80 KK di Pangkung Manggis Jembrana Bali Krisis Air Bersih, Akibat Pipa Rusak dan Bendungan Jebol
Putu Kartika Viktriani August 09, 2026 12:39 PM

NEGARA, TRIBUN-BALI.COM – Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau.

Krisis air bersih tersebut terjadi sejak beberapa waktu terakhir.

Hasil asesmen BPBD Jembrana bersama pihak kelurahan dan warga menemukan kerusakan jaringan pipa di bagian hulu sumber air serta bendungan pengambilan air masyarakat yang mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut membuat distribusi air dari sumber alami menuju permukiman warga tidak berjalan maksimal.

Kondisi ini semakin terasa saat musim kemarau ketika debit sumber air mengalami penurunan.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan pihaknya bersama kelurahan dan masyarakat telah melakukan pemeriksaan langsung untuk mengetahui penyebab kesulitan air bersih yang dialami warga.

 

"Tim kami sudah melakukan asesmen kemarin dan telah menemukan penyebab utama kesulitan air bersih di wilayah sana (Pangkung Manggis)," kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Minggu 9 Agustus 2026.

Pipa Rusak Akibat Banjir, Tujuh Titik Ditemukan

Berdasarkan hasil pengecekan, gangguan distribusi air bersih disebabkan kerusakan jaringan pipa pada bagian hulu sumber air.

Baca juga: Kronologi Daniel Bali Mema Curi HP di Rumah Warga Gianyar, Masuk Lewat Jendela Pakai Cetok

Selama ini, masyarakat Lingkungan Pangkung Manggis, khususnya kelompok swadaya air masyarakat, mengandalkan sumber air di Lingkungan Pengajaran, Kelurahan Baler Bale Agung, tepatnya di aliran Sungai Pangkung Gayung.

"Jadi pada bagian hulu terdapat bendungan atau empelan air masyarakat yang juga menjadi sumber pengambilan air masyarakat selama ini," sebutnya.

Agus Artana menjelaskan, kerusakan jaringan pipa diduga terjadi akibat banjir yang melanda aliran Sungai Pangkung Gayung pada 9 September 2025 lalu.

Petugas kemudian melakukan penyisiran dari Jembatan Pangkung Gayung menuju arah hulu dengan jarak sekitar 3 kilometer.

Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan tujuh titik kerusakan jaringan pipa.

Kerusakan tersebut meliputi pipa berukuran 3 dim yang rusak sepanjang kurang lebih 520 meter.

Sementara pipa berukuran 4 dim mengalami kerusakan sepanjang sekitar 25 meter.

Tidak hanya jaringan pipa, bendungan pengambilan air masyarakat juga mengalami kerusakan.

Bagian pinggir bendungan diketahui jebol sehingga tidak mampu menampung air secara maksimal.

"Nah kerusakan tersebut sampai saat ini belum dapat diperbaiki secara keseluruhan karena adanya keterbatasan biaya dari Sekaa Swadaya Air Masyarakat," jelasnya.

BPBD Siapkan Solusi Jangka Pendek

Untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami warga Pangkung Manggis, BPBD Jembrana telah menyiapkan solusi jangka pendek.

Penanganan tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki atau mengganti jaringan pipa yang rusak.

Selain itu, titik pengambilan air juga akan dipindahkan ke bendungan subak dengan penambahan jaringan pipa sekitar 30 meter.

Namun, BPBD juga melihat adanya risiko kerusakan kembali apabila jaringan pipa tetap berada di sepanjang aliran sungai.

Pasalnya, jaringan tersebut rentan terdampak banjir maupun peningkatan debit air sungai saat terjadi hujan deras.

"Sehingga diperlukan kajian dan solusi yang lebih permanen untuk menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat Lingkungan Pangkung Manggis agar tidak terulang kedepannya," tandasnya.

80 KK Terdampak, Warga Dapat Bantuan Dua Tandon

Sementara itu, Lurah Baler Bale Agung, Ida Bagus Gede Ananda Kusuma, mengatakan kesulitan air bersih akibat musim kemarau yang dialami warga Pangkung Manggis merupakan kejadian pertama.

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu mengecilnya sumber air yang diperparah dengan adanya kerusakan pada jaringan pipa.

"Total ada 80 KK yang terdampak. Itu di Tempek 2 dan Tempek 3. Tapi kemarin sejak bersurat ke BPBD, kami sudah dibantu dua tandon air bersih kapasitas 5000 liter," jelasnya.

Dua tandon tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga selama proses perbaikan jaringan berlangsung.

Ida Bagus Gede Ananda Kusuma berharap solusi yang telah disiapkan dapat mengatasi persoalan air bersih sehingga warga tidak kembali mengalami kesulitan serupa.

Di sisi lain, kelompok atau Sekaa Swadaya Masyarakat setempat juga dinilai aktif dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih.

"Sementara solusi jangka pendek sudah ada dan akan dikerjakan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, kita masih mengandalkan distribusi air bersih dari berbagai pihak untuk sementara sembari menunggu proses perbaikan," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.