TRIBUNNEWS.COM - Sorotan hasil final Korea Masters 2026 menyuguhkan torehan antiklimaks bagi jagoan tuan rumah di nomor tunggal putra, Yoo Tae-bin, yang kembali gagal meraih gelar, Minggu (9/8/2026).
Yoo Tae-bin yang menjadi andalan tunggal putra kubu tuan rumah dalam perburuan gelar harus puas keluar sebagai runner-up setelah takluk dari pemain muda China, Zhu Xuan Chen.
Bertanding selama 55 menit, Yoo Tae-bin harus mengakui keunggulan Zhu Xuan Chen melalui kekalahan dua gim langsung dengan skor 16-21, 21-23.
Hasil tersebut terasa antiklimaks karena Yoo Tae-bin sebelumnya berhasil melaju ke final secara beruntun sekaligus membawa misi revans yang akhirnya berhasil dituntaskan di Korea Masters 2026.
Back-to-back final menjadi torehan beruntun bagi Yoo Tae-bin setelah pemain berusia 22 tahun itu berhasil mencapai partai puncak pada pekan sebelumnya ketika tampil di Taipei Open 2026.
Pada turnamen yang sama-sama berada di level Super 300 tersebut, Yoo Tae-bin harus mengubur ambisi juara setelah mengakui keunggulan wakil Jepang, Yudai Okimoto, di partai final.
Baca juga: Update Ranking BWF setelah Korea Masters 2026: Top 16 Aman, Tunggal Putri India Meledak
Menariknya, Yoo Tae-bin kembali dipertemukan dengan Yudai Okimoto di Korea Masters 2026 di babak semifinal.
Kali ini dia mampu membalikkan keadaan serta melunasi dendam atas kekalahan di Taipei Open.
Perebutan tiket final dengan Yudai Okimoto pun berhasil dimenangkan Yoo Tae-bin sehingga harapan untuk berjaya di hadapan publik sendiri semakin terbuka lebar.
Kemenangan tersebut sekaligus menuntaskan misi revans Yoo Tae-bin setelah sebelumnya dikalahkan Yudai Okimoto pada final Taipei Open 2026.
Namun, setelah berhasil membalas kekalahan dan kembali melesat ke partai final, Yoo Tae-bin justru masih harus puas menjadi runner-up sehingga ambisinya untuk meraih gelar kembali tertunda.
Praktis, hasil di Korea Masters 2026 membuat asa Yoo Tae-bin untuk meraih gelar BWF World Tour pertamanya di level Super 100 ke atas masih belum tuntas.
Meski demikian, Yoo Tae-bin tetap menunjukkan peningkatan grafik performa dengan berhasil mencatatkan back-to-back final dalam dua turnamen Super 300 secara beruntun.
Pencapaian tersebut menjadi modal cukup baik bagi Yoo Tae-bin untuk menghadapi turnamen elite berikutnya, yakni Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 juga akan menjadi panggung debut Yoo Tae-bin di ajang tersebut sehingga performanya di Korea Masters menjadi bekal penting sebelum menghadapi persaingan yang lebih berat.
Selain Kejuaraan Dunia BWF 2026, Yoo Tae-bin juga diproyeksikan menjadi salah satu andalan tunggal putra Korea ketika tampil pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, September mendatang.
Dengan grafik performa yang terus meningkat, Yoo Tae-bin diharapkan mampu membawa momentum dua final beruntun tersebut ke turnamen elite selanjutnya sekaligus membuktikan diri sebagai salah satu andalan utama Korea.
(Tribunnews.com/Niken)