Samarinda (ANTARA) - Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, bersama tim relawan gabungan bergerak cepat memadamkan insiden kebakaran yang menghanguskan enam unit bangunan dengan 20 jiwa terdampak di Jalan Pangeran Suryanata pada Sabtu dini hari.
"Berdasarkan data di lapangan, amukan si jago merah tersebut berdampak pada enam bangunan yang terdiri atas lima bangunan tempat usaha dan satu rumah tinggal," kata Kepala Disdamkar Samarinda Hendra AH di Samarinda, Sabtu.
Musibah kebakaran yang melanda kawasan Rukun Tetangga (RT) 36, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu tersebut berdampak langsung terhadap empat kepala keluarga (KK) dengan total keseluruhan mencapai 20 jiwa.
Hendra memastikan bahwa peristiwa nahas tersebut sama sekali tidak menelan korban jiwa, meskipun terdapat dua orang relawan pemadam yang sempat mengalami sesak napas di lapangan.
Kedua relawan tersebut langsung mendapatkan pertolongan dan penanganan secara sigap dari tim medis Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda serta Emergency Medical Team yang bersiaga di lokasi.
Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 100 menit, dimulai sejak laporan api pertama kali berkobar pada pukul 03.10 WITA hingga tahap pendinginan tuntas dilakukan pada pukul 04.50 WITA.
Sebagai upaya menaklukkan api agar tidak menyebar ke pemukiman padat lainnya, Disdamkar Samarinda dan pemadam kebakaran swasta mengerahkan tujuh unit truk tangki yang didukung penuh oleh 23 unit mesin pompa portabel milik satuan relawan.
Menurut Hendra, sinergi dan kekompakan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanganan kedaruratan ini, di mana Command Centre 112 dan Info Taruna Samarinda berperan sentral dalam mengoordinasikan pergerakan relawan, BPBD, Tagana, hingga PLN.
Selain unsur relawan kebencanaan, kelancaran proses distribusi air dan sterilisasi akses pemadaman turut dikawal oleh aparat gabungan dari jajaran Satlantas Polresta Samarinda, Polsekta Samarinda Ulu, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas.
"Untuk dugaan sementara, titik api diperkirakan berasal dari bagian belakang salah satu bangunan warung makan, namun penyebab pasti kebakaran ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian," tutur Hendra.





