Laporan Reporter Tribuh Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 1.075 barang penumpang tertinggal di kereta dan stasiun wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta sepanjang semester I 2026.
Nilai barang-barang tersebut ditaksir mencapai Rp1.166.434.000.
Barang-barang yang tertinggal tersebut telah ditangani melalui layanan Lost and Found.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan barang yang tertinggal terdiri dari 32 barang berupa makanan, 677 barang biasa, dan 376 barang berharga.
Sebanyak 1.065 barang atau 99,07 persen telah diselesaikan proses pengelolaannya.
Sebanyak 743 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, 3 barang telah dimusnahkan, dan 319 barang diserahkan kepada Dinas Sosial dan Kepolisian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun masih ada 10 barang yang proses penghapusannya belum selesai.
"Pengelolaan barang temuan merupakan bentuk komitmen KAI dalam memberikan rasa aman dan kepastian kepada pelanggan. Layanan Lost and Found menjadi komitmen KAI untuk memberikan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada perjalanan pelanggan, tetapi juga memastikan barang yang tertinggal dapat ditangani secara aman, tertib, dan sesuai prosedur. Pada Semester I 2026, sebanyak 99,07 persen barang temuan telah kami selesaikan proses pengelolaannya,” katanya, Minggu (9/8/2026).
Baca juga: Momen Liburan Sekolah, Volume Keberangkatan KA di KAI Daop 6 Yogyakarta Naik 35-50 Persen
Feni menyebut barang yang tertinggal dan dikelola layanan Lost and Found cenderung meningkat.
Pada semester I tahun lalu, barang yang tertinggal hanya 636.
Sementara pada semester I 2026 meningkat 69,03 persen menjadi 1.075.
Menurut dia, meningkatnya jumlah barang temuan juga menjadi pengingat bagi pelanggan untuk semakin memperhatikan barang bawaannya selama perjalanan.
“Kami mengimbau pelanggan untuk selalu melakukan pengecekan kembali terhadap barang bawaan sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan stasiun, khususnya barang berharga seperti telepon seluler, dompet, tas, dokumen, dan barang elektronik," ujarnya.
Pihaknya juga terus mengoptimalkan peran petugas di stasiun dan sepanjang perjalanan kereta api dalam menemukan serta mengamankan barang tertinggal.
Setiap barang yang ditemukan akan dicatat dan dikelola sesuai dengan jenis serta ketentuan yang berlaku.
Apabila ada barang yang tertinggal, pelanggan dapat segera melapor kepada petugas KAI atau menghubungi Contact Center KAI 121 untuk proses tindak lanjut sesuai prosedur Lost and Found.
“Kepercayaan pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi kami. Karena itu, kami terus memastikan setiap barang yang ditemukan mendapatkan penanganan yang tepat. Kami berharap melalui sinergi antara pelanggan dan petugas, jumlah barang tertinggal dapat semakin diminimalkan dan semakin banyak barang yang berhasil kembali kepada pemiliknya,” imbuhnya. (*)