BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kabupaten Tapin dikepung 109 titik panas (hotspot), Sabtu (8/8/2026).
Sebaran titik panas tersebut terdeteksi di sejumlah kecamatan, dengan jumlah tertinggi berada di Kecamatan Lokpaikat sebanyak 38 titik.
Kondisi ini menjadi perhatian lantaran pada hari yang sama, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kecamatan Bungur.
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Tapin, karhutla terjadi di Desa Linuh, Kecamatan Bungur, sekitar pukul 15.26 Wita.
Lahan semak belukar yang terbakar diperkirakan mencapai 1 hektare.
Penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui.
Baca juga: Sebanyak 125 Anggota PMR di Banjar Diuji Keterampilan Pertolongan Pertama
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tapin bersama posko gabungan, TNI, Polri dan masyarakat setempat bergerak melakukan pemadaman.
Petugas menggunakan mesin pemadam portable dan unit mobil tangki untuk menjinakkan api.
Beruntung, titik api berhasil dipadamkan. Kondisi di lokasi karhutla kemudian dinyatakan aman dan terkendali.
Sementara itu, dari total 109 titik panas yang terdeteksi, 38 titik berada di Kecamatan Lokpaikat, menjadikannya wilayah dengan hotspot terbanyak di Kabupaten Tapin.
Selanjutnya, 35 titik terdeteksi di Kecamatan Tapin Selatan dan 17 titik di Kecamatan Tapin Tengah.
Hotspot lainnya tersebar di Kecamatan Salam Babaris empat titik, Bakarangan empat titik, Binuang tiga titik, Bungur tiga titik, Candi Laras Utara tiga titik, Tapin Utara satu titik dan Candi Laras Selatan satu titik.
Adapun Kecamatan Piani dan Hatungun tercatat tidak terdapat titik panas.
Tingginya sebaran hotspot tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di kawasan yang didominasi lahan semak belukar dan vegetasi kering.
Terlebih, satu kejadian karhutla telah terjadi di Desa Linuh pada hari yang sama ketika ratusan titik panas terpantau di berbagai wilayah Kabupaten Tapin. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)