG Imbau Pelayaran di Perairan Selatan Sumba NTT Waspada Gelombang Tinggi 8-11 Agustus 2026
Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG merekomendasikan penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu.
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta PVMBG untuk memperoleh informasi terkini terkait perkembangan aktivitas gunung api tersebut. (sumber: MAGMA Indonesia/Badan Geologi/PVMBG)