TRIBUNSUMSEL.COM — Dampak pembatalan pesanan secara mendadak dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memakan korban pedagang kecil di daerah.
Imam Mustofa (35), penjual buah asal Kota Metro, Lampung, terancam rugi puluhan juta rupiah usai pesanan 14 peti pisang cavendish miliknya dibatalkan secara sepihak.
Pesanan bernilai total Rp 2,1 juta yang rencananya disuplai untuk kebutuhan dapur MBG di Bandar Lampung tersebut dibatalkan mendadak saat buah sudah siap kirim dan matang sempurna.
Baca juga: Pesanan 14 Peti Pisang Dibatalkan Dapur MBG, Pedagang di Lampung "Selamat" usai Curhat di Threads
Imam mengungkapkan pembatalan mendadak yang nyaris membuat usaha kecilnya merugi tersebut dipicu oleh operasional dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendadak di-suspend atau dinonaktifkan sementara.
Insiden tersebut bermula saat Imam menerima pesanan pisang cavendish dari seseorang bernama Effendi untuk disuplai ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di Bandar Lampung.
Imam menjelaskan bahwa sifat pesanan pisang cavendish memerlukan waktu khusus untuk proses pemataman sehingga tidak bisa dibatalkan begitu saja ketika barang sudah diproses.
Mendapat kepastian order, Imam langsung meneruskan pemesanan ke pihak pemasok (supplier).
"Awalnya dia tanya ada stok pisang cavendish atau tidak. Besoknya dia memastikan pesan 14 peti dengan nilai sekitar Rp 2,1 juta," kata Imam saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (9/8/2026)
"Kalau pisang cavendish itu tidak bisa mendadak. Harus dipesan beberapa hari sebelumnya karena ada proses pematangan. Begitu barang datang, saya juga tidak bisa membatalkannya lagi," ujarnya.
Petaka muncul pada Minggu sore menjelang hari pengiriman.
Baca juga: Jembatan Kayu di Jalan Poros Muara Telang Banyuasin Rusak Parah, Warga Minta Segera Diperbaiki
Pihak pemesan secara tiba-tiba membatalkan seluruh pesanan dengan alasan dapur penyedia MBG tujuan mendadak di-suspend atau dinonaktifkan sementara.
Kekecewaan atas alasan tersebut diluapkan oleh istri Imam melalui akun Threads miliknya, @cuuppycake.
Ia menyesalkan tindakan pengelola dapur yang dinilai tidak peduli dengan nasib pedagang kecil.
Dalam unggahannya, sang istri meluapkan kekecewaannya atas tindakan pihak dapur yang membatalkan pesanan secara sepihak dan dinilai tidak bertanggung jawab.
"In this economy, dapur MBG dzolim banget ngecancel orderan dari pedagang kecil. Suamiku dapet orderan pisang cavendish 14 peti dari dapur SPPG di Bandar Lampung untuk dikonsumsi rabu besok dan barang udah siap hari ini, tapi dapur mendadak cancel kemarin dan gamau karna kena suspend," tulis akun @cuuppycake.
"Jadi dapur udh pesen dr minggu lalu dan suamiku langsung minta ke supplierny untuk nyiapin dan gabisa di cancel, tapi dapur mendadak cancel kemarin dan gamau bertanggung jawab sama sekali. Buat aku 14 peti itu uang yang banyak," tambahnya.
Unggahan tersebut langsung mencuri perhatian luas warganet.
Seketika, gelombang bantuan berdatangan dari pengguna media sosial.
Banyak netizen yang memborong pisang tersebut untuk dikonsumsi pribadi, hingga membeli untuk disalurkan kembali sebagai donasi ke panti asuhan.
Guna menghabiskan sisa stok, Imam juga berinisiatif menjajakan langsung pisang-pisang tersebut ke sejumlah perkantoran di kawasan Bandar Lampung.
"Alhamdulillah setelah saya posting di Threads banyak yang membantu. Ada yang beli, ada juga yang minta disumbangkan ke panti asuhan. Sisanya saya antar sendiri ke kantor-kantor sampai akhirnya habis," katanya.
Berkat kepedulian publik dan gerak cepat tersebut, seluruh stok 14 peti pisang cavendish milik Imam habis terjual sebelum kualitasnya menurun, sehingga modal usaha bernilai Rp 2,1 juta milik pedagang kecil ini dapat terselamatkan sepenuhnya.
(*)
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com