Momen Gibran Spontan Turun dari Mobil Lihat Sekolah Rusak Akibat Bencana di Aceh
Wahyu Aji August 09, 2026 02:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming tiba-tiba menghentikan kendaraannya dan turun saat meninjau pasca bencana di Provinsi Aceh.

Saat itu, ia meninjau sekolah yang masih rusak akibat bencana.

Momen itu terjadi usai Gibran meninjau SD Negeri 7 Jangka menuju Jembatan Teupin Mane, Kabupaten Bireuen.

 

Mobilnya tiba-tiba berhenti di sisi jalan depan SD Negeri 11 Jangka yang terletak di Desa Jangka Alue U, Kecamatan Jangka. 

Saat itu, Gibran berhenti di hadapan para siswa yang berkerumun di sisi jalan depan SD Negeri 11 Jangka. Putra Sulung Presiden RI ke-7 itu langsung menyapa sekaligus membagikan buku kepada para siswa.

Aksi spontan Gibran tersebut disambut antusias oleh para siswa dan guru. Suasana hangat tampak ketika Wapres berinteraksi dengan anak-anak yang gembira menerima buku.

Di tengah kegiatan ini, Kepala SD Negeri 11 Jangka, Nuraini Ibrahim menghampiri Wapres dan melaporkan kondisi sekolahnya yang membutuhkan perbaikan akibat terdampak banjir bandang pada November 2025 lalu. 

Sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan sehingga memerlukan penanganan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.

Menanggapi hal tersebut, Gibran langsung meminta jajaran terkait untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi sekolah serta mengkaji kebutuhan yang diperlukan. 

“Agar dicarikan solusi terbaik, termasuk melalui skema dukungan anggaran yang sesuai, sehingga proses perbaikan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Gibran.

Langkah tersebut untuk memastikan setiap siswa memperoleh lingkungan belajar yang aman, layak, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal, termasuk di wilayah terdampak bencana.

Baca juga: Wapres Gibran Tinjau Pasca-bencana di Aceh: Normalisasi Sungai Lebih Mahal dari Membangun Jembatan

Adapun proses pemulihan pascabencana di Aceh mencakup 19 kabupaten/kota yang terdampak. Saat ini, pemerintah mengalokasikan dana Rp58,97 triliun hingga tahun 2028.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.