Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo Jember Jadi Ruang Inklusif, Libatkan Anak hingga Lansia
Ndaru Wijayanto August 09, 2026 12:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Permainan tradisional egrang menjadi cara Tanoker Ledokombo, Jember, mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.

Hal itu terlihat dalam Festival Egrang XIV yang digelar di Lapangan Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (8/8/2026).

Festival yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tersebut mengusung tema Membangun Harmoni Komunitas Melalui Permainan Tradisi.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi dan Bupati Jember Muhammad Fawait.

Festival juga dihadiri tamu dari sejumlah daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Ketua Tanoker Ledokombo, Farha Abdul Kadir Assegaf mengatakan, Festival Egrang XIV bukan hanya menjadi ajang pelestarian permainan tradisional.

Baca juga: Lestarikan Tradisi, Siswa SD di Jombang Gelar Lomba Bakiak dan Engrang untuk Sambut HUT RI ke-79

"Di Festival Egrang XIV ini menjadi ruang kolaborasi lintas generasi dan lintas sektoral yang menghadirkan partisipasi anak-anak, orang muda, lansia, penyandang disabilitas, pendidik, keluarga, Komunitas, juga tokoh masyarakat, dan pemerintah, serta berbagai mitra pembangunan," ujar Ketua Tanoker Ledokombo Farha Abdul Kadir Assegaf.

Perempuan yang akrab disapa Farha Ciciek ini menambahkan, Festival Egrang digelar untuk memperkuat karakter anak, melestarikan permainan tradisional, dan membangun masyarakat yang inklusif.

Festival Egrang XIV dimulai dari Balai Desa Sumberlesung Kecamatan Ledokombo.
Seluruh peserta festival lantas berjalan kaki, juga berjalan di atas Egrang, sepanjang sekitar 400 meter menuju Lapangan Kecamatan Ledokombo.

Menteri PPPA Arifah Fauzi dan juga Bupati Jember Gus Fawait bersama rombongan juga turut berjalan kaki sepanjang itu.

Mereka berjalan di belakang tim pembuka jalan, yang di antaranya beberapa anak yang berjalan di atas Egrang.

Egrang merupakan salah satu permainan tradisional khas Indonesia. Egrang merupakan permainan yang di dalamnya juga ada unsur ketangkasan, dan olahraga.

Oleh Komunitas Tanoker Ledokombo, Egrang dijadikan pintu masuk pemberdayaan masyarakat, juga pendidikan dan penguatan karakter  anak-anak di Ledokombo. Terutama anak-anak dari pekerja migran Indonesia, juga anak-anak dari kelompok rentan.

Kolaborasi Inklusif

Farha Ciciek menyebut Festival Egrang XIV menjadi ruang inklusif untuk masyarakat.

Karenanya, beberapa kelompok berpartisipasi dalam Festival Egrang 2026. Mereka antara lain kelompok disabilitas dari SLB Negeri Branjangan Kecamatan Patrang Jember, kelompok kesenian lintas iman Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi, murid Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember, juga Kelompok Karang Werda Sekolah Eyang Ledokombo, selain kelompok Egrang, juga sejumlah sekolah di Ledokombo.

Murid-murid SLB Negeri Branjangan menari secara percaya diri di hadapan Bu Menteri dan Pak Bupati. Seorang pengarah gaya terlihat memandu murid-murid spesial tersebut. Tiga orang anak juga tampil di atas kursi roda.

Sedangkan murid-murid Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan tampil semarak bersama Barongsai, Egrang, penari, dan penabuh gendang.

Sementara, para eyang-eyang dari Sekolah Eyang Ledokombo tampil dalam perpaduan tarian dan senam yang atraktif, bahkan mengajak sejumlah tamu menari, termasuk Menteri PPPA, Bupati Fawait, juga perwakilan dari Konsulat Jenderal Australia di Jatim

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.