- Siswa berusia 14 tahun dilaporkan menjadi pelaku tunggal penembakan massal di Thailand pada Jumat (7/8/2026).
Insiden tersebut menewaskan sembilan orang dan menyebabkan 23 lainnya terluka.
Sebelum menyerang sekolah, remaja yang dikenal pendiam itu diduga menembak kakek dan neneknya di rumah.
Ia kemudian membawa senjata api milik sang kakek dan pergi ke Debsirin Nonthaburi School, Nonthaburi.
Setibanya di sekolah, pelaku diduga melepaskan tembakan ke arah siswa dan guru.
Pelaku kemudian menembak dirinya sendiri.
Ia meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Remaja 14 tahun tersebut dikenal sebagai siswa yang pendiam dan tertutup.
Polisi menduga remaja tersebut menggunakan senjata api milik kakeknya dalam penembakan.
Samang Chaisorn, bibi remaja tersebut, mengatakan keponakannya memang dikenal pendiam.
Saat itu, Samang belum mengetahui bahwa keponakannya diduga menjadi pelaku penembakan.
Ketika mendatangi rumah, ia mendapati pintu dalam kondisi terkunci.
“Ketika saya sampai di rumah itu, pintunya terkunci, dan kami tidak bisa masuk,” ujar Samang.
Menurut Samang, kepala desa mengungkap bahwa tubuh sang kakek ditemukan di lantai bawah, dekat dapur.
Sementara itu, jasad nenek ditemukan di lantai atas.
Ia menduga nenek tersebut juga ditembak di bagian kepala.
Di satu sisi, muncul informasi bahwa remaja tersebut diduga pernah mengalami perundungan di sekolah.
Laporan The Straits Times menyebut siswa itu bahkan disebut sempat dikurung di toilet oleh sejumlah teman sekolahnya sehari sebelum penembakan.
Informasi itu menjadi salah satu hal yang akan ditelusuri penyidik dalam mengungkap latar belakang serangan.
Polisi juga masih menyelidiki motif penembakan.
Selain itu, asal-usul senjata yang digunakan pelaku turut diperiksa.
Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman