Dua Truk Polisi Angkut Siswa Alami Kecelakaan, Sopir Diduga Mengantuk
M.Risman Noor August 09, 2026 08:47 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID – Dua truk polisi mengalami kecelakaan. Kedua truk tersebut sedang mengangkut siswa dan guru SMAN 79 Jakarta Selatan.

Kecelakaan terjadi di depan Cawang UKI, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2026).

Dugaan awal, kecelakaan terjadi diakibatkan pengemudi truk bagian depan mengantuk.

Truk oleng dan akhirnya menabrak beton pembatas, selanjutnya di tabrak truk lainnya dari arah belakang.

Baca juga: Kebakaran Gegerkan Warga Jalan Pembangunan 1 Belitung Selatan Banjarmasin, Satu Rumah Terbakar

Baca juga: Selidiki Kebakaran Pasar Teluk Dalam Banjarmasin, Polisi Amankan Tabung Gas

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, truk pertama menabrak pembatas beton sebelum kemudian ditabrak truk yang berada di belakangnya.

"Supir Armada Truk Kepolisian yang membawa siswa-siswi SMAN 79 diduga mengantuk. Jumlah truk yang terlibat laka ada dua," kata Budi kepada Kompas.com melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu.

Budi menyebut kecelakaan juga diduga terjadi bersamaan dengan adanya kendala pada armada truk tersebut.

"Disaat bersamaan diduga armada truk tersebut mengalami kendala atau masalah," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, sejumlah siswa dan guru mengalami luka-luka.

 "Korban luka murid-murid ada yang mengalami lecet sementara guru mengalami luka cukup serius pada kaki (sudah dilarikan ke RS Budi Asih)," kata Budi.

Para siswa dan guru yang menjadi penumpang truk kemudian dievakuasi menggunakan bus sekolah yang kebetulan melintas di lokasi.

Dua Unit Bus Lakukan Evakuasi

Dua unit bus sekolah dikerahkan untuk mengevakuasi rombongan siswa dan guru SMAN 79 Jakarta Selatan usai truk polisi yang mengangkut mereka mengalami kecelakaan di depan Cawang UKI, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2026).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan, kedua bus tersebut digunakan untuk mengangkut para siswa dan guru kembali ke sekolah setelah kecelakaan.

"Armada tersebut mengangkut dan mengantar para pelajar kembali ke sekolah setelah terjadi kecelakaan di lokasi," kata Budi kepada Kompas.com, Sabtu.

"Pengemudi truk pertama diduga kehilangan kendali, sementara pada saat yang bersamaan diduga terdapat kendala pada sistem pengereman," ujar Budi.

Kecelakaan Mahasiswa KKN Jadi Perhatian Serius

Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan limas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di ruas Jalan Banjarbaru-Batulicin menjadi perhatian serius pemerintah. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan bersama sejumlah instansi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan sekaligus menyiapkan langkah-langkah peningkatan keselamatan bagi pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan, Misna Uttri Wiharti, Kamis (6/8/2026) mengatakan, pihaknya turut berduka atas insiden tersebut dan langsung mengikuti rapat koordinasi serta peninjauan lapangan bersama Polda Kalsel, Polres Tanahbumbu, Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Tanahbumbu.

"Selain menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut, kami juga memaparkan hasil peninjauan kondisi jalan sebagai bahan evaluasi bersama," ujar Misna.

Hasil pemeriksaan menunjukkan secara teknis ruas jalan di lokasi kecelakaan berada dalam kondisi baik. 

Permukaan jalan dinilai mulus tanpa kerusakan, dilengkapi bahu jalan dan marka, serta memiliki jarak pandang yang masih memenuhi standar meski berada pada jalur menanjak.

Meski demikian, PUPR Kalsel menilai peningkatan aspek keselamatan tetap diperlukan. Dalam waktu dekat, sejumlah fasilitas akan ditambah, mulai dari rambu peringatan, papan imbauan, hingga peningkatan penerangan jalan melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan, pemerintah daerah dan PLN.

Menurut Misna, ruas Banjarbaru hingga Batulicin memiliki karakteristik medan pegunungan dengan kombinasi tanjakan, turunan, dan tikungan yang menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap pengendara. 

Baca juga: Hotspot Tapin Tembus 109 Titik, Karhutla Kembali Terjadi di Bungur

Karena itu, pengguna jalan diminta mematuhi batas kecepatan, yakni maksimal 60 kilometer per jam di jalur lurus dan 40 kilometer per jam saat melintasi tikungan.

Di sisi lain, perbaikan geometrik jalan juga terus berlangsung di sejumlah titik yang selama ini menjadi perhatian. 

Penanganan dilakukan di Kelok 12 dan Gunung Papua melalui dukungan pemerintah pusat, sedangkan titik Bunglai dan Temunih dikerjakan menggunakan APBD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2026.

PUPR Kalsel mencatat progres pekerjaan yang dibiayai APBD telah melampaui 40 persen dan ditargetkan rampung sesuai jadwal.

Selain pembangunan fisik, pemasangan rambu pengarah, rambu peringatan, dan rambu batas kecepatan dilakukan secara bertahap. 

Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna ruas Jalan Banjarbaru hingga Batulicin yang menjadi jalur penghubung penting di Kalimantan Selatan.

"Kami akan terus berkoordinasi melalui forum lalu lintas agar penanganan keselamatan di ruas Banjarbaru-Batulicin semakin optimal," kata Misna.

Adapun warga Kahelaan Banjar, Ariansyah mengaku, memang ruas jalan Batulicin-Banjarbaru terutama di Sungai Pinang cukup sering kecelakaan. 

"Ada yang kecelakan ringan sedang hingga kecelakaan berat. Itu karena jalannya naik turun dan pengguna kendaraan laju atau cepat pak. Selain itu juga perlu ada rest area," kata Ardiansyah. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.