Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta, Kesaksian Warga: Kita Was-was, Lokasi Dekat Pom Bensin, Takut
Nanda Lusiana Saputri August 09, 2026 03:34 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran yang melanda gedung Bapenda Jakarta memicu kepanikan warga di sekitar lokasi. 

Kekhawatiran meningkat lantaran gedung tersebut berada dekat SPBU, sehingga warga takut api meluas dan menimbulkan bahaya lebih besar.

Bangunan Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, berada di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Pada (7/8/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB, gedung Bapenda DKI ini, mengalami kebakaran di lantai 11 hingga 16.

Beruntung, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu pukul 02.00 WIB dini hari.

Meski begitu, warga sekitar gedung sempat was-was dan takut akan terjadi kobaran api yang lebih besar.

Pasalnya, lokasi gedung berdekatan dengan pom bensin dan rumah warga.

Endang, warga sekitar pun menceritakan detik-detik kebakaran gedung Bapenda.
 
Menurutnya, ketika api mulai membesar, warga di sekitar lokasi langsung berteriak dan panik. 

Masyarakat berjaga-jaga karena di sekitar SPBU banyak terdapat anak-anak.

Tak lama kemudian, api semakin membesar hingga sekitar pukul 09.00 WIB.

"Nah, pas melihat lama-lama kejadian besar kan teriak semua warga di belakang ini, samping pohon bensin yang kita ini kan adalah pom bensin kan."

"Kita jaga-jaga karena banyak masyarakat terutama anak-anak balita bayi di situ, terus lama-lama api membesar," ucap Endang dalam tayangan Saksi Kata Tribun Jakarta pada Minggu (9/8/2026), yang dikutip redaksi Tribunnews Solo.

Baca juga: Gedung Bapenda DKI Jakarta Kebakaran, Pramono Anung Pindahkan Tempat Kerja Ribuan ASN ke Cikini 

Endang pun sempat mengira api padam, namun beberapa saat kemudian si jago merah justru membesar.

"Ku pikir dia udah padam, kita balik lagi ke rumah ternyata melihat api, kobaran si jago merah tambah membesar, kita keluar langsung," lanjutnya. 

Endang mengatakan, ia juga langsung keluar rumah ketika diketahui ada kebakaran.

"Pas kejadian, saya buru-buru langsung keluar (rumah) karena kita ingin antisipasi ngelihat posisinya kan dekat pom bensin, di situ."

"Udah ada api. Api belum membesar. Jadi hanya percikan api sedikit belum membesar," cerita Endang. 

SAKSI KATA KEBAKARAN - Endang (74) warga yang tinggal di belakang gedung Bapenda menceritakan detik-detik saat kebakaran mulai terjadi hingga kepanikan warga yang takut api merembet ke SPBU di dekat pemukiman mereka. Bangunan Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta terbakar pada (7/8/2026) malam.
SAKSI KATA KEBAKARAN - Endang (74) warga yang tinggal di belakang gedung Bapenda menceritakan detik-detik saat kebakaran mulai terjadi hingga kepanikan warga yang takut api merembet ke SPBU di dekat pemukiman mereka. Bangunan Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta terbakar pada (7/8/2026) malam. (Istimewa/TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA)

Cium Bau Kabel

Sebelumnya, kata Endang, ia sempat mencium bau kabel.

"Kecium bawa kabel. Kan kalau kabel itu kan ketahuan kan. Keciumnya hanya bau kabel. Kalau bara-bara dari berkas-berkas kertas kan lain, tapi bau kabel duluan dari situ," ungkapnya. 

Endang mengaku juga mendengar suara seperti bunyi “beleduk”.

Saat itu, api sudah terlihat membesar di gedung tersebut.

"Ledakan sekitar bunyi beleduk gitu kan, itu yang namanya gedung ya. Itu api sudah membesar. Bukan ledakan seperti bom, maksudnya gimana kan kalau bangunan itu beledug gitu kan," imbuhnya. 

Was-Was, Takut

Dalam keadaan seperti itu, Endang juga mengaku panik. Apalagi lokasi rumahnya dan gedung berdekatan dengan pom atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Ya kita apa was-was lah. Was-was, akarnya ini kan dekatnya ma pom bensin, takut ada terjadi terjadi yang tidak tidak diinginkan."

"Maka pihak pom bensin ya mungkin mereka bergerak langsung gitu," kata Endang.

SPBU sekitar pun lantas ditutup untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

"Iya langsung ditutup (pom bensin) semua," jelasnya.

Setelah berjam-jam, Endang mengatakan, api akhirnya berhasil dipadamkan. 

"Api padam jam sekitar jam jam 2 lewat jam 3, setengah 4 masih dicek. pas solat subuh ya, 04.30 WIB," imbuh Endang yang mengenakan baju bercorak putih hitam itu.

Warga Panik

Hal senada juga disampaikan Fauzah, warga sekitar Bapenda DKI Jakarta.

Ia merasa panik dan langsung membawa anaknya menyelamatkan diri setelah melihat api membesar. 

Fauzah mengaku khawatir kobaran api merembet ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang lokasinya tak jauh dari titik kebakaran.

Fauzah menuturkan, dirinya baru saja tiba di rumah setelah pulang dari rumah sakit dan hendak berganti pakaian. 

Namun, situasi mendadak berubah panik setelah anaknya berteriak dari luar rumah dan memberi tahu bahwa terjadi kebakaran.

"Pas dilihat di mana yang kebakaran, pas enggak tahunya di gedung yang itu (Bappeda), langsung itu aja apinya langsung gede gitu," kata Fauzah kepada Tribunnews, Sabtu (8/8/2026).

Fauzah kembali mengatakan, dirinya panik untuk segera membawa anaknya ke tempat yang aman saat kejadian.

"Soalnya yang ditakutkan itu bawahnya (gedung) itu kan pom bensin. Kalau pom meledak kan otomatis kena juga," imbuhnya.

Fauzah mengatakan dia bersama keluarga baru kembali ke rumah sekitar pukul 02.00 WIB setelah api mulai padam di gedung Bapedda Jakarta.

"Saya udah lama, ada 10 tahun lebih di sini. Alhamdulillah, kita masih dilindungi oleh Allah," terangnya.

Kata Gubernur Pramono

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, kebakaran terjadi pada Jumat malam, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 21.30 WIB,

Menurutnya, kebakaran di Gedung Bapenda terjadi di lantai 11 hingga 16. Lantas, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu pukul 02.00 WIB dini hari.
 
Alhamdulillah, berkat penanganan yang cepat dan sigap dari Damkar Dinas Gulkarmat DKI Jakarta dengan 37 unit pemadam kebakaran dan 185 personel, sejauh ini dinyatakan tidak ada korban jiwa,” kata Gubernur Pramono, dalam keteranganya Sabtu (8/8/2026).

Ia menjelaskan, gedung tersebut digunakan oleh sejumlah perangkat daerah, yakni Bapenda, BPSDM, Dinas Perhubungan, BPAD, serta Bank Jakarta. Total terdapat sekitar 1.000 ASN yang berkantor di gedung tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih diselidiki.

Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan kepolisian terkait penanganan kebakaran. Gedung Dinas Teknis Bapenda di Jalan Abdul Muis juga dipastikan telah memiliki perlindungan asuransi.

Gubernur menegaskan, data perpajakan DKI Jakarta tetap aman karena telah dicadangkan secara digital. Dengan demikian, pelayanan perpajakan dipastikan tidak terganggu.

Meski demikian, fasilitas Traffic Management Control/ITCS milik Dinas Perhubungan yang berada di lantai 16 ikut terdampak kebakaran. Kondisi tersebut membuat pengaturan lampu lalu lintas yang sebelumnya dilakukan secara otomatis harus dialihkan menjadi manual.

Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, Gubernur menginstruksikan penambahan personel Dishub di lapangan.

Sementara untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan, Gubernur Pramono meminta seluruh ASN yang berkantor di gedung tersebut tetap bekerja melalui sistem Work From Home (WFH) secara bergantian. 

Mereka juga dapat bekerja dari Suku Dinas di wilayah kota maupun memanfaatkan aset lain milik Pemprov DKI Jakarta.

“Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama kita. Masyarakat jangan khawatir, semua layanan akan tetap berjalan,” tegas Gubernur.

Baca juga: Gedung Bapenda DKI Jakarta Kebakaran, Pramono Anung Pastikan Data Pajak Aman, Sudah Digitalisasi

Kronologi Kejadian

Informasi kebakaran pertama kali diterima melalui saluran Jakarta Siaga 112 sekitar pukul 21.30 WIB.

Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB dan mulai melakukan operasi pemadaman sekitar pukul 21.41 WIB.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengatakan operasi pemadaman berlangsung sekitar 4,5 jam hingga akhirnya memasuki tahap pendinginan.

Kobaran api sempat mereda sekitar pukul 22.30 WIB. Namun, beberapa menit berselang, api kembali membesar dan merambat ke sejumlah bagian gedung.

Petugas pemadam kebakaran juga menghadapi kendala berupa hembusan angin yang cukup kencang. 

Menurut Bayu, kondisi tersebut berpotensi memicu munculnya kembali api dan membuat kobaran merambat ke titik lainnya.

"Cuaca Jakarta angin kali terasa kan gitu ya, agak sedikit cukup kencang, itu yang menjadi pemicu kembali untuk timbulnya kebakaran," ucapnya.

Selain itu, banyaknya material yang mudah terbakar di dalam maupun sekitar area gedung juga membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari, petugas masih melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah proses pemadaman selesai, sebagaimana dilansir TribunJakarta.com.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Rahmat Fajar Nugraha, TribunJakarta.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.