SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Pengecoran di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung, Banyuasin, tepatnya di KM 17, kembali dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan pada Sabtu (8/8/2026) malam.
Berdasarkan pantauan melalui CCTV Banyuasin, sejumlah titik ruas Jalintim Palembang-Betung masih mengalami kepadatan kendaraan, terutama truk dengan tonase besar dan berat.
Di KM 15 Simpang Y, misalnya, arus lalu lintas kendaraan dari arah Palembang menuju Sembawa terpantau mulai tersendat.
Kondisi serupa terjadi di Simpang Air Batu. Kendaraan yang mengarah ke Palembang juga terlihat mulai tersendat dan bergerak dalam kondisi padat merayap.
Kepadatan kendaraan juga terjadi di kawasan Betung, tidak jauh dari Tugu Polwan. Kendaraan yang mengarah ke Palembang terlihat mengalami perlambatan.
Sementara itu, di beberapa titik seperti KM 12, Sembawa, dan Pangkalan Balai, arus lalu lintas masih terpantau ramai dan lancar. Kepadatan terutama terjadi di sekitar KM 17 karena proses pengecoran mulai dilakukan.
Seorang pengendara yang hendak menuju Jambi mengatakan, saat melintas, kondisi lalu lintas sudah mulai padat merayap.
Ia berangkat dari Palembang menuju Betung dan mendapati kepadatan mulai terjadi dari depan Arhanud menuju Sukajadi Serong, Air Batu, hingga Musi Landas.
"Setelah masuk Desa Mainan hingga Pangkalan Balai, jalannya agak lebih lengang. Kendaraan pribadi memilih masuk ke jalan alternatif, yakni Lingkar Pemkab Banyuasin. Setelah itu, macet mulai terasa lagi setelah Seterio, Lubuk Lancang, Lubuk Karet, dan Durian Daun hingga Kelurahan Betung. Kondisi kendaraan padat merayap," katanya.
Ia menambahkan, di sejumlah titik yang mengalami kepadatan, polisi terlihat mengatur dan berjaga untuk mengurai arus lalu lintas.
"Perjalanan lancar setelah masuk arah Jambi, yakni di kawasan Babat Supat, Letang, Sukajaya, Sungai Lilin hingga Bayung Lencir. Paling hanya iring-iringan konvoi truk yang kelebihan muatan. Perjalanan dari Palembang menuju Bayung Lencir, Muba, setidaknya menghabiskan waktu sekitar delapan jam," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Banyuasin AKP Sayyid Malik Ibrahim melalui KBO Lantas Iptu Eko Susilo menuturkan, pihaknya telah mendapatkan informasi terkait kembali dilakukannya pengecoran di KM 17.
"Pengecoran dilakukan di bahu jalan di KM 17, di sekitar Simpang Pasir Putih. Selama pengecoran, kami akan melakukan rekayasa buka-tutup lalu lintas di sekitar KM 17," katanya.
Eko melanjutkan, setelah proses pengecoran malam ini selesai, pihaknya akan terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas.
Jika memungkinkan, kendaraan yang datang dari arah Pangkalan Balai menuju Palembang akan dibuka melalui dua jalur.
"Pengecoran dilakukan di bahu jalan karena badan jalan sudah dicor. Jadi, kalau masih bisa dilalui dua jalur, akan kami buka dua jalur. Kalau memang tidak memungkinkan, rekayasa buka-tutup terpaksa dilakukan," pungkasnya.