Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, PONDOK GEDE- Terdapat hal berbeda yang dilakukan Sekolah Islam Al Azhar Insan Cendikia Jatibening (AICJ) dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Sekolah tersebut menggelar sejumlah kegiatan, satu yang menarik adalah dengan Perkemahan Sabtu dan Minggu (Persami) atau camping ground yang melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan sejak Sabtu (8/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026).
Menariknya, kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah itu tidak hanya diikuti siswa SMP maupun SMA.
Para siswa mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA turut mengikuti kegiatan camping ground tersebut.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Mukomah Sridjatie (YDMS) sekaligus pemilik Sekolah AICJ, Mustafa Kamil Thahir, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kemampuan kerja sama antarsiswa lintas jenjang.
Selain itu, kegiatan perkemahan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan melalui berbagai aktivitas yang dijalani para siswa.
“Yang dimaksud adalah satu kegiatan Perkemahan Sabtu dan Minggu, yang diikuti tidak hanya murid SMP kelas 7 yang baru masuk bergabung dengan kita, tetapi juga anak-anak TK, SD, dan SMA,” kata Mustafa dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Kamil menjelaskan, camping ground tahun ini menjadi kegiatan perdana yang memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah.
Sebelumnya, kegiatan serupa lebih banyak digelar di luar lingkungan sekolah.
“Ini baru memang pertama kali. Biasanya kami melakukan di luar lingkungan sekolah, jadi sekarang kita utilisasi existing facilities yang kami punya,” jelasnya.
Menurut Kamil, kegiatan camping ground tersebut merupakan bagian dari rangkaian program AICJ yang telah dimulai sejak tahun ajaran baru.
Rangkaian kegiatan itu tidak hanya berkaitan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi wadah untuk memberikan pengalaman dan wawasan tambahan kepada para siswa.
“Ini merupakan satu rangkaian kegiatan yang kita mulai sebenarnya pada saat kita mulai tahun ajaran baru. Ini rentetan kegiatan yang kita lakukan pada saat pembukaan tahun ajaran baru dan juga kemerdekaan Republik Indonesia,” ucapnya.
Kamil menuturkan, AICJ sebelumnya juga telah menggelar kegiatan dengan konsep berbeda.
Satu contohnya melalui program Professor Goes to School.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menghadirkan sejumlah guru besar untuk berbagi pengetahuan sekaligus memberikan inspirasi kepada para siswa.
“Tahun sebelumnya, pertama kali kita mengundang profesor. Kita mengundang guru besar dari Universitas Gadjah Mada, Ketua Senat Guru Besar, dan juga guru besar dari ITB. Mereka datang ke sini memberikan pencerahan kepada anak-anak supaya bisa menginspirasi mereka,” tuturnya.
Tidak hanya menekankan pendidikan karakter dan kepemimpinan, Kamil menegaskan, AICJ juga menjadikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sebagai salah satu fondasi dalam pengembangan pendidikan peserta didik.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan kepada siswa, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan inovasi.
“Yang penting buat anak-anak adalah masalah STEM, Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Karena itulah yang memang membuat negara kita maju. Itu memang kita tekankan sekali,” tegasnya.
Kamil menambahkan, kemampuan siswa untuk beraktivitas di alam terbuka juga perlu dikembangkan.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan yang selama ini diperoleh dalam pembelajaran secara lebih praktis.
Melalui beragam kegiatan tersebut, AICJ berupaya menggabungkan pendidikan karakter, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta penguasaan sains dan teknologi.
Kegiatan camping ground pun tidak hanya menjadi agenda untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Dengan pondasi itu yang kuat, maka kita akan benar-benar bisa mengeksplore ilmu alam, Qur'an, AIMRL,” tuturnya. (M37)