Gianni Infantino kembali menjadi sorotan atas masa kerjanya di UEFA setelah muncul tuduhan baru bahwa badan tersebut membayarkan penyelesaian bernilai enam digit kepada seorang mantan pegawai yang disebut terlibat hubungan dengan pria yang kini menjabat presiden FIFA itu.
Menurut penyelidikan Telegraph, perempuan tersebut diduga mendapat promosi ketika hubungan itu masih berlangsung, sebelum akhirnya meninggalkan UEFA dengan pembayaran dalam jumlah besar.
UEFA juga membiayai program pendidikan bagi mantan pegawai itu di sebuah sekolah bisnis, dengan biaya sekitar £45,000 per tahun.
Badan pengatur itu telah mengonfirmasi bahwa pembayaran tersebut memang dilakukan, meski mereka menegaskan keduanya diperbolehkan berdasarkan peraturan yang mengatur kepergian staf pada saat itu.
Organisasi tersebut menyatakan aturan itu sejak saat itu telah diperketat, dengan regulasi yang berlaku sekarang dirancang untuk mencerminkan standar yang diharapkan dari organisasi modern dengan profil tinggi.
Infantino, yang bergabung dengan UEFA pada 2000 sebelum menjadi sekretaris jenderal dan kemudian mengambil alih jabatan presiden FIFA pada 2016, dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Seorang juru bicara FIFA mengatakan tidak pernah ada keluhan dari pegawai mana pun terkait perilaku Infantino.
Mereka menyebut segala dugaan mengenai tindakan tidak pantas atau pelanggaran regulasi sebagai sesuatu yang sama sekali tidak benar.
Presiden UEFA saat itu, Michel Platini, mengetahui hubungan tersebut dan sempat menghadapi Infantino, menuntut agar salah satu dari mereka—Infantino atau perempuan itu—meninggalkan organisasi.
Perempuan tersebut kemudian keluar dari UEFA dengan kompensasi dan setelah itu mendapatkan posisi lain di industri sepak bola.
Tuduhan ini muncul pada masa yang sangat sulit bagi Infantino, yang kepemimpinannya di FIFA mendapat kritik setelah gagalnya proposal pendanaan kontroversial yang melibatkan investor luar.
UEFA baru-baru ini memberikan suara bulat untuk menolak rencana tersebut, sementara kekhawatiran terhadap arah komersial FIFA terus membesar.
Infantino bertekad tetap melanjutkan perannya dan dilaporkan telah memberi tahu orang-orang terdekatnya bahwa ia tidak berniat mundur.
Tuduhan terbaru ini akan menambah tekanan terhadap presiden FIFA yang sudah menghadapi penolakan keras dari berbagai kalangan di industri sepak bola.