Liputan6.com, Jakarta Ayam Bakar Nanangan adalah hidangan ayam bakar tradisional yang keistimewaannya justru terletak pada alat masaknya, bukan pada bumbu yang rumit. Nanangan sendiri merupakan kuali atau periuk dari tanah liat, lengkap dengan penutup yang secara turun-temurun dikenal dengan nama tompu. Dalam tradisi dapur sebagian masyarakat, wadah gerabah ini dulu lebih sering dipakai untuk menyangrai kopi sebelum akhirnya dimanfaatkan untuk membakar ayam maupun ikan yang telah dibungkus daun pisang.
Rahasia kelezatannya ada pada cara panas gerabah bekerja pada daging. Mengutip Taste Cooking, kuali tanah liat menghantarkan panas lebih lambat namun jauh lebih merata dari segala arah dibanding logam, sehingga daging matang perlahan, tetap berair, dan menyerap aroma bersahaja yang khas. Karakter inilah yang membuat ayam terasa lebih lembut dengan bumbu yang benar-benar merasuk.
Bagi Anda yang gemar bereksperimen dengan aneka resep ayam bakar spesial dari berbagai daerah, versi nanangan menawarkan pengalaman berbeda yakni proses membakar yang lebih lama, tetapi berbuah aroma smoky lembut dan bumbu yang meresap sempurna. Teknik dasarnya tetap serupa dengan cara membuat ayam bakar yang enak dan gurih pada umumnya, yakni mengungkep terlebih dahulu sebelum dibakar.

Berbeda dari ayam bakar yang identitasnya ditentukan oleh bumbu seperti ayam bakar Taliwang khas Lombok yang pedas menggigit, ayam bakar Kalasan yang manis lembut, atau ayam bakar Padang yang kaya rempah, Ayam Bakar Nanangan justru dikenali dari medium memasaknya. Jika Anda menelusuri sejarah dan keunikan ragam ayam bakar Nusantara, ayam bakar nanangan tergolong sajian berbasis teknik ungkep, ayam dimasak bersama santan dan bumbu halus hingga tiga perempat matang, dibungkus daun pisang, lalu dibakar di dalam kuali tanah liat yang tertutup rapat.
Daun pisang di sini bukan sekadar pembungkus. Jaden dari blog Steamy Kitchen, dikutip dari The Kitchn, menyebutkan bahwa membungkus bahan dengan daun pisang sebelum dibakar mencegahnya lengket sekaligus "menambahkan cita rasa smoky yang lembut dan sedikit manis" pada masakan. Daun pisang yang sudah dilayukan juga mengunci uap dan sari daging layaknya aluminium foil, sehingga ayam tidak cepat kering selama proses pembakaran yang panjang.
| Porsi | Waktu Persiapan | Waktu Masak | Tingkat Kesulitan |
|---|---|---|---|
| 3-4 porsi | 20 menit (+ ungkep 60 menit) | 60 menit | Sedang |

Gunakan santan segar agar hasilnya lebih gurih, dan siapkan daun pisang yang masih lentur. Sebagai pendamping, sepiring nasi hangat, sambal terasi, dan lalapan segar akan menyempurnakan sajian. Bila ingin lebih istimewa, sandingkan pula dengan nasi uduk gurih khas Betawi.
Bahan utama:
Bumbu halus:
Pelengkap:

Kunci suksesnya ada pada proses mengungkep ayam agar bumbu meresap sampai ke serat terdalam sebelum dibakar. Ikuti langkah berikut secara berurutan:

Tanpa nanangan. Jika tidak punya kuali tanah liat, bakar ayam di atas teflon tebal, panggangan arang, atau oven. Bungkus daun pisang tetap dipertahankan demi aroma. Panduan praktisnya bisa Anda tiru dari cara membuat ayam bakar teflon.
Versi kecap manis. Tambahkan 3-4 sdm kecap manis saat mengungkep untuk warna lebih gelap dan rasa manis gurih. Takaran bumbunya bisa mengikuti resep bumbu ayam bakar kecap favorit keluarga.
Versi lebih ringan tanpa santan. Ganti santan dengan air kelapa atau kaldu ayam agar rasa lebih ringan namun tetap gurih. Pilihan ini cocok bagi yang membatasi santan, meski sebenarnya santan tetap punya manfaat bila dikonsumsi secara bijak.
Nanangan adalah kuali atau periuk berbahan tanah liat yang dilengkapi penutup bernama tompu. Secara tradisional wadah gerabah ini digunakan untuk menyangrai kopi, lalu berkembang menjadi alat membakar ayam maupun ikan yang sudah dibungkus daun pisang. Sifat gerabahnya yang menyimpan dan menyebarkan panas secara perlahan membuat daging matang merata dengan aroma khas.
Ayam kampung muda paling ideal karena teksturnya padat, tidak mudah hancur, dan bumbunya lebih meresap saat dibakar lama. Jika ingin lebih cepat empuk, ayam broiler bisa dipakai dengan waktu ungkep dan bakar yang lebih singkat. Untuk gambaran teknik lain, teknik serupa juga diterapkan pada ayam goreng ungkep tradisional.
Ungkep ayam bersama santan dan bumbu halus dengan api kecil, tusuk-tusuk daging sebelum dibumbui, dan beri waktu marinasi yang cukup. Cara ini memastikan rasa masuk hingga ke serat terdalam sebelum ayam dibakar. Anda bisa mendalami panduan lengkap marinasi ayam bakar maupun tips agar bumbu ayam bakar meresap tanpa masak lama untuk hasil terbaik.
Ayam Bakar Nanangan membuktikan bahwa cita rasa mewah bisa lahir dari cara masak yang sederhana dan sabar. Dengan kuali tanah liat, daun pisang, dan bumbu rempah yang meresap, hidangan ini layak jadi menu spesial akhir pekan bersama keluarga, apalagi bila disandingkan dengan nasi uduk gurih dan sambal terasi bakar yang harum menggugah selera.