TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bagi orangtua yang memiliki bayi lahir melalui operasi caesar, kesehatan anak sejak awal kehidupan tentu menjadi perhatian.
Salah satu hal yang dibahas para ahli adalah perkembangan mikrobiota saluran cerna pada bayi yang lahir melalui operasi caesar.
Kondisi ini penting dipahami, tetapi bukan berarti orangtua harus menganggap anak yang lahir caesar pasti memiliki masalah kesehatan.
Pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak dari University Hospital Brussels (UZ Brussel), Belgia, Prof. Yvan Vandenplas, MD, Ph.D., menjelaskan bahwa yang paling penting adalah memastikan kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.
Hal tersebut disampaikan Prof. Yvan dalam diskusi media “Global Advances and Insight on Biotics for Child Health” yang diselenggarakan Danone.
Menurut Prof. Yvan, bayi yang lahir melalui operasi caesar tetap dianjurkan mendapatkan ASI sebagai pilihan pertama.
ASI menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai perkembangan mikrobiota karena mengandung probiotik dan prebiotik.
Namun, dalam kondisi ketika bayi yang lahir melalui operasi caesar tidak mendapatkan ASI, Prof. Yvan menyebut formula dengan sinbiotik sebagai pilihan kedua yang dapat mendukung perkembangan mikrobiota.
“Untuk bayi yang lahir melalui operasi caesar, menyusui tentu merupakan cara terbaik untuk memberi makan bayi tersebut. Namun, jika bayi yang lahir melalui operasi caesar tidak disusui, formula dengan sinbiotik merupakan pilihan kedua yang terbaik untuk perkembangan mikrobiota tersebut,"ungkapnya dalam diskusi media “Global Advances and Insight on Biotics for Child Health” yang diselenggarakan Danone di Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).
Pesan ini penting terutama bagi orangtua yang mungkin merasa bersalah atau khawatir karena anak lahir melalui operasi caesar.
Kondisi kelahiran tersebut bukan sesuatu yang perlu menjadi sumber kepanikan.
Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kebutuhan bayi dipenuhi setelah lahir.
Pembahasan mengenai bayi lahir caesar berkaitan dengan perkembangan mikrobiota pada awal kehidupan.
Periode awal kehidupan merupakan masa penting dalam perkembangan sistem imun.
Karena itu, kondisi saluran cerna dan mikrobiota menjadi bagian dari perhatian dalam pemenuhan nutrisi anak.
Prof. Yvan menjelaskan bahwa intervensi pada masa awal kehidupan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap perkembangan sistem imun dan kesehatan jangka panjang.
Masa tersebut kemudian dikenal sebagai periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Orangtua juga tidak perlu berpikir bahwa cara persalinan akan menentukan seluruh kesehatan anak sepanjang hidupnya.
Pembahasan mengenai mikrobiota justru menunjukkan bahwa ada berbagai hal yang dapat diperhatikan setelah bayi lahir.
Nutrisi menjadi salah satu bagian penting.
ASI tetap menjadi pilihan pertama.
Sementara pada kondisi tertentu ketika bayi tidak mendapatkan ASI, pendekatan nutrisi dengan sinbiotik dapat menjadi pilihan kedua yang dibahas oleh pakar.
Karena itu, orangtua tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena anak lahir melalui operasi caesar.
Fokusnya adalah memberikan perhatian yang tepat setelah kelahiran.
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah ketika anak sudah melewati masa 1.000 hari pertama.
Apakah sudah terlambat untuk memperhatikan kesehatan mikrobiotanya?
Prof. Yvan menjelaskan bahwa periode 1.000 hari pertama memang sangat penting, terutama untuk perkembangan sistem imun.
Namun, setelah periode tersebut berlalu, kesehatan mikrobiota tetap memiliki arti.
“Jadi, setelah 1.000 hari, efek jangka panjangnya memang kurang penting. Namun, kita tetap bisa melakukan sesuatu, karena mikrobioma yang sehat tetap penting sepanjang hidup,"imbuhnya.
Pada anak yang lebih besar, manfaat menjaga mikrobiota lebih banyak berkaitan dengan manfaat jangka pendek.
Misalnya, perlindungan terhadap infeksi dan penyakit tertentu.
Artinya, orangtua yang anaknya sudah berusia sekolah tidak perlu merasa bahwa perhatian terhadap kesehatan saluran cerna sudah tidak ada gunanya.
Tetap ada manfaat yang dapat diperoleh, meskipun pengaruhnya terhadap perkembangan sistem imun jangka panjang tidak lagi sebesar masa awal kehidupan.
Bagi orangtua dengan bayi atau anak kecil, pesan yang paling penting adalah tidak melewatkan periode awal kehidupan.
Prof. Yvan menyebut perkembangan sistem imun pada 1.000 hari pertama sangat penting.
Masa tersebut dimulai sejak konsepsi dan menjadi periode ketika perkembangan sistem imun berlangsung sangat pesat.
Karena itu, pemenuhan nutrisi dan perhatian terhadap kesehatan saluran cerna perlu dilakukan sejak dini.
Namun, perhatian tersebut tidak berarti orangtua harus merasa cemas berlebihan.
Terutama bagi keluarga dengan anak yang lahir melalui operasi caesar.
Anak lahir caesar bukan berarti orangtua harus terus-menerus khawatir mengenai kondisi kesehatannya.
Yang dapat dilakukan adalah memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi sesuai kondisinya. ASI tetap menjadi pilihan pertama.
Jika tidak mendapatkan ASI, Prof. Yvan menyebut formula dengan sinbiotik sebagai pilihan kedua dalam konteks perkembangan mikrobiota.
Sementara bagi anak yang sudah lebih besar, kesehatan mikrobiota tetap dapat diperhatikan sebagai bagian dari kesehatan secara keseluruhan.
Pada akhirnya, cara persalinan bukan alasan untuk membuat orangtua merasa bersalah.
Yang lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah anak lahir.
Baca juga: Ibu Tak Perlu Hentikan ASI Saat Mastitis, Dokter Ungkap Manfaat Direct Breastfeeding untuk Pemulihan
Seperti memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, memperhatikan kesehatan saluran cerna, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi ilmiah serta kebutuhan anak.