Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Menristekdikti) Brian Yuliarto memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas suksesnya penyelenggaraan ajang UI Green Marathon 2026.
Ajang olahraga tahunan ini dinilai menjadi momentum krusial untuk mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, keluar dari jebakan gaya hidup pasif akibat ketergantungan pada gawai.
"Dengan kebiasaan lari ini, tentu akan menghidupkan kebiasaan hidup sehat," ujar Brian.
Baca juga: Berangkat Subuh dari Bekasi, Pelari Ini Antusias Tembus Jalur Asri UI Green Marathon 2026
Selain mempromosikan kebugaran fisik, perhelatan marathon ini terbukti efektif menjalin sinergi erat antara jaringan alumni dan sektor industri.
Kolaborasi lintas sektor tersebut berhasil menghimpun dukungan nyata untuk memperkuat pundi-pundi Dana Abadi Universitas Indonesia (UI).
Menurut Brian, penguatan dana abadi tersebut akan memberikan dampak langsung pada peningkatkan kualitas pendidikan serta inovasi di lingkungan kampus.
"Tentu ini dipergunakan untuk berbagai macam, mulai dari beasiswa, riset, hingga akademik yang semakin meningkat," tegasnya.
Tak hanya fokus pada kesehatan dan pendanaan, UI Green Marathon 2026 juga membawa misi ekologis yang nyata bagi pelestarian alam.
Momen olahraga ini dimanfaatkan secara aktif sebagai dorongan untuk menambah jumlah penanaman pohon di lingkungan sekitar.
Brian berharap semangat positif dari gerakan ini dapat terus bertumbuh dan menjangkau wilayah yang jauh lebih luas.
"Semoga program seperti ini bisa berjalan baik dan lebih besar lagi, sehingga tidak hanya UI yang terwarnai, tetapi Depok, Jawa Barat, bahkan tingkat nasional," ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan kebermanfaatan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
"UI yang berdampak itu akan semakin dirasakan," tambahnya.
Langkah UI ini pun diharapkan mampu menjadi stimulus bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk menggelar inisiatif serupa yang menyehatkan sekaligus menginspirasi.
Sementara itu, Rektor UI, Heri Hermansyah, menegaskan bahwa gelaran ini dirancang bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk membumikan budaya hidup sehat sekaligus menjaga kelestarian bumi.
"Kita melihat lari saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan olahraga, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat luas," ujar Heri Hermansyah.
Pihak penyelenggara secara kreatif menyelaraskan semangat berolahraga tersebut dengan visi UI Green Campus untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang asri dan ramah lingkungan.
Keunikan ajang ini semakin terasa karena setiap peserta yang berhasil menyentuh garis finis tidak hanya dianugerahi medali, tetapi juga membawa pulang bibit pohon untuk ditanam di area kampus.
Penanaman ribuan bibit pohon baru ini diproyeksikan bakal memperkaya keanekaragaman hayati hutan kota UI sekaligus memperkokoh posisi kampus di ajang pemeringkatan UI GreenMetric.
Selain membawa misi lingkungan, seluruh hasil pendapatan dari ajang ini dialokasikan secara utuh untuk memperkuat dana abadi Universitas Indonesia.
"Dana abadi yang terkumpul ini nantinya akan diperuntukkan bagi peningkatan kualitas pendidikan, riset inovasi, serta pengabdian masyarakat sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi," tambahnya.
Melihat antusiasme peserta yang begitu membuncah, Rektor UI memastikan bahwa UI Green Marathon akan dipatenkan sebagai agenda rutin tahunan yang diselenggarakan secara berkelanjutan.
"Semoga di tahun-tahun mendatang partisipasi masyarakat kian melimpah sehingga badan makin sehat, kampus semakin hijau, dan kontribusi UI untuk negeri kian berlipat," pungkasnya. (m38)