Gedung Bapenda DKI Terbakar, Pramono Pastikan Data Perpajakan Aman
Feryanto Hadi August 09, 2026 11:35 AM

 

Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara terkait kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam.

Pramono mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Api kemudian berhasil dipadamkan petugas pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Menurut Pramono, kebakaran terjadi di sejumlah lantai, yakni lantai 11 hingga lantai 15 Gedung Bapenda DKI Jakarta.

"Ini kebakaran terjadi pada lantai 11, 12, 13, 14, 15. Sebagian besar OPD yang di sana adalah Bapenda, Dinas Perhubungan, BPSDM, dan sebagainya," kata Pramono Anung usai mengecek Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) HR Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

Pramono menyebut terdapat sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di gedung tersebut.

Baca juga: Olah TKP Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Polisi Ambil Sampel Abu dari 3 Lantai

"Itu kurang lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di sana kurang lebih ada seribu orang," sambungnya.

Terkait penyebab kebakaran, Pramono menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.

Ia mengatakan Pemprov DKI masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari kepolisian untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut.

"Untuk penyebab kebakarannya, sampai hari ini kami menunggu secara resmi dari Kepolisian untuk menyampaikan," ucap Pramono.

Pramono menuturkan, sejak mendapat informasi mengenai kebakaran, dirinya langsung melakukan koordinasi dengan jajaran terkait, mulai dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perhubungan hingga Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

Di sisi lain, Pramono memastikan kebakaran tersebut tidak mengganggu pengelolaan data perpajakan milik Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, data perpajakan Bapenda DKI telah didigitalisasi sehingga tetap aman dan dapat digunakan meski gedung tempat sebagian pegawai bekerja mengalami kebakaran.

Baca juga: Gedung Bapenda DKI Terbakar, DPRD Desak Pramono Cek Kelaikan Seluruh Gedung Pemprov

"Sedangkan hal yang berkaitan dengan data perpajakan, sama sekali tidak menghadapi masalah karena sudah didigitalisasi," jelasnya.

"Sehingga dengan demikian untuk hal yang berkaitan dengan kepentingan atau keperluan penarikan pajak dan sebagainya oleh Bapenda tidak terganggu," tambahnya.

Namun, kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta turut menimbulkan persoalan lain, khususnya terkait operasional pengendalian lalu lintas di Ibu Kota.

Pramono menjelaskan, Command Center Dinas Perhubungan yang selama ini digunakan untuk mengatur lalu lintas, termasuk pergerakan kendaraan VVIP dan pengendalian lampu lalu lintas atau traffic light, turut terdampak.

Untuk mengantisipasi gangguan tersebut, Pemprov DKI Jakarta langsung mengaktifkan sistem cadangan atau backup yang berada di kawasan MT Haryono, Jakarta Selatan.

"Sistem backup di MT Haryono sudah kita nyalakan. Untuk mengantisipasi potensi kendala lalu lintas di lapangan," ujar Pramono.

Selain mengaktifkan sistem cadangan, Pemprov DKI juga menambah personel Dinas Perhubungan di sejumlah titik persimpangan jalan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali selama sistem utama belum dapat digunakan secara normal.

"Kami juga menebalkan personel Dishub secara langsung di perempatan-perempatan jalan agar arus kendaraan di Jakarta tetap terkendali," sambungnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.