Bukit Tekalong Terbakar! Kepulan Asap Tebal Dekati Pemukiman, BPBD Minta Bantuan Water Bombing
Rivaldi Ade Musliadi August 09, 2026 03:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Bukit Tekalong yang terletak di Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu 9 Agustus 2026.

Kepulan asap putih tebal membumbung tinggi menyelimuti puncak hingga lereng Bukit Tekalong. 

Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga lokal lantaran titik kobaran api membakar kawasan vegetasi yang letaknya tidak jauh dari pemukiman penduduk di sepanjang koridor Jalan Lintas Selatan, Kecamatan Mentebah.

Menanggapi insiden Karhutla tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu bergerak cepat dengan membangun koordinasi intensif bersama BPBD Provinsi Kalimantan Barat demi mengantisipasi meluasnya sebaran api.

Medan Sulit dan Minim Sumber Air: Pemadaman Manual Mustahil Dilakukan

Kepala BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menginstruksikan Kepala Bidang Terkait untuk berkoordinasi darurat dengan BPBD Provinsi Kalbar guna meminta dukungan armada helikopter pemadam api (water bombing).

Langkah penanganan udara ini dinilai menjadi satu-satunya opsi realistis mengingat kondisi geografis medan kebakaran yang sangat ekstrem dan sulit dijangkau oleh personel pemadam darat.

• Pagar Budaya Melayu Kalbar Pasang Pancang di Kapuas Hulu, Komit Lestarikan Pantun dan Adat Istiadat

"Medan lokasi kebakaran di Bukit Tekalong sangat susah dijangkau karena berada di area berbukit terjal dan sama sekali tidak ada sumber air di sekitar titik api. Satu-satunya solusi efektif adalah melakukan pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing," ujar Gunawan saat dikonfirmasi Tribun Pontianak, Minggu 9 Agustus 2026.

Gunawan menjelaskan, jika pemadaman dipaksakan menggunakan metode manual atau penyemprotan jalur darat, hal itu akan sangat membahayakan keselamatan para petugas gabungan di lapangan serta memakan waktu yang cukup lama.

Tunggu Keputusan BPBD Kalbar demi Penanganan Cepat

Saat ini, pihak BPBD Kapuas Hulu masih menunggu respons serta keputusan final dari BPBD Provinsi Kalimantan Barat terkait pengiriman armada helikopter pengebom air ke lokasi kejadian di Mentebah.

Pihaknya berharap bantuan armada udara tersebut dapat segera diterjunkan ke titik lokasi agar kobaran api tidak semakin meluas mendekati kawasan permukiman padat penduduk dan fasilitas umum di sepanjang Jalan Lintas Selatan.

"Mudah-mudahan bantuan helikopter bisa segera diputuskan dan ditangani dengan cepat. Kondisi dan medan di lapangan sangat berat apabila harus dipadamkan secara manual. Kami terus bersiap dan memantau pergerakan angin serta titik api dari bawah," ungkap Gunawan menutup keterangannya.

Peristiwa kebakaran di Bukit Tekalong ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat Kapuas Hulu dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana karhutla, khususnya di area perbukitan yang minim akses air selama musim kemarau. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.